Pilihanku Penyesalanku

Pilihanku Penyesalanku
42 aditya yang mengetahui penyakit tiwi


__ADS_3

matahari masih belum menampakan cahayanya,


karena sedari subuh yati sudah sibuk di dapur untuk memasak beberapa menu makanan yang akan yati bawa dan mempersiapkan sarapan pagi sebelum mereka berangkat ke pantai,


sedangkan andre dan tiwi masih terjaga oleh tidurnya yang lelap...


berlahan cahaya mentari mulai memancarkan cahayanya,


hari mulai terang termasuk yati yang sudah selesai memasak dan mempersiapkan semuanya...


setelah semua selesai, yati pun kembali ke kamar untuk membersihkan diri dan membangunkan andre yang masih tertidur,


tiwi pun baru saja terbangun dari tidurnya, tiwi terduduk di ranjang dengan nyawa yang masih belum sepenuhnya berkumpul...


yati yang berada di kamar sudah membangunkan andre


sayang, ayo bangun.... ucap yati pada andre


iya sayang... ucap andre yang sudah bangun dari tidurnya


aku mandi dulu ya sayang.... ucap yati


iya bu... ucap andre


tapi kamu bangun, habis aku selesai mandi giliran kamu yang mandi.... ucap yati


iya sayang... ucap andre yang masih memejamkan matanya


ok... ucap yati


lalu melangkah menuju makar mandi


aditya yang sekarang masih berada di rumahnya baru saja selesai mandi lalu mengenakan baju setelah selesai aditya keluar dari kamarnya dengan membawa sebuah tas ransel menuju meja makan...


tuan sarapannya sudah siap... ucap pembantu aditya


aditya pun langsung duduk di meja makan dengan dilayani pembantu wanita yang sudah terlihat tua...


silahkan tuan... ucap pelayan


makasih... ucap aditya


pelayan itu pun meninggalkan aditya setelah melayani aditya dan kembali mengerjakan pekerjaan yang belum ia selesaikan


aditya sarapan seorang diri karena memang ia hanya tinggal sendiri di rumah yang terbilang cukup besar,


karena orang tuanya yang memang tinggal beda kota dengannya yang sedang mengelola bisnis dan tidak memungkinkan untuk orang tuanya bolak balik mengunjunginya....


selesai sarapan aditya pun berangkat ke rumah tiwi,


bibi... saya berangkat dulu ya... ucap aditya


hati-hati den... ucap bibi


iya bibi... makasih... ucap aditya


aditya pun melangkah menuju mobilnya,


aditya yang sudah meninggalkan rumah di saksikan oleh pembantunya,


setelah majikan mudanya pergi, bibi pun merapihkan rumah...


caca yang sudah mode siap, langsung menuju meja makan ternyata di sana sudah ada andre dan yati yang sedang sarapan...


pagi.... ucap tiwi


pagi sayang... ucap yati


mereka pun mulai sarapan


saat andre, yati dan tiwi sedang menikmati sarapan


bel pun berbunyi....


tiwi yang sedang sarapan pun langsung tersenyum dan berlari ke luar rumah untuk membukakan pintu pagar,


andre yang melihat merasa heran dengan tingkah anaknya...


anak itu bersemangat sekali... ucap andre


biasalah yah, namanya juga lagi jatuh cinta.... ucap yati


maksud ibu... ucap andre


ayah ini kaya enggak pernah muda aja... ucap yati


andre pun tak memperpanjang obrolan dan kembali memakan sarapan yang ada di hadapannya dengan segelas kopi


yati hanya tersenyum melihat tingkah suaminya..


tiwi yang sudah keluar rumah langsung membukakan pagar untuk aditya,


setelah pagar terbuka mobil aditya pun masuk ke halaman rumah,


tiwi menutup kembali pagar dan menguncinya lalu bergegas mendekat ke aditya yang sudah keluar dari mobil sambil membawa tas yang tadi ia bawa,


tiwi tersenyum memandang aditya pagi ini yang menurutnya begitu ganteng,


ayo masuk... ucap tiwi


aditya pun tersenyum sambil mengelus kepala tiwi


ayo.... ajak tiwi


yuk... ucap aditya


mereka pun masuk ke dalam rumah tiwi bersamaan.


kita ke meja makan, ayah dan ibu ada di sana sedang sarapan... ucap tiwi yang sudah berada di dalam rumah melangkah ke arah meja makan


aditya pun mengangguk, sebelum sampai di meja makan, aditya berhenti di ruang TV untuk meletakkan ransel yang ia bawa, setelah itu barulah mereka menuju meja makan...


sampainya di ruang makan,


ayah ibu aditya sudah datang... ucap tiwi


ayo duduk.... ucap yati


aditya pun tersenyum dan menganggukkan kepala, tiwi menarik aditya untuk ikut duduk bersama di meja makan...


ayo sarapan.... ucap andre


saya sudah sarapan om tante sebelum berangkat ke sini... ucap aditya


ooo gitu... kalau gitu minum ya... ucap yati


boleh tante.... ucap aditya


gimana kuliah kalian... tanya andre pada aditya


baik om... semuanya lancar... ucap aditya


bagus lah kalau begitu, gimana tiwi di kampus? tanya andre


ayah.... ucap tiwi merasa di interogasi


aditya melihat ke arah tiwi lalu berkata


baik juga om, tiwi selalu sama saya di kampus dan mengikuti semua mata kuliah... ucap aditya


bagus.... tolong awasi tiwi ya... ucap andre


baik om... ucap aditya


ayah aku bukan anak kecil lagi... protes tiwi


tapi kamu tetap anak kecilnya ayah... ucap andre


tiwi merasa kesal dengan sikap ayahnya


yati yang melihat kelakuan ayah dan anak hanya tersenyum dan berkata,


sudah... sudah... harap maklum ya aditya seperti itu lah mereka.... ucap yati


enggak apa-apa tante... ucap aditya


yati tersenyum....


mereka pun melanjutkan sarapannya...


setelah selesai sarapan,


andre mengajak aditya menuju ruang tv,


ayo adit kita keruang tv.... ucap andre


iya om... ucap aditya


sedangkan yati merapihkan meja makan dan dapur di bantu oleh tiwi...


setelah semuanya selesai,


yati meminta tolong pada tiwi untuk merapihkan kotak makanan yang akan mereka pada untuk piknik,


wi... tolong susun kotak makanan yang sudah ibu siapkan dan masukkan ke dalam tas ya sayang...


ibu mau merapihkan yang lainnya... ucap yati


iya bu... ucap tiwi


mereka melakukan pekerjaan masing-masing...


setelah semuanya selesai yati dan tiwi membawa makanan itu ke ruang tv dimana aditya dan andre berada...


sudah siap semuanya... tanya andre

__ADS_1


sudah yah... ucap yati


kalau gitu biar kita masukkan ke mobil... ucap aditya


iya... ucap yati


ibu mau ke kamar ambil tas... ucap yati


tiwi juga mau ambil tas di kamar... ucap tiwi


tiwi dan yati menuju makar masing-masing,


ayo... ucap andre


iya om... ucap aditya


andre dan aditya bangkit dari duduknya, membawa makanan serta keperluan lainnya yang akan di masukkan ke dalam mobil


aditya dan andre melangkah keluar rumah menuju mobil yang akan di pakai untuk berwisata.,.


andre membuka bagasi mobil, satu persatu barang bawaan dan makanan mereka masukkan ke dalamnya dengan rapih... setelah semuanya selesai, mereka tinggal menunggu para wanita yang masih berada di dalam...


ayo... ucap yati yang sudah keluar bersama tiwi


mereka pun masuk ke dalam mobil, andre mengeluarkan mobil dari garasi,


setelah mobil keluar dari halaman rumah, andre mengecek kembali keadaan rumah sudah terkunci dengan benar dan merasa aman,


barulah andre kembali masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya.,.


seperti biasa tiwi akan mengeluarkan headphone dan mulai mendengarkan musik sepanjang perjalanan menuju pantai sambil menikmati pemandangan yang indah penuh dengan pepohonan,


tak terasa sampailah mereka di pantai....


tiwi yang melihat keindahan pantai langsung turun dari mobil dan berlari...


yati yang melihat tiwi berlari langsung panik dan berteriak


sayang... jangan lari-lari... ucap yati


tapi tiwi terus berlari dengan gembira sesekali membalikkan badannya dan melambai ke arah andre, yati dan aditya dengan tertawa lepas...


yah... ucap yati


sudah percaya saja sama anakmu bu... ucap andre


tapi nanti dia kumat... ucap yati


percaya enggak akan ada apa-apa... ucap andre


yati pun pasrah...


aditya yang melihat interaksi andre dan yati seperti ada sesuatu yang mereka cemaskan,


rasa penasaran muncul pada aditya, namun dia tak berani bertanya


aditya langsung membantu andre dan yati untuk mengangkat barang yang di bawa tadi dari rumah


ayo... ucap andre pada yati dan aditya


andre melangkah ke sebuah saung yang di ikuti yati dan andre,


sampai di saung yang di tujuan mereka meletakkan barang bawaannya di sana


mereka duduk di saung itu sambil melihat tiwi yang sudah berada di pantai,


yati yang terus mengawasi tiwi karena cemas penyakit nya akan kambuh jika ia kecapean


andre yang melihat raut wajar yati langsung berkata


sudah bu, tenang saja... percaya sama tiwi, tiwi pasti tau batasannya bu... ucap andre


tetap saja yah aku enggak tenang... ucap yati


andre pun menggenggam tangan yati berharap bisa sedikit tenang, yati pun membalas genggaman andre.


ada apa sebenarnya.... ucap batin aditya yang melihat wajah yati yang terlihat cemas,


lalu aditya memandang tiwi yang berada jauh di tepi pantai yang sedang berlarian menikmati air laut dengan ekspresi wajah yang penuh tanya...


saat andre, yati, dan aditya sedang memandang tiwi, Tiba-tiba tiwi melihat ke arah mereka dengan ceria sambil melambaikan tangan mengajak mereka untuk bermain bersama tiwi....


om tante saya mau ke tempat tiwi dulu ya... ucap aditya


iya, tolong jaga dan awasi tiwi ya... ucap yati cemas


baik tante... saya pergi dulu... ucap aditya


iya, kamu juga hati-hati jangan sampai cedera... ucap andre


iya om... ucap aditya


aditya pun langsung bergegas menyusul tiwi yang sedang asik main air dan pasir di tepi pantai...


tiwi.... panggil aditya


sini... sini.... ucap tiwi sambil senyum ceria


saat aditya sudah mendekat, tiwi menyiram aditya dengan air laut, seketika aditya melindungi dirinya dari air namun percuma karena bajunya sudah basah karena ulah tiwi, akhirnya mereka pun main air dan saling kejar-kejaran


karena tiwi merasa bahagia, tiwi sampai melupakan kalau dirinya tidak bisa capek,


yati melihat mereka yang saling kejar-kejaran merasa khawatir pada tiwi.


sayang... apa enggak akan apa-apa sama tiwi? ucap yati


tenang saja sayang, tiwi tau batasannya ko, dia sudah besar.... ucap andre


tapi liat itu sayang... aditya kan belum tau soal penyakit tiwi? ucap yati


dia bisa merasakan badannya sendiri, jika sudah tidak merasa enak pasti dia akan berhenti... ucap andre


yah.. itu anak kamu apa tidak merasa cemas... ucap yati


biarkan dia bersenang-senang... ucap andre berusaha tenang


yati tak bisa berkutik... hanya dapat melihat anaknya yang sedang berlari dengan bahagia di sana.


benar saja, tidak lama setelah andre berbicara.


tiwi berhenti berlari dan terduduk di atas hamparan pasir tepi pantai, seketika aditya yang melihat tiwi langsung menghampiri tiwi dengan cemas...


kamu kenapa? tanya aditya


namun tiwi seperti menahan sakit di dadanya,


yati yang melihat itu langsung terkejut dan berdiri...


namun andre menahannya


jangan... ucap andre


tapi yah, itu tiwi... ucap yati menunjuk ke arah tiwi dan andre


biar kan saja, kita liat seberapa sayang dan pedulinya aditya pada tiwi setelah melihat tiwi seperti itu... ucap andre


maksud kamu yah... ucap yati tidak paham


saya mau melihat ketulusan hati aditya pada tiwi, apa dia menerima keadaan tiwi yang seperti itu... ucap andre


yati mulai luluh dan duduk kembali di saung bersama andre


tiwi hanya memegangi dada tiwi, aditya yang melihat baru lah faham dengan apa yang di cemaskan yati tadi pada saat di saung,


aditya langsung menggendong tiwi kembali ke saung dengan perasaan cemas dengan langkah yang di percepat


tahan wi... ucap aditya yang berlari ke saung


saat sampai di saung yati langsung menghampiri tiwi,


sayang... kamu enggak apa-apa kan? ucap yati cemas


yah... obat... obat.... cepat yah... obat.... ucap yati panik


andre langsung mengambil obat dari tas tiwi dan memberikan pada yati,


yati langsung memberikan pada tiwi untuk meminumnya,


setelah meminum obat, tiwi seperti tidak sadarkan diri,


aditya yang melihat merasa menyesal dengan kejadian yang membuat tiwi seperti ini,


andre yang melihat, langsung memenangkan aditya yang murung dengan menepuk pundak aditya,


setelah itu aditya pun meninggalkan saung dan duduk di bawah pohon yang tak jauh dari saung yang mereka tempati,


yati yang melihat kepergian aditya, langsung menyenggol lengan andre dan meminta andre untuk menyusul aditya.


andre pun menyusul aditya yang sedang terduduk,


kamu kenapa? ucap andre yang sudah duduk di sebelah aditya


maafkan saya om, saya tidak bisa menjaga tiwi... ucap aditya


bukan salah kamu, saya yang minta maaf karena tidak memberi tau soal tiwi yang sebenarnya... ucap andre


maksud om apa?emang tiwi kenapa? ucap aditya yang bingung


sebenarnya tiwi sakit sudah lama sebelum dia kenal kamu... ucap andre


sakit? sakit apa om? kenapa om enggak kasih tau aditya... ucap aditya yang semakin bingung


lemah jantung... ucap andre tertunduk


apa... kaget aditya

__ADS_1


iya... om bukan bermaksud tidak memberi tau kamu, cuma om enggak mau kamu dekat dengan anak om karena kasihan... selama ini dia menutup diri karena merasa ia enggak sempurna dan selama ini ia bergerak sangat terbatas karena ia enggak bisa melakukan aktifitas berat... ucap andre


jadi maksud om, om mau melihat saya tulus atau tidak dengan tiwi.... ucap aditya


betul... mangkanya saya cuma bilang, kamu harus jaga tiwi dengan baik pada saat itu... ucap andre


saya paham kekhawatiran om dan tante, tapi saya tulus dekat dengan anak om selama ini. soal penyakit anak om saya enggak mempermasalahkan itu dan saya tidak akan berbicara apa-apa pada tiwi soal om memberi tau saya soal penyakitnya... ucap aditya


makasih nak... ucap andre


beberapa menit kemudian keadaan tiwi mulai membaik dan sadar...


sayang kamu sudah sadar... ucap yati


berlahan tiwi membuka mata dan seperti mencari sesuatu...


ayah.... panggil yati


andre yang mendengar langsung melihat ke arah saung dan mengajak aditya untuk menuju saung


ada apa ya? ucap andre


ayo adit kita liat... ucap andre lagi


mereka pun bergegas ke saung, melihat apa yang terjadi...


saat sampai saung aditya dan andre melihat tiwi yang sudah siuman,


sayang gimana keadaan kamu... tanya andre


sudah baikan yah... ucap tiwi


syukurlah... ucap andre


minum dulu sayang... ucap yati yang menyodorkan air mineral


aditya hanya diam memandang tiwi, merasa sedih melihat wanita yang selama ini dia anggap tegar dan kuat


tapi ternyata dia wanita yang rapuh dan lemah.


tiwi memandang aditya dengan tersenyum,


yati dan andre yang melihat hanya diam menyaksikan anak mereka yang mulai bisa mencintai seorang laki-laki,


kamu kenapa? tanya tiwi yang melihat aditya hanya mematung


hah.... enggak ko enggak apa-apa... ucap aditya


tiwi hanya tersenyum pada aditya dan tertunduk, dalam hati tiwi aditya sudah mengetahui penyakit yang ia alami namun tiwi pasrah jika dia akan pergi dari hidupnya,


aditya, temenin aku jalan-jalan yuk... ucap tiwi


sayang kamu baru baikan... ucap yati


aku enggak apa-apa bu, aku sudah baikan ko... ucap tiwi


andre memberi isyarat dengan menyenggol yati,


yati yang mengerti langsung memberi izin,


baik lah... jangan lama-lama ya karena sudah mau waktunya makan siang... ucap yati


iya ibu... ucap tiwi


aditya titip tiwi ya... ucap yati


baik tante... ucap aditya


aditya pun membantu tiwi turun dari saung dan menuntunnya berjalan sepanjang pantai...


yati yang melihat tiwi, langsung di rangkul andre


sudah jangan, sedih seperti itu... ucap andre


aku enggak tega liat tiwi yang harus mengalami ini semua... ucap yati


ini sudah takdir bu... kita harus kuat... sudah biarkan mereka berbicara, menyelesaikan masalah mereka sendiri... kita tidak bisa ikut campur bu, karena itu masalah hati.... ucap andre


iya.. ucap yati


sekarang kita makan saja makanan yang sudah di bawa sambil menunggu mereka kembali... ucap andre


yati yang mendengar ucapan andre langsung mengeluarkan cemilan, minuman dan makanan yang yati bawa


tiwi dan aditya yang sudah berjalan sepanjang pantai hanya diam,


tiwi yang melihat ke bawah dan aditya yang terus memandang tiwi,


kamu kenapa wi... tanya aditya


enggak aku cuma mau berdua sama kamu... ucap tiwi


terus kenapa diam saja? apa lagi ada yang kamu pikirin... ucap aditya


tiwi tak menjawab hanya diam, namun tak lama kemudian


Adit... panggil


iya, wi... kenapa? ucap aditya


soal tadi... ucap tiwi terhenti


udah enggak usah dibahas dan enggak usah kamu pikirin ya... ucap aditya lembut


tapi adit.... ucap tiwi


udah, aku bilang enggak usah di bahas ok, yang penting kamu harus janji sama aku jangan di ulang lagi kaya tadi.... ucap aditya


sebenarnya aku enggak mau aku terlihat kaya tadi depan kamu... ucap tiwi


sudah jangan sedih... aku tetap sama kamu ko dan selalu jagain kamu... ok... ucap aditya yang menghentikan langkahnya dan memandang mata tiwi hingga wajah mereka begitu dekat,


lalu aditya memeluk tiwi yang membuat tiwi merasa nyaman dan membalas pelukannya


makasih... ucap tiwi dalam pelukan


sama-sama... ucap aditya


ya udah ayo lita kembali ke saung nanti ayah sama ibu lama menunggu kita untuk makan siang... ucap aditya


tiwi pun menganggukkan kepala,


mereka pun melangkah kembali ke saung dimana andre dan yati berada


tak lama mereka muncul...


ayah ibu... ucap tiwi dengan bahagia


kalian dari mana saja... ucap yati


jalan-jalan... ucap tiwi langsung duduk


yati dan andre melihat tiwi yang begitu bahagia setelah tadi berjalan-jalan bersama aditya,


andre bertanya pada aditya, dengan isyarat,


aditya tersenyum.... semua baik-baik aja om... ucap aditya


bagus... ucap andre


kalau gitu ayo kita makan.... ucap andre lagi


iya ayo.... ucap tiwi


yati pun mengeluarkan semua lauk pauk yang tadi di bawa oleh yati...


mereka pun menikmati hidangan hari ini dan menyantapnya dengan gembira karena suasana yang beda dan jarang mereka rasakan....


hingga akhirnya mereka pun selesai makan siang,


yati merapihkan piring dan tempat makanan ke dalam kotak besar yang tadi di pakai untuk membawa makanan....


andre dan aditya serta tiwi dan yati menikmati pemandangan pantai yang sudah semakin sore


aditya kita ke sana yuk... ucap tiwi menunjuk ke pinggir pantai sambil menikmati suasana sore,


boleh tapi jangan kaya tadi... ucap aditya


janji... ucap tiwi


mereka pun menuju pantai dan duduk di pinggir pantai sambil menikmati keindahan pantai ini dan angin sepoi-sepoi


tanpa terasa hari mulai gelap,


andre yang yati pun mulai merapihkan barang-barang dan memasukkan ke dalam mobil lalu mengajak aditya dan tiwi untuk pulang,


aditya tiwi ayo kita pulang.... ucap yati


mereka yang mendengar segera meninggalkan tempat yang mereka duduki dan menuju mobil


ayo sayang sudah sore.. ucap yati


ayo wi kita pulang... ucap aditya


tapi kan tiwi mau liat sunset bu... ucap tiwi


lain kali saja kalian pergi berdua... ucap yati


tiwi memasang muka murung


sudah, lain kali aku ajak kamu ke sini untuk melihat sunset bersama... ucap aditya


betul enggak bohong... ucap tiwi girang


iya janji... ucap aditya

__ADS_1


baik lah... ayo kita pulang... ucap tiwi


mereka pun masuki ke dalam mobil dan meninggalkan pantai...


__ADS_2