
aditya berlari menuju ruang rawat tiwi dengan mata yang sudah berlinang air mata, karena tak sanggup jika dirinya kehilangan tiwi yang begitu dicintainya,
sampailah aditya di depan kamar di mana tiwi di rawat dengan nafas yang berat lelah karena aditya berlari menuju ruangan tiwi,
aditya pun langsung membuka pintu dengan nafas yang masih berat serta wajah yang sedih begitu terlihat jelas,
yati, andre dan novi yang berada di dekat tiwi langsung memandang ke arah pintu karena kaget akan kedatangan aditya yang sudah tak karuan,
aditya berdiri sejenak di ambang pintu karena nafas yang tak beraturan, setelah aditya dapat mengatur nafasnya aditya pun langsung melangkah masuk dengan langkah beratnya dan langsung mendekat pada tiwi,
sedangkan novi, yati dan andre masih diam dan pandangan yang terpaku pada aditya yang merasa bingung,
aku enggak setuju tiwi di bawa pergi dari sini ucap aditya dengan lantang dan berani yang langsung pada intinya,
novi memandang yati lalu novi menggenggam tangan yati
yati tertunduk,
maaf aditya, kami melakukan ini bukan karena kami tak merestui hubungan kalian, kami melakukan ini karena kondisi tiwi yang seperti ini, kami tidak mau membebani kamu, ayah dan ibu kamu hanya karena untuk merawat tiwi yang entah kapan akan siuman ucap andre memberi pengertian,
tapi yah, aditya tidak pernah merasa keberatan dengan kondisi tiwi apa lagi harus menghabiskan waktu untuk menjaga tiwi, lagi pula aditya bisa mengatur waktu antara kuliah, menjaga tiwi dan yang lainnya lagi pula dokter juga bilang beberapa hari belakangan ini tiwi sudah memberikan kemajuan atas kondisinya yang sudah membaik, aditya yakin tiwi akan cepat sadar ucap aditya sedih
betul kata aditya, lagi pula aku dan yuda tidak merasa keberatan untuk menjaga tiwi, jadi kalian tidak perlu membawa tiwi pergi dari sini hanya untuk pengobatan tiwi hingga tiwi sembuh ucap novi memohon
itu akan merepotkan kalian novi, lagi pula kamu dan yuda punya kesibukan sendiri ucap yati yang masih ragu
buat kami tidak merepotkan jika harus menjaga tiwi yang sudah aku anggap seperti anak aku sendiri yati, malah aku merasa senang bisa ada di dekat tiwi untuk mengurus tiwi, aku mohon kalian jangan membawa tiwi pergi ucap novi
yati dan andre hanya diam,
ayah ibu aku mohon jangan bawa tiwi pergi, jangan menjauhkan kami aku enggak bisa jauh dari tiwi, tiwi pun pasti enggak bisa jauh dari aku jika tiwi tau dia akan di bawa jauh tiwi pasti enggak akan setuju, aku janji akan menjaga dan merawat tiwi dengan baik ibu dan ayah jangan khawatir soal tiwi ucap aditya
tapi ibu hanya ingin tiwi cepat sembuh dan ibu ingin merawat tiwi dengan baik ucap yati
kalau itu keinginan kamu yati bukannya kita bisa merawatnya sama-sama, itu pasti akan membuat tiwi bahagia dan lebih cepat untuk sembuh ucap novi
benar itu bu, aditya mohon jangan bawa tiwi pergi bu ucap aditya
maaf kan ibu dan ayah aditya, ibu sudah membuat keputusan untuk membawa tiwi pergi ucap yati
tidak, kalian tidak bisa membawa tiwi dan menjauhkan aku dari tiwi ucap aditya sedih
aditya, kita melakukan ini hanya untuk kesembuhan tiwi bukan untuk memisahkan kalian, lagi pula kamu harus kuliah ucap andre memberi pengertian pada aditya
aditya tetap tidak setuju dengan keputusan ayah dan ibu walau dengan alasan untuk kesembuhan tiwi, aditya mau membawa tiwi kembali ke kota dan aditya yang akan menjaga tiwi, aditya akan mengatur waktu antara menjaga tiwi, kuliah dan melakukan hal lainnya aditya akan mengatur semua itu ucap aditya
tapi itu pasti akan membuat kamu lelah ucap andre
walau lelah, aditya akan menjalani semua itu asal aditya tetap bersama tiwi, maka rasa lelah itu akan hilang ucap aditya
ibu akan membantu kamu ucap novi pada aditya
andre memandang yati, sedangkan yati hanya diam,
aditya terus memandang yati dan andre berharap mereka menyetujui permintaan aditya,
sedangkan yuda belum juga kembali ke ruangan tiwi,
saat ruangan mulai hening,
tiba-tiba saja terdengar suara yang tak asing untuk aditya,
apa benar dengan apa yang kamu ucapkan tadi sayang ucap tiwi yang mengagetkan aditya yang membuat aditya mematung sejenak dengan mata yang sudah membulat memandang tiwi,
novi, andre dan yati tersenyum sambil bergeser agar aditya dapat duduk di dekat tiwi
sayang, kamu sudah sadar sayang ucap aditya mematung dengan wajah yang awalnya marah kini berubah menjadi sedih karena bahagia,
aditya pun yang tak banyak kata langsung menghampiri tiwi dan memeluknya dengan mata yang sudah berlinang karena tak kuasa menahan rasa bahagia,
novi, yati dan andre yang melihat hanya saling menatap tersenyum bahagia,
__ADS_1
syukurlah akhirnya kamu sadar juga sayang ucap aditya bahagia
namun saat aditya memeluk tiwi, aditya tersadar akan satu hal dan langsung melepas pelukannya,
tunggu ada yang salah ucap aditya melepas pelukannya lalu duduk di dekat tiwi
kenapa? ucap tiwi
kamu lagi ngerjain aku ya? ucap aditya
kalian tau tiwi sudah sadar ucap aditya
yati, novi dan andre tersenyum, tiwi pun ikut tersenyum,
maaf sayang, awalnya memang ibu dan ayah berencana mau membawa tiwi untuk berobat namun saat ibu kamu menghampiri tiwi, ibu kamu melihat tiwi mengeluarkan air mata dari sudut matanya,
lalu ayah andre memanggil dokter untuk melihat kondisi tiwi, namun saat ayah andre memanggil dokter tiba-tiba tiwi siuman dan saat dokter datang dokter pun langsung memeriksa tiwi, kata dokter kondisi tiwi sudah stabil, namun masih harus di rawat untuk masa pemulihan karena tiwi baru saja sadar dari koma ucap yati
lalu ayah tau soal ini ucap aditya
ayah kamu sudah tau aditya ucap novi
aditya terdiam,
maaf sayang kalau aku menguji ketulusan kamu terhadap aku ucap tiwi yang masih berbaring
aditya hanya diam
kamu marah ucap tiwi
aku bukan marah, cuma apa kamu masih meragukan aku sayang, kalau memang aku tidak tulus dengan kamu mungkin aku tidak akan berada di sini saat ini menunggu kamu hingga kamu siuman ucap aditya
aku tau ucap tiwi
kalau tau kenapa kamu tega sayang, kamu tau apa yang tadi aku pikirkan dan aku rasakan saat tau kamu akan di bawa pergi, takut sayang takut jika memang aku benar-benar kehilangan kamu ucap aditya
sudah aditya jangan marah lagi, tiwi baru saja sadar dari komanya ucap novi
aku yang minta maaf sayang sudah berbuat yang mengecewakan kamu ucap tiwi menggenggam tangan aditya yang sudah lama tidak iya genggam dan rasa rindu tiwi yang amat sangat dalam, tiwi pun memandang wajah aditya yang sudah lama tidak ia lihat,
saat tiwi dan aditya yang sudah terbuai akan kerinduan mereka, tiba-tiba saja yuda masuk ke dalam ruangan membuyarkan semuanya,
tiwi sayang ucap yuda dengan suara keras melangkah masuk,
pandangan mereka pun langsung tertuju pada yuda,
yuda yang merasa heran langsung berkata,
ada apa? kenapa kalian memandang aku seperti itu? ucap yuda
andre langsung menghampiri yuda,
kamu lama sekali, ayo temani aku membeli kopi ucap andre yang mengajak yuda keluar dari ruangan
eh eh tapi aku belum melihat kondisi tiwi ucap yuda yang di ajak keluar ruangan
sudah nanti saja, temani aku minum kopi ucap andre,
tiwi dan aditya tertawa dengan sikap ayah mereka,
mereka kenapa aneh sekali ucap tiwi pada aditya
aku juga enggak tau ucap aditya
yati dan novi pun ikut keluar dari ruangan,
kalau gitu kita juga keluar dulu mau membeli makanan ucap yati memberi kode pada novi
iya iya, kita juga mau keluar membeli makan ucap novi
ayo kita pergi sekarang ucap yati
__ADS_1
iya ayo ucap novi
mereka pun melangkah keluar,
hati-hati ucap tiwi dan aditya sambil tertawa
setelah kepergian ayah dan ibu mereka,
kini di ruangan itu hanya ada tiwi aditya,
tiwi yang hanya tersenyum terus saja memandang wajah tiwi,
sedangkan aditya hanya diam sambil terus menggenggam tangan tiwi, tanpa memandang tiwi,
kenapa diam aja? ucap tiwi yang masih memandang aditya dengan suara yang masih lemah
tidak, hanya saja aku bingung mau bicara apa ucap aditya
ko gitu, memangnya kamu enggak kangen sama aku ucap tiwi
kangen, malah aku bahagia melihat kamu akhirnya bisa melewati masa koma ucap aditya menunduk tak berani memandang tiwi,
kenapa kamu enggak mau melihat aku aditya ucap tiwi
aku tidak sanggup memandang kamu sayang ucap aditya
lihat aku aditya, aku ingin sekali melihat mata kamu yang indah ucap tiwi memohon,
berlahan aditya mengangkat kepalanya dan memandang tiwi,
mata mereka pun bertemu,
rasa sedih yang langsung menghampiri aditya, tanpa terasa air mata pun telah keluar dari matanya dan telah membasahi pipinya,
tiwi yang melihat pun langsung berkata,
kenapa kamu menangis sayang ucap tiwi
aditya pun langsung mengusap air matanya dan berkata,
hah, tidak apa sayang, oh ya kamu lapar atau haus sayang biar aku ambilkan buat kamu ya? ucap aditya tersenyum
aku mau minum aja sayang ucap tiwi
baik, sebentar aku ambilkan ucap aditya mengambil gelas yang berada di samping tiwi dan memberikannya pada tiwi,
ini sayang, pelan-pelan minumnya ucap aditya
tiwi pun minum dengan berlahan
setelah selesai tiwi minum aditya pun meletakkan gelas itu kembali ke tempatnya,
aditya pun duduk kembali di dekat tiwi menemani tiwi sambil terus menggenggam tangan tiwi,
sekarang kamu istirahat ya, aku jagain kamu di sini enggak akan pergi kemana-mana ucap aditya membelai kepala tiwi dengan lembut,
tiwi hanya diam terus memandang aditya, lalu berkata
sayang, soal orang yang mencelakai aku itu ucap tiwi terhenti karena jari aditya sudah menempel di bibir tiwi
bukan waktu nya untuk kita membahas itu sayang, kamu masih harus banyak istirahat, setelah kamu sembuh total baru kita bahas ya? sekarang kamu istirahat ucap aditya
tapi sayang aku mau tau ucap tiwi
aku akan menceritakan semuanya tapi enggak sekarang ucap aditya
tiwi tak dapat membantah, akhirnya tiwi memilih menuruti aditya dengan memejamkan matanya,
aditya yang memandang tiwi pun berkata dalam hati sambil mengelus kepala tiwi,
" maaf sayang aku bukannya tidak mau memberi tau hanya saja kesehatan kamu lebih penting sayang, aku enggak akan sanggup jika harus kehilangan kamu hanya karena masalah ini "
__ADS_1