Pilihanku Penyesalanku

Pilihanku Penyesalanku
43 keromantisan tiwi dan aditya membuat semua orang iri


__ADS_3

beberapa bulan telah berlalu setelah aditya berwisata dengan keluarga tiwi dan aditya yang mengetahui tentang penyakit tiwi


kebersamaan mereka semakin dekat, bisa di bilang tak terpisahkan,


aditya yang begitu menjaga tiwi tanpa tertinggal sedetikpun.


tiwi yang kini sudah banyak berubah menjadi lebih ceria, suka berbicara dan selalu meluapkan isi hati jika sedang kesal, marah atau ada masalah apa pun itu selalu iya ceritakan pada aditya,


yang pasti tiwi begitu manja pada aditya,


walau seperi itu aditya merasa senang berada di dekat tiwi karena itu lah yang aditya mau, menjadi orang yang selalu di butuhkan...


namun ada satu hal yang belum bisa aditya utarakan, itu adalah isi hatinya yang sebenarnya sudah memiliki perasaan pada tiwi, aditya tidak melakukan itu karena ia takut jika harus menyakiti perasaan tiwi suatu hari nanti, jika nantinya mereka tidak dapat bersama,


namun aditya ikhlas jika harus memendam perasaan ini, karena aditya hanya ingin melihat tiwi bahagia dan dapat melupakan trauma di masa lalunya,


buat aditya semua itu sudah cukup,


pagi hari aditya seperti biasa sudah berada di rumah tiwi untuk menjemput tiwi berangkat ke kampus bersama,


ting tong... suara bel berbunyi


setiap tiwi mendengar bel pagi hari ia akan bergegas keluar rumah untuk membukakan pagar, karena tiwi sudah hafal kalau itu pasti aditya,


biar tiwi aja yang buka... ucap tiwi bergegas menuju pintu


sayang jangan lari-lari... udah yati.


namun tiwi tidak menghiraukannya


dasar itu anak tiap hari seperti itu... ucap yati


sudah lah bu... ucap andre


yati pun terdiam dan melanjutkan sarapannya


sampainya di depan pintu pagar tiwi langsung membuka pintu dan memperlihatkan muka bahagianya


pagi... ucap aditya


ayo masuk... ucap tiwi tersenyum sambil menarik tangan aditya masuk ke dalam rumah


tiwi mengunci pintu lalu menggandeng tangan aditya masuk ke dalam rumah


ibu sama ayah ada di meja makan... ucap tiwi


ayo... ucap tiwi lagi


iya... iya... ucap aditya


sampai nya di meja makan,


pagi om tante... ucap aditya


eh... adit... ayo duduk kita sarapan... ucap bagas


iya kita sarapan sama-sama sini... ucap yati


makasih om tante... ucap aditya


ini... ucap tiwi memberikan piring yang berisi makanan yang barusan tiwi ambil,


aditya pun menerimanya,


makasih... ucap aditya


sama-sama... ucap tiwi


mereka pun sarapan bersama dengan penuh kegembiraan dan keceriaan...


andre yang lebih dulu berangkat kerja dan berpamitan...


sayang, aku berangkat dulu ya... ucap andre


ko buru-buru sarapannya belum abis... ucap yati


ayah harus nyampe kantor lebih cepat soalnya harus ngecek barang yang mau di kirim dan mau ada tamu juga yang mau pesan barang di toko ayah... jelas andre

__ADS_1


ya sudah hati-hati ya sayang... ucap yati


iya... ucap bagas


aditya om berangkat kerja dulu ya, seperti biasa tolong jagain anak manja om ini... ucap andre


ayah, siapa yang manja... ucap tiwi


andre hanya tertawa


iya om pasti saya jagain... ucap aditya


kamu ini... kesel tiwi dengan memukul lengan aditya


yati, andre dan aditya malah tertawa dengan sikap manja tiwi


ya sudah, ayah pergi dulu... ucap andre


oh ya sayang jangan nakal ya... ucap andre lagi pada tiwi


ayah... kesel tiwi


andre pun tertawa


ok ayah duluan... ucap andre pergi keluar rumah dengan di antar yati sampai depan rumah...


tinggallah aditya dan tiwi yang berada di meja makan


dengan muka kesal tiwi memandang aditya sambil memakan sarapannya dengan kasar,agar aditya menyadari kalau tiwi sedang kesal, namun aditya cuek hanya memakan sarapannya yang belum habis,


aditya sebenarnya menyadari kalau tiwi kesal namun aditya tidak meresponnya malah cuek pada tiwi,


batin aditya ingin rasanya tertawa namun ia tahan...


karena tidak ada respon tiwi hanya diam tidak bersuara,


andre dan yati yang sudah berada di depan rumah,


pergi dulu ya bu... ucap andre


hati-hati sayang... ucap yati


bay... ucap yati


melihat kepergian suaminya


yati kembali masuk ke dalam rumah menuju meja makan dan duduk menghabiskan sarapan...


saat sedang menikmati sarapan yati menyadari sesuatu ada yang aneh dari aditya dan tiwi,


yati memandangi mereka satu persatu, mengapa mereka hanya diam tidak seperti biasanya...


karena penasaran yati pun bertanya,


kalian kenapa? ada masalah... tanya yati


ibu tiwi berangkat... ucap tiwi tiba-tiba meninggalkan meja makan


yati semakin bingung melihat tiwi yang berlalu


aditya ada apa... tanya yati


ngambek tante soal tadi... ucap aditya


kalau gitu aditya susul dulu tiwi nya ya bu, aditya pamit... ucap aditya yang buru-buru mengejar tiwi


yati yang melihat tingkah mereka hanya menggelengkan kepala....


yati pun merapihkan meja makan dan rumah sebelum ia berangkat ke cafe


tiwi yang sudah lebih dulu keluar rumah kini sedang berjalan kaki menuju jalan besar untuk naik angkutan umum...


aditya yang baru saja keluar dari rumah mencari keberadaan tiwi dengan muka yang khawatir, namun tiwi tidak ada, aditya pun langsung masuk ke dalam mobil dan mencari tiwi,


tiwi yang sedang berjalan dengan perasaan kesal,


saat aditya menyusuri sepanjang jalan keluar komplek akhirnya aditya menemukan tiwi yang sedang berjalan sambil menundukkan wajah, aditya pun langsung menghampiri tiwi, aditya menghentikan mobilnya dan turun,

__ADS_1


tiwi... panggil aditya langsung mendekat ke arah tiwi dan memeluknya


kenapa kamu enggak nungguin aku, aku nyariin kamu tau dari tadi, aku khawatir sama kamu, bisa kan jangan kaya gini lagi.... ucap aditya panjang lebar


namun tiwi hanya diam


ayo masuk ke mobil... ucap aditya dengan menuntun tiwi masuk ke dalam mobil


tiwi hanya diam namun menuruti perkataan aditya,


setelah tiwi masuk ke dalam mobil, aditya pun langsung masuk dan menjalankan mobilnya,


sepanjang perjalanan tiwi hanya diam dan memandang ke arah depan jalan tanpa merubah posisi sama sekali,


aditya yang memperhatikan tiwi langsung berkata,


tiwi mau sampai kapan kamu marah? ucap aditya


tiwi tidak menjawab


karena aditya tidak mendapatkan jawaban apa-apa dari tiwi aditya pun tiba-tiba menghentikan mobilnya,


aditya mulai menarik nafas dan membuangnya lalu berkata,


sayang kamu mau diemin aku kaya gini terus, mau sampai kapan? kamu marah soal tadi.... ok, aku minta maaf, aku enggak bermaksud buat kamu marah, ayah sama aku tadi cuma mau godain kamu aja....


sekarang aku tanya, kenapa kamu marah di bilang manja?


tiwi tetap diam


tiwi sayang denger ya, aku malah senang kamu manja sama aku, sama ayah kamu, sama ibu kamu, aku senang ngeliat kamu yang sekarang,


ceria, bawel, suka ngambek, manja.... jadi aku mohon jangan marah ya? udah dong ngambeknya, nanti enggak cantik, aku juga enggak suka liat kamu ngambek kaga gini, aku lebih suka kamu marahin aku habis itu kamu baik lagi kaya biasanya... jelas aditya


tiwi mulai luluh namun belum mau bicara,


tiwi memandang aditya,


please jangan marah.... bujuk aditya sambil menggenggam tangan tiwi


akhirnya tiwi tersenyum,


nah gitu dong kan manis, sekarang kita ke kampus ya... ucap aditya,


tiwi pun mengangguk


aditya mengelus kepala tiwi dengan lembut, lalu aditya mulai menjalankan mobilnya menuju kampus dengan terus menggenggam tangan tiwi


jangan ngambek lagi ya.... ucap aditya sambil memandang tiwi,


tiwi menjawab dengan anggukan dan aditya pun tersenyum,


sampai lah mereka di kampus, mobil aditya parkir di tempat biasa aditya memarkirkan mobilnya,


aditya pun turun dari mobil tanpa kata dan berlari ke sisi kiri untuk membukakan pintu mobil tiwi,


banyak pasang mata yang memperhatikan mereka karena keromantisan mereka selama ini, banyak yang iri dengan mereka.


silahkan... ucap aditya dengan menggoda


apa sih kamu ini malu tau... ucap tiwi sambil keluar dari mobil


aditya hanya tersenyum mendengar ucapan tiwi


setelah tiwi keluar dari mobil aditya pun menutup pintu mobil


ayo kita masuk... ucap aditya


mereka pun masuk ke dalam kampus bersama,


aditya menggandeng tiwi hingga masuk ke dalam ruangan,


sepanjang perjalanan menuju kelas banyak pasang mata yang memperhatikan mereka, namun aditya cuek dengan pemandangan yang setiap hari sudah biasa aditya liat...


sampainya di kelas, aditya selalu duduk di sebelah tiwi...


sekarang tiwi tidak pernah mengeluarkan buku novel dan mendengarkan musik jika ada aditya di dekatnya,jika sampai tiwi melakukannya aditya akan marah padanya, karena aditya merasa kalau tiwi mengacuhkannya....

__ADS_1


maka mereka akan mengobrol dan bercanda selama dosen belum masuk ke ruangan...


__ADS_2