Pilihanku Penyesalanku

Pilihanku Penyesalanku
45 tiwi yang menghindar dari aditya


__ADS_3

aditya merasa tidak tenang dengan sikap tiwi yang menghindar darinya, karena aditya tidak tau apa yang sebenarnya terjadi dengan tiwi hingga sikapnya berubah terhadap aditya,


karena aditya merasa dia enggak ada masalah dengan tiwi...


aditya datang ke rumah tiwi seperti biasa untuk menjemput tiwi berangkat ke kampus bersama,


aditya yang sudah berada di depan rumah tiwi, langsung masuk ke dalam halaman rumah dan menekan bel,


ting tong


ting tong


ting tong


permisi.... ucap aditya


yati yang mendengar suara bel langsung berjalan menuju pintu,


iya sebentar ... ucap yati


saat yati membuka pintu,


em aditya.. ucap yati


iya tante, tiwi nya ada tan... ucap aditya


ada adit, cuma dia enggak ke kampus, katanya enggak enak badan... ucap yati


ooo, sakit apa tante... ucap aditya


ibu kurang tau, soalnya dari semalam dia enggak mau keluar kamar, pintunya pun di kunci.... ucap yati


kalau gitu saya mau menjenguknya tante, apa bisa... ucap aditya


maaf aditya, tapi tiwi pesan kalau dia enggak mau ketemu sama kamu... sebenarnya kalian ada masalah apa, sampai-sampai tiwi marah seperti ini... ucap yati yang tak mengerti apa masalah mereka


saya kurang tau tante, setau saya kita enggak ada masalah apa-apa malah terakhir ketemu kita baik-baik aja... ucap aditya


jadi tiwi kenapa... ucap yati berpikir


tapi tan, tiwi sempet aneh waktu di kampus... ucap aditya


maksud kamu, aneh gimana... ucap yati


iya tan, aneh... waktu di kampus pas jam kelas, tiwi sempet permisi ke toilet dan pas itu tiwi masih baik-baik aja malah dia bilang ke saya mau ke toilet, tapi tiwi aneh pas dia habis dari toilet, tiwi langsung diam tanpa ngomong apa-apa, malah pas kita mau pulang dia pun tetap diam malah dia minta duduk di taman habis itu di nangis waktu saya tanya kenapa terus kabur ninggalin saya.... jelas aditya


aneh, enggak biasanya dia kaya gini kalau enggak ada masalah adit.... ucap yati


aditya juga aneh tante, kenapa tiba-tiba tiwi seperti itu, salahnya saya kemarin saya enggak temenin tiwi ke toilet jadi saya enggak tau apa yang terjadi di toilet itu... ucap aditya


kalau gitu nanti tante coba bantu tanyain ke tiwi, sebenarnya ada masalah apa antara kalian.... ucap yati


makasih tante, kalau gitu aditya permisi dulu, kabarin aditya ya tante kalau ada apa-apa sama tiwi.... ucap aditya


tenang aja adit tante akan kasih kabar ke kamu.... ucap yati


iya tante, kalau gitu aditya pamit,


permisi tante.... ucap aditya


iya nak, hati-hati ya nak... ucap yati


iya tante.... ucap aditya


aditya pun pergi meninggalkan rumah tiwi dengan perasaan sedih dan campur aduk dalam hatinya,


tiwi yang melihat dari jendela kamar kepergian aditya, ada rasa sakit di dalam hatinya melihat aditya pergi meninggalkan rumahnya, tanpa tiwi sadari air mata telah membasahi pipinya...


seakan tidak rela jika harus melepaskan orang yang ia cintai untuk wanita yang belum jelas apa itu kekasihnya atau bukan,


tiwi pun seakan menurunkan egonya demi memperjuangkan cintanya namun tiwi takut dengan ancaman yang di berikan klara padanya...


setelah melihat kepergian aditya tiwi pun kembali ke atas tempat tidur untuk membaringkan badannya dengan posisi telungkup dan menutup kepalanya dengan bantal karena tiwi bingung apa yang barus ia lakukan saat ini,


tiwi hanya bisa menangis di kamar,


yati yang sudah menutup pintu depan rumahnya, langsung melangkah menuju kamar tiwi, untuk memberi tau kedatangan aditya dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi hingga tiwi menghindar dari aditya...


sesampainya di depan pintu kamar tiwi, lalu yati pun mengetuk pintu kamar tiwi...


tok


tok


tok


suara ketukan pintu kamar tiwi,


sayang... ini ibu, buka pintunya.... ucap yati di balik pintu


tiwi yang mendengar suara yati langsung membuka kepalanya yang tertutup bantal dengan muka kaget,


tiwi pun langsung bangkit dan membuka pintu,


iya bu... ucap tiwi yang sudah membuka pintu.


lalu tiwi pun berjalan menuju tempat tidurnya dan duduk...


tiwi kamu kenapa dari kemarin enggak mau keluar kamar dan hanya diam saja enggak mau bicara apa-apa.... ucap yati sambil berjalan mengikuti tiwi yang berjalan ke arah tempat tidur dan duduk di sebelah tiwi,


namun tiwi hanya diam,


sayang kalau ada masalah itu cerita sama ayah dan ibu bukannya malah diam kaya gini.... ucap yati


enggak ada apa-apa bu... ucap tiwi


terus kenapa kamu enggak mau ketemu aditya dan ke kampus bareng dia... ucap yati penasaran


tiwi lagi enggak enak badan bu... ucap tiwi


kamu jangan bohong tiwi, sebenarnya kamu ada masalah apa sama aditya, coba cerita sama ibu... ucap yati


tiwi terdiam dan berfikir apa sebaiknya tiwi cerita soal klara pada ibunya,

__ADS_1


sayang kamu ada masalah apa... tanya yati penasaran


sebenarnya tiwi sama aditya enggak ada masalah apa-apa bu... kita baik-baik aja... ucap tiwi


terus kenapa kamu menghindar wi.... ucap yati semakin penasaran


sebenarnya tiwi cuma takut aditya celaka bu... ucap tiwi


maksudnya celaka gimana wi.... ucap yati bingung


kemarin ada wanita yang ngancem tiwi, kalau tiwi enggak mau menjauh dari aditya, aditya akan celaka bu, karena itu tiwi menghindar dari dia enggak mau terjadi apa-apa sama aditya... tiwi lebih mementingkan keselamatan aditya dengan mengorbankan perasaan tiwi sendiri bu.... jelas tiwi


setelah mendengar penjelasan tiwi, yati pun memeluk tiwi dengan perasaan kasihan pada anaknya yang ternyata harus mengorbankan cintanya.


yang sabar ya sayang, pasti semua ada solusinya...ibu dan ayah akan bantu kamu untuk menyelesaikan masalah ini.... ucap yati


iya bu, makasih... ucap tiwi


oh ya tapi wanita itu siapa wi... tanya yati


nah itu bu yang tiwi enggak tau, karena wanita itu enggak bilang apa hubungan mereka.... ucap yati


kamu udah tanya sama aditya... tanya yati


belum, tapi setau tiwi aditya enggak ada pacar dan enggak ada dekat dengan wanita selain tiwi.... ucap tiwi


nah kalau gitu kamu harus memperjelas masalah ini wi jangan malah menghindar kaya gini, kasian aditya... ucap yati


tapi bu, tiwi enggak mau aditya celaka... ucap tiwi


soal itu biar ibu dan ayah memikirkan solusinya, yang penting ibu sudah tau apa masalah kamu menghindari aditya.... ucap yati


tiwi mengangguk.... yati pun memeluk tiwi


kalau gitu kamu istirahat ya sayang... ucap yati


iya bu... ucap tiwi


yati pun keluar dari tiwi,


aditya yang sudah berada di kampus, dengan muka yang kurang semangat,


aditya yang baru saja sampai kampus langsung menuju kantin sebelum ia masuk ke dalam kelas, dengan pikiran yang campur aduk karena bingung dengan sikap tiwi yang menghindarinya,


saat aditya berjalan menuju kantin, muncullah klara dan teman-temannya yang baru saja datang dan teman-temannya melihat aditya seorang diri....


klara lihat itu.... ucap sahabatnya


ada apa... ucap klara


lihat itu bukannya aditya ya, dia sendirian saja.... ucap sahabatnya


klara pun melihat dengan seksama apa betul yang di maksud sahabatnya itu adalah aditya,


seketika klara tersenyum... ternyata ancaman kita waktu itu berhasil... ucap klara


kamu enggak mau nyamperin dia klara... ucap sahabatnya


aditya yang telah sampai di kantin lebih dulu dan duduk di bangku yang biasa ia duduki bersama tiwi...


di sana aditya mencoba berpikir apa masalah yang membuat tiwi berubah...


namun tiba-tiba klara datang menyapanya dan membuat pikiran aditya seketika buyar dari lamunannya...


hai.... aditya.... sapa klara yang tanpa malu langsung duduk di samping aditya


seketika sontak mata aditya melotot dan berkata


mau apa kamu kemari? tanya aditya dengan nada agak ketus


aku ke sini karena mau ketemu kamu... ucap klara dengan nada menggoda


aku sedang ingin sendiri jadi aku harap kamu pergi saja dari sini... ucap aditya jutek


oh ya tumben kamu sendiri, mana wanita yang selalu bersama kamu, apa dia sudah bosan nempel sama kamu.... ucap klara yang pura-pura tidak tau


jaga mulut kamu, tolong kamu pergi dari sini saya enggak mau di ganggu.... ucap aditya ketus


klara kesal dengan sikap aditya yang selalu saja jutek padanya,


kenapa kamu selalu jutek sama aku aditya? apa bagusnya perempuan itu, hanya perempuan biasa dengan gaya kampungan seperti itu.... ucap klara mulai marah


apa maksud kamu berbicara seperti itu, asal kamu tau dia lebih sempurna dan baik dari pada kamu dan saya harap kamu pergi dari hadapan saya sekarang juga.... ucap aditya mulai emosi


dengan kesal klara pun menggebrak meja lalu pergi meninggalkan aditya seorang diri


sial... apa bagusnya wanita itu,.... ucap klara sambil melangkah keluar kantin dengan kesal


sahabatnya pun langsung menyusul klara


ada apa klara... tanya sahabatnya


sial... aku sudah mengusir wanita itu tapi masih saja dia jutek padaku... ucap klara yang emosi


sabar klara, nanti kita coba lagi... ucap sahabatnya


klara dan sahabatnya pun melangkah menuju kelas


klara adalah wanita yang menyukai aditya sejak pertama kali mereka masuk ke kampus namun klara berbeda jurusan dengan aditya...


sejak dulu klara mengejar-ngejar aditya namun sikap aditya yang jutek membuat klara susah mendapatkan hatinya hingga klara tau kalau aditya dekat dengan seorang wanita yang satu kelas dengannya itu membuat klara marah, setiap hari harus melihat kemesraan mereka di kampus,


karena dia tidak terima di kalahkan dengan wanita yang penampilannya tidak ada apa-apa nya dari klara, maka dari itu klara berniat menghancurkan hubungan mereka agar klara bisa mendapatkan aditya kembali


aditya yang sudah berada di kelas, sedang berpikir tentang ucapan klara saat di kantin,


apa jangan-jangan tiwi menghindar darinya karena ulah klara.... batin aditya


saat sedang melamun aditya dikagetkan dengan sapaan temannya yang baru masuk ke dalam kelas,


hai bro... ucap teman sekelasnya menyapa


eh iya... ucap aditya

__ADS_1


lagi kenapa kamu, tumben ngelamun.. tanya temannya


ah enggak ko... ucap aditya


oh ya pacar kamu mana tumben enggak sama dia? tanya temannya


iya, hari ini dia lagi sakit jadi enggak ke kampus... ucap aditya


ooo gitu... semoga cepat sembuh ya... ucap temannya


makasih... ucap aditya


ok aku ke sana dulu... ucap temannya yang duduk di bangku belakang


ok... ucap aditya


aditya pun memikirkan kembali masalahnya...


aku harus selidiki ini biar jelas.... ucap batin aditya


kalau menang klara pelakunya, aku enggak akan tinggal diam... ucap batin aditya


tak lama dosen masuk ke dalam kelas,


pagi anak-anak.... sapa dosen


pagi pak.... ucap semua mahasiswa


baik hari ini bapak akan melanjutkan menjelaskan materi minggu lalu yang belum selesai di bahas, baik kita mulai saja kalau gitu.... ucap dosen


dosen pun mulai menerangkan materi di depan kelas, semua mahasiswa dengan tenang mendengarkan materi yang di jelaskan sambil mencatat poin-poin yang penting,


dua jam telah berlalu, mata kuliah pertama pun telah selesai.


baik anak-anak pembahasan kita cukup sampai di sini saja, sampai ketemu minggu depan.... ucap dosen


baik pak.... ucap semua mahasiswa


dosen pun meninggalkan kelas,


begitu pun mahasiswa satu persatu telah meninggalkan kelas,


aditya kali ini ke kantin bersama temannya,


ayo bro kantin kita.... ajak temannya


aditya pun beranjak meninggalkan kelas bersama temannya itu....


di kantin aditya seperti biasa mengobrol dengan temannya.... sambil sesekali temannya mengajak ia bercanda...


klara yang melihat aditya di kantin berusaha mendekati aditya,


namun aditya terus mengacuhkannya, hingga klara merasa malu dan pergi....


klara yang merasa kesal dengan sikap aditya yang selalu jutek dan mengacuhkannya telah pergi dari kantin dan duduk di taman...


sial... kesal klara


kenapa klara... ucap sahabatnya yang sedari tadi duduk di taman


aditya... selalu mengacuhkan aku... ucap klara


udah lah klara, mungkin dia memang bukan buat kamu, masih banyak laki-laki tajir dan cakep di kampus ini.... ucap sahabatnya


enggak bisa... dia cuma milik aku... ucap klara egois


terserah kamu saja klara.... ucap sahabatnya yang membiarkan klara


jam istirahat pun berakhir,


aditya dan temannya telah kembali ke kelas untuk mengikuti mata kuliah selanjutnya....


dosen yang sudah masuk ke kelas dan memberi materi untuk hari ini


siang anak-anak.... ucap dosen


siang.... jawab semua mahasiswa


baik, kita mulai saja ya materi kita hari ini yang akan saya jelaskan... ucap dosen


semua mahasiswa pun mulai tenang mendengarkan dosen yang sedang memberikan materi dan mencatat poin-poin penting dari apa yang telah di jelaskan oleh dosen....


setelah dua jam berlalu, dosen pun mengakhiri materi hari ini.


baik anak-anak pelajaran kita hari ini cukup sampai disini saya akan melanjutkan kembali di kelas minggu depan... ucap dosen


baik pak... ucap semua mahasiswa mulai berkemas


dosen meninggalkan kelas,


begitu pun semua mahasiswa yang juga meninggalkan kelas karena mata kuliah telah berakhir,


aditya yang langsung keluar dari kelas dan menuju parkiran karena aditya berencana ingin ke rumah tiwi,


namun saat aditya mau masuk ke dalam mobil, muncul si nenek lampir yang tak lain adalah klara,


aditya.... panggil klara


aditya pun menghentikan langkahnya,


aditya kamu mau pulang kan, bareng ya.... ucap klara pede


aku enggak bisa, ada urusan... lebih baik kamu naik taksi atau sama yang lain juga boleh... udah enggak ada urusan lagi kan? soalnya aku buru-buru.... ucap aditya lantang dan tegas


karena tidak mendapat jawaban dari klara aditya pun masuk ke dalam mobil dan meninggalkan kampus


klara yang masih berdiri di tempat semula merasa kesal dengan sikap aditya yang selalu jutek padanya...


ih... nyebelin banget seh... ucap klara


udah lah klara, ayo kita pulang... ucap sahabatnya


dengan kesal klara pun mengikuti sahabatnya naik mobil dan pulang

__ADS_1


__ADS_2