Pilihanku Penyesalanku

Pilihanku Penyesalanku
56 liburan indah dan penyakit tiwi yang kambuh


__ADS_3

indahnya pemandangan sepanjang jalan menuju tempat tujuan yang akan mereka datangi,


namun danu belum memberi tau tiwi kemana ia akan mengajak tiwi berlibur,


namun buat tiwi itu tidak masalah, asal bersama aditya,


tiwi hanya diam sepanjang jalan perjalanan mereka menuju tempat wisata,


aditya pun sesekali memandangi tiwi yang hanya diam dan berkata,


sayang kamu kenapa? ucap aditya


tidak, hanya menikmati pemandangan saja, indah... ucap tiwi


oh ya aditya kita sebenarnya mau ke mana? ucap tiwi


nanti juga kamu akan tau sayang, pokoknya tempatnya menyenangkan dan indah, kamu pasti suka... ucap aditya


serius... wah enggak sabar pengen cepat sampai... ucap tiwi


sabar ya sayang... ucap aditya tersenyum,


aditya pun kembali fokus mengemudi dan tiwi kembali menikmati pemandangan,


beberapa jam kemudian,


akhirnya mereka pun telah sampai di tempat yang di maksud oleh aditya,


mobil aditya pun masuk ke dalam area resort,


aditya pun memarkirkan mobilnya,


ayo turun, kita sudah sampai... ucap aditya


tiwi pun masih melihat ke kanan dan ke kiri,


wah bagus sekali... ini tempat kita menginap? ucap tiwi


iya sayang, ini tempat yang kamu mau, ayo turun... ucap aditya


tiwi pun tersenyum,


makasih sayang... ucap tiwi spontan


aditya hampir tak percaya dengan apa yang ia dengar, karena selama dekat dengan tiwi, baru kali ini tiwi memanggilnya sayang,


ko bengong, ayo turun... ucap tiwi bersemangat yang sudah turun lebih dulu dari mobil


aditya pun tersadar, hanya tersenyum dengan tingkah tiwi yang sudah turun dari mobil,


aditya pun turun dari mobil menyusul tiwi,


dengan suasana resort yang begitu indah di pandang dan ini adalah resort yang tiwi inginkan karena di resort ini ada pemandangan pantai langsung, semua ini membuat tiwi senang di ajak berlibur seperti ini karena aditya selalu bisa membuat tiwi bahagia, apa lagi tiwi pergi bersama aditya yang membuat tiwi tambah bahagia tentunya,


sebenarnya tiwi sudah mulai membuka hatinya pada aditya, namun aditya memilih berjalan aman, alias pelan-pelan, karena aditya yakin jika tiwi sudah berada di titik aman dan nyaman pada aditya, makan tiwi akan membuka hatinya kembali,


ayo kita masuk sayang... ucap aditya yang sudah berada di luar mobil,


ayo... ucap tiwi tersenyum


mereka pun masuk ke dalam resort,


selamat datang silahkan masuk... ucap resepsionis dengan ramah yang berada di depan pintu resort,


aditya dan tiwi pun dengan ramah membalas senyuman karyawan yang menjaga pintu masuk resort,


aditya dan tiwi pun masuk ke dalam resort menuju meja resepsionis untuk reservasi,


selamat siang, ada yang bisa di bantu... ucap karyawan resepsionis


siang mbak, saya mau reservasi kamar atas nama aditya... ucap aditya


baik, tunggu sebentar saya bantu reservasi... ucap karyawan resepsionis,


karyawan resepsionis pun langsung membantu aditya untuk reservasi kamar,


aditya dan tiwi pun menunggu sesaat,


tak lama kemudian,


silahkan pak ini kunci kamarnya, selamat menikmati liburan anda, semoga menyenangkan ... ucap karyawan resepsionis sambil memberikan kunci kamar penginapan aditya dan tiwi,


makasih... ucap tiwi dan aditya


mereka pun menuju kamar penginapan dengan pemandangan pantai,


saat tiwi dan aditya menuju kamar mereka, mata mereka sudah di sambut dengan pemandangan pantai yang indah,


wah indah sekali... ucap tiwi sambil melangkah menuju kamar mereka,


aditya tersenyum membiarkan tiwi memanjakan matanya,


hingga akhirnya mereka pun telah sampai di kamar yang mereka pesan,


namun mereka tidak satu kamar berdua,


aditya memesan dua kamar dan kamar mereka bersebelahan,


nah kita sudah sampai,


ini kamar kamu... ucap aditya sambil membuka pintu kamar milik tiwi dan masuk ke dalamnya,


wah bagus sekali kamarnya... ucap tiwi melihat isi kamar yang begitu indah,


kamu suka... ucap aditya

__ADS_1


suka banget... ucap tiwi


nah sekarang kamu istirahat ya, nanti sore baru kita jalan-jalan di pantai... ucap aditya yang langsung melangkah keluar,


kamu mau ke mana... ucap tiwi yang bingung kenapa aditya mau keluar dari kamar,


mau ke kamar dong sayang, aku pesan dua kamar, kamar aku ada di sebelah kok enggak jauh... ucap aditya tersenyum melihat ekspresi muka tiwi


tiwi terdiam,


aditya pun mendekat dan duduk di samping tiwi,


sayang kita enggak mungkin satu kamar kan lagian aku enggak mau sampai terjadi hal yang tidak di inginkan sebelum kita menikah... ucap aditya


iya... ucap tiwi tersenyum.


kalau gitu aku ke kamar dulu ya? kamu istirahat ya? jangan lupa bersih-bersih setelah perjalanan jauh... ucap aditya


iya sayang, udah sana kamu ke kamar.... ucap tiwi


aditya tersenyum, iya, aku ke kamar... ucap aditya berdiri dan melangkah keluar meninggalkan tiwi sendiri,


aditya yang sudah keluar dari kamar tiwi,


tiwi langsung menikmati pemandangan indah sejenak,


setalah puas memandang pemandangan, tiwi pun memutuskan untuk mandi lalu beristirahat karena aditya akan mengajaknya jalan-jalan pada sore hari,


aditya pun masuk ke dalam kamarnya dan langsung menuju tempat tidur untuk membaringkan badannya sejenak yang terasa lelah, setelah perjalanan jauh,


aditya pun mengambil ponsel yang yang berada di saku celananya untuk menelpon andre memberi kabar bahwa aditya dan tiwi sudah sampai,


aditya pun langsung menghubungi andre,


tut


tut


tut


suara telepon tersambung,


ponsel andre berdering,


kring


kring


kring,


andre yang berada di meja kerjanya, langsung melihat layar ponsel dan langsung mengangkatnya,


halo adit, kalian sudah sampai... ucap andre


sudah yah, kita baru saja sampai, sekarang tiwi sedang istirahat di kamarnya... ucap aditya


iya yah... ucap aditya


andre pun menutup teleponnya dan melanjutkan kembali bekerja,


andre yang sudah mematikan telepon nya, aditya pun meletakkan ponselnya di atas lemari kecil samping tempat tidurnya,


aditya pun berdiri dan masuk ke dalam kamar mandi untuk menyegarkan badan dan beristirahat,


hari pun sudah menjelang sore,


tiwi sudah terbangun dari tidurnya dan bersiap-siap karena sudah tak sabar untuk berkeliling di area pantai bersama aditya,


tiwi yang sudah rapih tinggal menunggu aditya datang,


aditya yang berada di kamarnya pun sudah berpakaian rapih dan siap untuk pergi mengajak tiwi jalan-jalan di sekitar pantai,


aditya pun keluar dari kamarnya menuju kamar tiwi,


tok


tok


tok


suara pintu di ketuk,


tiwi yang sedang duduk santai, mendengar suara ketukan pintu langsung tersenyum dan langsung buru-buru beranjak dari duduknya untuk membuka pintu,


karena tiwi tau itu pasti aditya,


saat tiwi membuka pintu,


ayo kita berangkat... ucap tiwi ceria dan bersemangat


aditya langsung tersenyum,


kamu dari tadi nungguin... ucap aditya tersenyum


iya, udah enggak sabar pengen jalan-jalan... ucap tiwi yang langsung keluar dari kamarnya


ayo kita jalan-jalan... ucap tiwi yang langsung menarik aditya,


aditya pun pasrah dan hanya mengikuti keinginan tiwi,


baru kali ini aditya melihat tiwi yang begitu ceria,


seperti tak ada beban di hatinya dan tak memikirkan kondisinya,


maka dari itu aditya berusaha untuk membuat tiwi bahagia dan nyaman jika berada di sisinya,

__ADS_1


aditya dan tiwi pun menikmati indahnya pantai di sore hari,


mereka yang begitu bahagia, bercanda dan bergurau di tepi pantai,


hingga senja tiba,


tiwi dan aditya duduk di hamparan pasir tepi pantai


menikmati matahari yang akan terbenam,


namun tiba-tiba tiwi merasa sakit di bagian jantungnya dan nafasnya yang sesak,


namun tiwi berusaha mengontrol dirinya,


memang tadi tiwi begitu bersemangat bermain di pantai,


namun tiwi tak berkata apa-apa pada aditya,karena tak ingin merusak momen indah mereka,


muka tiwi pun susah terlihat pucat,


badan tiwi merasa lemas, tangan tiwi mulai dingin, tiwi pun akhirnya bersandar di pundak aditya sambil menikmati matahari terbenam berusaha bersikap biasa saja, agar aditya tidak khawatir pada dirinya,


indah sekali... ucap tiwi dengan suara lembut


apa kamu senang hari ini sayang... ucap aditya


tiwi mengangguk lalu berkata,


makasih untuk hari ini, aku senang sekali... ucap tiwi


aditya pun tersenyum


sama-sama sayang, aku akan selalu membuat kamu bahagia... ucap aditya


aku percaya, aku juga berharap kita bisa seperti ini terus... ucap tiwi mulai lemah


aku berjanji kita akan sering berlibur seperti ini... ucap aditya


tiwi pun mengangguk dengan pelan dan mulai memejamkan mata,


tiwi sudah begitu lemas,


namun tiwi tetap menemani aditya,


mereka tetap duduk menikmati senja,


beberapa menit kemudian aditya menyadari tidak ada pergerakan dari tiwi,


aditya pun mulai melihat ke arah tiwi memastikan kondisi tiwi baik-baik saja dan memanggilnya,


tiwi... ucap aditya memanggil,


namun tiwi tidak bergerak dan tidak menjawab panggilan aditya tapi tiwi masih bisa mendengar,


aditya pun memanggil tiwi sambil memegang tangan tiwi,


sontak aditya langsung panik, karena tangan tiwi begitu dingin dan tiwi yang tidak bergerak,


tiwi kamu kenapa? ko tangan kamu dingin banget... ucap aditya langsung merangkul tiwi,


namun tiwi sudah lemas, mata nya pun sudah terpejam,


tiwi, kamu jangan bikin aku takut, kamu kenapa sayang.... ucap aditya yang sudah memandang tiwi dengan panik sambil menepuk pipi tiwi


tiwi pun berlahan membuka mata dan berkata,


aditya yang melihat langsung berkata,


sayang kamu kenapa? jangan bikin takut aku.... ucap aditya


obat obat... ucap tiwi dengan suara pelan lalu menutup matanya kembali karena lemas,


iya sayang, kamu yang kuat ya sayang... ucap aditya yang paham langsung menggendong tiwi meninggalkan pantai dan membawa tiwi kembali ke penginapan,


sampainya di penginapan, aditya langsung membaringkan tiwi di atas tempat tidurnya,


aditya pun langsung mencari obat yang tiwi maksud yang biasa ia minum jika kambuh,


aditya membongkar tas tiwi mencari obat yang tiwi maksud,


saat aditya menemukan obat yang di maksud, aditya pun bergegas memberikan obat itu pada tiwi,


setelah tiwi meminum obatnya, aditya pun menemani tiwi,


ada perasaan kesal dalam hati aditya melihat kondisi tiwi, jika tadi tiwi tak bersama aditya entah apa jadinya,


jika saja terjadi sesuatu dengan tiwi aditya akan sangat bersalah dan menyesal pada dirinya sendiri,


aditya terus memandang wajah tiwi yang lemah,


kenapa kamu memaksakan diri kamu sayang, kenapa kamu enggak bilang kalau kamu sakit, aku enggak suka melihat kamu seperti ini, itu membuat hati aku sakit.... ucap aditya


tiwi mendengar ucapan aditya,


tiwi menyentuh pipi aditya sambil berkata,


aku baik-baik saja aditya, kamu jangan sedih seperti itu, jangan menyalahkan diri kamu sendiri.... ucap tiwi dengan suara lemah


aditya yang masih memandang tiwi pun menangis tanpa berkata apa-apa,


jangan menangis dan jangan beri tau ayah dan ibu... ucap tiwi


aditya pun mengangguk dan berkata,


iya sayang, aku hanya takut terjadi sesuatu dengan kamu tadi, sekarang kamu istirahat ya sayang, aku enggak kemana-mana, akan di sini nemenin kamu... ucap aditya sambil mengelus kepala tiwi

__ADS_1


tiwi pun mengangguk dan memejamkan matanya kembali,


__ADS_2