
setelah begitu lama menunggu tiwi yang koma,
aditya, andre dan yati sudah mulai beraktifitas lagi,
aditya sudah mulai kuliah kembali, setelah kuliah ia akan langsung menuju rumah sakit untuk menjaga tiwi,
begitu pun dengan andre dan yati yang sudah mulai bekerja lagi setelah sekian lama mereka hanya sibuk menjaga tiwi,
namun mereka hanya sesekali datang ke rumah sakit karena permintaan aditya yang melarang mereka untuk datang setiap hati, aditya takut yati dan andre akan kelelahan dan sakit, apa lagi dengan kondisi tiwi yang masih sama seperti kemarin-kemarin,
lelah, itu pasti namun harus tetap mereka jalani,
yati selalu berdoa dan menangis meminta mukjizat agar tiwi bisa cepat sadar, andre yang melihat yati merasa tidak tega dengan kondisi istrinya yang terus menangis memikirkan tiwi
hari ini yati dan andre sedang sibuk dengan pekerjaan mereka,
sudah cukup lama yati tidak pergi ke cafe dan begitu pun dengan andre yang sudah lama tidak ke rumah produksi,
maka dari itu hari ini mereka mulai kembali bekerja atas permintaan aditya,
hari ini aditya pun masih berada di kampus sedang kuliah,
namun sebelumnya aditya sudah meminta tolong pada suster untuk menjaga tiwi karena dirinya dan ayah ibu tiwi tidak bisa terus menjaga tiwi karena urusan pekerjaan,
pagi ini suasana rumah sakit tetap sama seperti biasa,
namun kali ini di depan kamar tiwi sudah ada yang menjaga, mereka adalah para pengawal yang di utus oleh andre untuk menjaga tiwi, sedangkan tiwi yang berada di ruangannya tetap sama hanya tidur dengan tenang, suster sudah sedari tadi bolak balik ke kamar tiwi untuk mengurus tiwi sesuai perintah pihak keluarga,
dari mengelap tiwi, mengecek kondisi tiwi, mengecek infus tiwi dan sebagainya,
tiwi tetap sama hanya tertidur dengan tenang di atas ranjang rumah sakit dengan infus yang tetap terpasang,
setelah semuanya selesai, suster pun kembali melakukan pekerjaannya,
suster jaga pun sudah berada di tempatnya,
sedang melakukan pekerjaannya dan sambil mengobrol,
mereka pun membicarakan tiwi yang tidak kunjung sadar dan mereka merasa kasihan dengan pasien dan keluarga pasien,
eh, denger-denger kamu ngurus pasien di kamar 02 ya... ucap suster susi
iya, kenapa... ucap suster tika
itu pasien yang sudah lama koma kan... ucap suster susi
iya... ucap suster tika
kasihan banget keluarganya pun sekarang sibuk bekerja dan calon suaminya hanya bisa menemaninya di sore hari.... ucap suster susi
oh ya bukannya kondisinya sudah stabil ya.... ucap suster susi lagi
memang sudah stabil, tapi enggak tau kenapa pasien belum sadarkan diri juga, pihak dokter sedang meneliti masalah ini... ucap suster tika
semoga saja pasien bisa cepat sembuh... ucap suster susi
iya, sudah kembali bekerja... ucap suster tika
suster susi pun kembali melakukan pekerjannya, begitu pun dengan suster tika
aditya yang sudah berada di kampus dan langsung melangkah menuju ruang kelasnya,
saat aditya baru saja memasuki kelas aditya langsung di sambut dika dan bagas, tentunya mereka menanyakan prihal kondisi tiwi,
aditya... panggil dika dengan mengangkat tangannya,
aditya pun menghampiri dika dan bagas lalu aditya duduk bersama mereka,
aditya kamu datang ke kampus memangnya kondisi tiwi sudah membaik... ucap dika
masih sama... ucap aditya
sudah cukup lama tiwi koma... ucap dika
kondisinya sudah lebih baik dari sebelumnya, kata dokter sudah stabil tinggal nunggu tiwi sadar aja... ucap aditya
kemarin aku liat tiwi kaya gitu rasanya enggak tega liatnya... ucap dika
iya, tapi kita pun enggak bisa bantu apa-apa cuma bisa kasih doa biar tiwi cepat sembuh... ucap bagas
makasih... ucap aditya
semoga cepat ketemu deh pelakunya... ucap dika
iya semoga aja, aku udah enggak sabar mau ngasih pelajaran ke orang itu... ucap aditya dengan kesal
sabar aditya jangan emosi... ucap bagas
tak lama kemudian dosen pun masuk ke ruangan,
pagi anak-anak... ucap dosen berada di depan kelas
pagi pak... ucap semua mahasiswa
baik langsung bapak mulai saja ya pelajaran hari ini... ucap dosen langsung menjelaskan materi, semua mahasiswa pun sudah duduk dengan tenang memperhatikan dosen yang sedang menjelaskan, termasuk aditya, dika dan juga bagas.
tanpa terasa dua jam pun telah berlalu, mata kuliah pertama telah selesai,
dosen pun telah meninggalkan ruangan,
aditya, bagas dan dika masih berada di ruang kelas beserta mahasiswa lain yang masih ada di ruangan, sedangkan sebagian mahasiswa sudah keluar dari ruang kelas,
ayo aditya kita kantin... ucap dika mengajak
kamu kenapa diam saja dari tadi, kepikiran tiwi ya... ucap bagas
iya nih, kok aku ingat tiwi terus, perasaan enggak tenang... ucap aditya
tenang aja bro tiwi baik-baik aja di rumah sakit kan ada dokter dan suster yang jaga... ucap dika
iya, ayo kita kantin... ucap bagas
semoga saja enggak ada apa-apa... ucap aditya
aditya pun berdiri dari duduknya dan mereka pun melangkah meninggalkan ruang kelas menuju kantin
aditya, dika dan bagas telah sampai di kantin, mereka pun langsung menghampiri meja yang kosong lalu duduk,
aditya kamu mau pesan apa? ucap dika bertanya
kalian aja yang makan, aku lagi enggak selera makan... ucap dika
kamu perlu makan aditya biar ada tenang, kita paham kamu mencemaskan tiwi, tapi kalau kamu enggak ada tenaga dan sakit gimana mau jagain tiwi... ucap bagas
aditya merasa perkataan bagas ada benarnya juga, aku pesan nasi goreng aja deh... ucap aditya
ok, kamu pesan apa bagas... ucap dika
mi ayam deh... ucap bagas
ok, sebentar ya... ucap dika pergi memesan
tinggallah aditya dan bagas yang sedang duduk menunggu
di rumah sakit tiba-tiba klara muncul,
dengan penyamarannya,
karena klara mendapat kabar kalau hari ini tidak ada yang menjaga tiwi, maka dari itu klara mulai menjalankan aksinya untuk mencelakai tiwi dengan menyamar menjadi suster rumah sakit, sudah cukup lama klara menunggu hari ini tiba maka dari itu setelah klara mendapatkan kabar dari orang suruhan klara, maka klara langsung bergerak,
sebelum masuk klara melihat situasi sekitar, setelah merasa aman, klara pun melangkah masuk ke dalam rumah sakit dan mencari ruang ganti suster,
beberapa menit kemudian klara telah keluar dari ruang ganti dengan menggunakan baju suster dan masker agar tidak ketahuan serta membawa nampan kecil yang berisi obat-obatan,
klara mulai melihat situasi, bersikap tenang
setelah siap klara pun mulai beraksi, klara melangkah menuju kamar tiwi,
saat klara sampai di lorong ruangan tiwi dari kejauhan klara melihat ada 2 penjaga di depan kamar tiwi,
__ADS_1
klara pun menghentikan langkahnya, ada perasaan takut namun klara berusaha tenang dan bersikap seperti suster,.klara pun melanjutkan langkahnya menuju kamar tiwi dimana tiwi di rawat,
sampainya di depan kamar tiwi, klara pun langsung berkata,
permisi mau memberikan obat... ucap klara yang menyamar sebagai suster
dua pengawal mempersilahkan masuk tanpa ada rasa curiga
klara pun membuka pintu dan melangkah masuk ke ruangan tiwi dimana tiwi di rawat,
saat klara masuk, dia melihat tiwi yang sedang terbaring kaku,
klara pun mendekat pada tiwi, dengan perasaan senang dan senyuman yang terlihat di bibir klara, karena klara merasa senang dengan kondisi tiwi saat ini,
klara pun mendekatkan wajahnya pada tiwi dan berkata,
bagaimana tiwi rasanya berbaring di sini, kali ini kamu habis di tanganku, kamu tidak akan bisa bertemu orang tua kamu juga aditya dan setelah kamu pergi dari dunia ini aditya akan menjadi milikku seutuhnya,
tenang saja aku akan menjaga aditya dengan baik... ucap klara dengan lembut namun penuh dengan kebencian,
klara mulai menjalankan aksinya, klara mengeluarkan sebuah suntikan di saku baju suster yang ia kenakan lalu menyuntikkannya pada cairan infus tiwi,
setelah selesai klara tersenyum penuh kemenangan sambil berkata
selamat tinggal tiwi... ucap klara tersenyum dengan senang penuh kemenangan,
klara pun bergegas keluar dari ruangan tiwi sebelum keberadaan dirinya di ketahui orang-orang,
klara dengan tenang keluar dari ruangan tiwi dan langsung pergi meninggalkan rumah sakit,
dua pengawal tanpa curiga hanya melihat kepergian klara yang menyamar sebagai suster dan kembali berjaga,
tiwi yang sudah di tinggal seorang diri masih tenang berbaring namun alat denyut yang di pasang pada tiwi mulai menunjukkan denyut jantung tiwi mulai melemah,
tak lama kemudian datanglah suster yang akan mengecek kondisi tiwi,
permisi pengecekkan rutin pasien... ucap suster tika
dua pengawal memberi jalan pada suster,
suster itu pun masuk ke ruangan tiwi dan suster langsung melihat ke alat denyut tiwi yang menunjukkan denyut tiwi mulai menurun suster tika mulai panik dengan kondisi tiwi yang tiba-tiba drop seperti ini, suster tika pun langsung memanggil dokter melalui panggilan darurat yang posisinya berada di atas tiwi
seketika dokter dan beberapa suster datang ke ruangan tiwi dengan berlari dengan muka panik langsung masuk ke ruangan tiwi,
dua pengawal merasa heran pun ikut masuk untuk melihat apa yang terjadi,
mereka melihat dokter dan suster yang langsung menangani tiwi,
apa yang terjadi? kenapa kondisi pasien bisa tiba-tiba drop seperti ini... ucap dokter sambil memberikan tindakan
tidak tau dok, saat saya masuk mau memeriksa pasien, kondisinya sudah seperti ini... ucap suster
dokter, tadi sebelum suster tika masuk ada seorang suster yang masuk kata suster itu dia mau memberikan obat... ucap salah satu pengawal
tapi saya belum memberikan obat pada pasien... ucap suster susi
segera kejar orang itu pasti dia belum jauh dan segera cek cctv rumah sakit... ucap dokter menangani tiwi kembali,
dua pengawal dan beberapa suster segera melakukan pengejaran,
segera hubungi keluarganya... ucap dokter kembali
baik dok... ucap suster
sedangkan dokter dan suster tika sedang menangani tiwi,
kini dua pengawal dan beberapa suster yang sedang mengejar klara yang mencelakai tiwi sudah di bantu oleh satpam rumah sakit, namun klara berhasil lolos karena di bantu oleh orang suruhannya yang ternyata sudah berada di luar dengan siap siaga,
melihat klara yang keluar dari rumah sakit dengan berlari orang suruhannya pun langsung menyalakan mobilnya menghampiri klara,
klara yang melihat pun langsung bergegas masuk dan mereka langsung kabur meninggalkan rumah sakit,
satpam yang mengejar klara tidak tertangkap karena klara keburu kabur dengan mobil, satpam pun kembali masuk ke dalam rumah sakit,
saat berada di lobi rumah sakit, satpam tersebut bertemu dengan dua pengawal dan suster,
bagai mana pak... ucap suster
kita cek cctv, biar tau siapa orang itu... ucap satpam
baik kalau gitu kita cek sekarang... ucap pengawal
baik, ayo... ucap satpam
mereka pun menuju ruang kontrol di mana mereka dapat melihat rekaman cctv
sedangkan di ruangan tiwi dokter terus berusaha memberikan pertolongan pada tiwi,
suster lain pun segera menghubungi pihak keluarga, mereka pun menghubungi aditya,
sedangkan di kampus aditya sudah berada di ruang kelas bersama dika dan bagas sedang mengobrol sambil menunggu mata kuliah kedua yang akan di mulai setengah jam lagi,
tiba-tiba handphone aditya berbunyi,
aditya langsung mengambil ponselnya yang berada di saku celananya,
saat aditya melihat ternyata itu dari rumah sakit,
kenapa aditya... ucap dika
rumah sakit... ucap aditya
angkat siapa tau penting... ucap bagas
aditya langsung mengangkat telepon tersebut,
halo... ucap aditya
iya betul, ada apa dengan istri saya... ucap aditya mulai panik
dika dan bagas pun saling berpandangan penuh tanya,
apa... kalau gitu saya segera ke sana... ucap aditya yang sudah berdiri,
tiwi kenapa aditya... ucap bagas
aku harua segera ke rumah sakit, ada yang mencelakai tiwi dan sekarang dia kritis... ucap aditya
Kalau gitu aku ikut... ucap dika
aku juga... ucap bagas
mereka pun langsung meninggalkan kampus dan langsung bergegas menuju rumah sakit,
aditya pun langsung menghubungi andre, memberi tau kondisi tiwi yang kritis,
aditya yang di temani bagas dan dika menuju rumah sakit, aditya menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang cukup cepat agar cepat sampai di rumah sakit karena merasa panik dengan kondisi tiwi, yang takut terjadi apa-apa dengan tiwi,
aditya kalau kamu mengemudi seperti ini yang ada kita yang bakal celaka... ucap bagas
aku khawatir dengan tiwi... ucap aditya
kita paham tapi kamu jangan panik seperti ini.... ucap dika
aditya tidak menanggapi hanya tetap mengemudi menuju rumah sakit agar cepat sampai
beberapa menit kemudian, aditya pun telah sampai ke rumah sakit,
aditya langsung turun dari mobil dan berlari masuk ke dalam rumah sakit dengan diikuti dika dan bagas dari belakang yang juga berlari mengikuti aditya menuju kamar di mana tiwi di rawat,
sampainya di depan kamar tiwi,
aditya melihat dokter dan suster masih berada di dalam sedang menangani tiwi,
aditya pun masuk untuk memastikan kondisi tiwi,
bagaimana dok kondisi tiwi... ucap aditya yang sudah berada di ruangan bersama dika dan bagas
kamu tenang dulu aditya... ucap dika dan bagas
__ADS_1
tenang dulu aditya, tiwi saat ini sudah dalam kondisi stabil... ucap dokter
sebenarnya apa yang terjadi? kenapa tiwi bisa seperti ini bukannya kondisinya sudah baik-baik saja kemarin... ucap aditya
ada yang mencoba mencelakai tiwi dengan memberikan obat berbahaya lewat infusnya... ucap dokter
aditya yang mendengar penjelasan dokter langsung emosinya memuncak
siapa yang berani mencelakai tiwi... ucap aditya
tenang aditya jangan emosi... ucap bagas
iya, kamu harus tenang... ucap dika
bagaimana bisa ini terjadi, bukannya ada dua pengawal yang menjaga kamar tiwi... ucap aditya yang masih kesal,
saya juga kurang paham, kita tunggu saja kabar dari mereka karena tadi saya memerintah untuk mengecek cctv rumah sakit ini... ucap dokter
mereka pun menunggu kabar dari dua pengawal, suster dan satpam di ruangan tiwi di rawat,
baik kalau begitu saya mau permisi dulu mau memeriksa pasien lain... ucap dokter
baik dok... ucap aditya
dokter pun keluar dari ruangan dengan diikuti suster dari belakang
tak lama kemudian tibalah yati dan andre di rumah sakit, dengan penuh kekhawatiran mereka berlari menuju rumah sakit,
yati yang sudah menangis sedari tadi mendengar tiwi yang kritis,
sampainya di depan kamar tiwi, yati dan andre langsung masuk ke ruangan tiwi,
aditya yang melihat ke datangan mereka langsung menghampiri,
aditya ada apa ini, kenapa bisa seperti ini... ucap yati
tenang dulu bu, kita duduk dulu... ucap aditya
kenapa bisa seperti ini aditya siapa yang mencelakai tiwi... ucap yati
ibu tenang, tiwi sudah berhasil di selamatkan sekarang tiwi baik-baik saja... ucap aditya
soal siapa yang melakukan ini, kita semua masih menunggu kabar karena dua pengawal dan satpam beserta suster sedang memeriksa cctv rumah sakit
sedangkan andre berada di dekat tiwi sedang memandang tiwi dengan sedih,
tak lama andre pun berkata,
pasti dia... ucap andre
maksud ayah... ucap yati
klara, telah kembali membalas dendam... ucap andre
ayah yakin? ucap yati
yakin... ucap andre
tapi kita harus melihat cctv biar jelas kalau memang klara pelakunya... ucap yati
itu pasti aditya sedang menunggu kabar dari kedua pengawal... ucap aditya
iya... ucap yati
apa mungkin yang meneror tiwi juga klara... ucap aditya
apa meneror? ucap yati kaget
iya, aditya membaca pesan masuk di ponsel tiwi namun tidak ada nama siapa pengirimnya, isi pesan itu tiwi di minta untuk menjauhi aditya kalau tidak tiwi akan celaka dan itu bertepatan sehari setelah kepulangan ayah dan ibu aditya... ucap aditya
berarti dia memang sudah mengatur rencana untuk menghabisi tiwi dan memiliki kamu... ucap andre
pantes tiwi akhir-akhir ini menjadi pendiam dan setiap aditya tanya hanya bilang enggak ada apa-apa... ucap aditya
sudah jelas itu pasti klara... ucap andre
terus kita harus bagaimana? kasian tiwi... ucap yati
satu-satunya cara aditya harus memancing klara keluar karena selama ini yang diinginkan klara itu cuma aditya... ucap aditya
terlalu beresiko aditya, kalau tiwi tau pasti dia enggak akan setuju... ucap yati
ibu tenang saja aditya akan baik-baik saja... ucap aditya
aditya hanya mencoba untuk memancing klara keluar ibu agar kita bisa menangkapnya, lagi pula banti akan ada yang menjaga aditya... ucap andre
terus tiwi gimana? kalau klara tau kita cuma memancingnya dia pasti mencoba mencelakai tiwi lagi, klara kan orangnya licik... ucap yati
soal itu sudah ayah pikirkan, ayah akan menyembunyikan tiwi di rumah yuda dan novi untuk sementara waktu dan ibu temani tiwi selama ayah dan aditya menyelesaikan masalah ini... ucap andre
yati terdiam karena merasa khawatir,
ibu tenang saja semuanya akan baik-baik saja, ibu hanya perlu menjaga tiwi di sana... ucap aditya
baiklah, tapi kalian harus berhati-hati... ucap yati
pasti... ucap aditya tersenyum
jadi sekarang ayah akan mengatur semuanya dan mengurus keberangkatan tiwi dan ibu... ucap andre
iya yah... ucap aditya
tak lama dua pengawal pun muncul bersama satpam di ruangan tiwi,
bagaimana sudah tau pelakunya... ucap aditya
siang bos... ucap dua pengawal pada andre
siang... ucap andre
bagaimana... ucap andre
lapor bos saat melihat rekaman cctv ada satu orang yang di curigai namun saya tidak mengenal orang itu mungkin bos dan tuan aditya tau siapa orang itu jika melihat rekaman cctv....ucap salah satu pengawal
ayo... ucap andre langsung berdiri dan melangkah menuju ruangan cctv dengan diikuti aditya
aditya dan andre pun pergi bersama satpam dan dua pengawal,
sedangkan yati menemani tiwi duduk di samping tiwi sambil memandang tiwi
sampainya di ruangan perekaman cctv, satpam pun membukakan pintu mempersilahkan aditya dan andre untuk masuk,
silahkan pak... ucap satpam
aditya dan andre pun masuk dan melihat rekaman cctv rumah sakit,
saat sedang serius melihat tiba-tiba aditya berkata,
ternyata memang dia... ucap andre
kalau gitu sekarang tinggal kita menyusun rencana... ucap andre
iya yah... ucap aditya
bapak dan tuan mengenalnya... ucap satpam
iya, terima kasih atas bantuannya, saya bisa minta bukti rekaman ini buat laporan ke polisi... ucap andre
boleh, sebentar saya copy...ucap karyawan yang menjaga ruangan cctv
setelah menunggu beberapa menit akhirnya bukti rekaman pun berpindah tangan,
tolong rahasiakan rekaman ini... ucap andre
pasti pak, tenang saja... ucap satpam
aditya dan andre pun meninggalkan ruangan cctv dan kembali ke ruangan tiwi di rawat,
andre dan aditya pun mengurus proses kepulangan tiwi dan mempersilahkan keberangkatan tiwi dan yati ke kota dimana orang tua aditya berada,
__ADS_1
karena andre dan aditya sudah memberi kabar pada yuda dan novi soal ke datangan tiwi dan yati serta masalah yang sedang mereka selesaikan yang mengharuskan menyembunyikan tiwi dan yati di rumah yuda dan novi