Pilihanku Penyesalanku

Pilihanku Penyesalanku
37 nyaman bersamamu


__ADS_3

tak terasa malam telah tiba...


yati sudah menyiapkan makan malam...


mereka semua berkumpul bersama di meja makan menikmati makan malam, malam ini


ca, gimana kuliah kamu... tanya andre


lancar yah... ucap tiwi sambil menikmati makanannya,


syukurlah... ingat ya tiwi, kamu jangan ngelakuin aktifitas yang berat... ucap andre


iya ayah ku sayang tiwi ingat ko... ucap tiwi


bagus kalau gitu... ucap andre


ayah anak kamu bukan anak-anak kaya dulu... ucap yati


ayah cuma khawatir sama tiwi bu... ucap andre


iya paham, ayah tenang aja... ucap yati


baik lah... ucap tiwi


tuh denger yah... ucap yati


iya bu... ucap andre


tanpa terasa obrolan mereka pun tak terasa hingga makan malam pun selesai...


tiwi kembali ke kamar untuk beristirahat


begitu pun dengan yati dan andre yang memutuskan untuk beristirahat


tak terasa pertemanan tiwi bersama aditya semakin hari semakin dekat,


hari-hari tiwi seakan berubah


tiwi lebih ceria, selalu semangat jika berangkat ke kampus...


ting....


1 notifikasi masuk


namun tiwi dalam posisi masih tertidur,


tak lama kemudian tiwi terbangun dari tidurnya,


saat tiwi meraih ponselnya,


tiwi melihat ada satu pesan masuk, saat tiwi membuka


di sana tertulis,


aditya :


wi, nanti aku jemput, kita kampus bareng


seketika tiwi langsung terduduk, saat membaca pesan dari aditya, tiwi langsung bergegas bangkit dari tempat tidur dan mandi...


seakan mimpi, tiwi jadi seperti orang bingung entah apa yang harus ia lakukan terlebih dahulu...


selesai mandi, tiwi langsung memakai baju dan mempersiapkan semuanya...


pagi-pagi tiwi sudah rapih untuk berangkat ke kampus,


tiwi menuju meja makan untuk sarapan, di sana sudah ada andre dan yati yang sedang sarapan,


pagi ayah ibu.... sapa tiwi yang duduk di depan yati dan mulai sarapan,


pagi sayang... ucap yati


andre memandang tiwi penuh tanya, karena andre melihat akhir-akhir ini tiwi lain dari yang biasanya,


andre memandang ke arah yati, berharap mendapatkan jawabannya namun yati pun tidak mengerti mengapa anaknya bisa berubah, namun andre bersyukur saat ini ada perubahan terhadap anaknya, walau terbilang tiwi anaknya pendiam dan tertutup apa lagi tentang kesehatan tiwi yang selalu membatasi gerak dirinya, namun tidak membuat tiwi terlihat lemah...


senyum simpul terpancar dari bibir andre melihat tiwi saat ini.


tak ada kata yang terucap mereka pun menikmati sarapan bersama, andre dan yati sesekali melirik satu sama lain dan melihat ke arah tiwi yang fokus pada sarapannya,


andre dan yati pun tersenyum melihat anaknya saat ini...


setelah selesai sarapan, andre berpamitan lebih dulu untuk berangkat kerja,


sayang, aku berangkat dulu ya? ucap andre


iya yah... jawab yati


ca, ayah kerja dulu ya... ucap andre


iya yah... jawab caca


andre pergi meninggalkan meja makan, yati yang mengantarkan andre hingga depan rumah,


pergi dulu ya sayang... ucap andre


iya yah, hati-hati... ucap yati


andre pun masuk ke dalam mobil setelah berpamitan dan menjalankan mobilnya, yati melihat kepergian suaminya hingga menghilang dari pandangannya.


yati kembali ke meja makan, untuk melanjutkan sarapannya,


sayang nanti berangkat ke kampus bareng ibu, soalnya ibu mau ke cafe... ucap yati


enggak usah bu, soalnya aditya mau jemput tiwi... ucap tiwi


aditya yang pernah nganter kamu pulang itu ya... tanya yati


iya bu, enggak apa-apa kan bu? tanya tiwi


enggak apa-apa sayang, asal kalian hati-hati dan ingat pesan ibu.... ucap yati


iya ingat bu, harus ada batasnya... ucap caca


pinter... ucap yati


tiwi pun tersenyum...


mereka berdua pun melanjutkan sarapannya,


tak lama yati berbicara kembali,


sayang nanti kalau urusan di cafe sudah selesai, ibu jemput kamu... ucap yati


nanti tiwi kabarin bu... ucap tiwi


ooo gitu ya... apa mau di anterin aditya.... tanya yati


enggak tau bu... ucap tiwi


sayang kamu sama aditya udah kenal lama, ibu perhatikan kalian dekat, apa kamu suka sama dia? atau aditya suka sama kamu? tanya yati


em.... tiwi enggak tau juga bu dia suka tiwi atau enggak, tiwi juga enggak tau tiwi suka dia atau enggak... yang tiwi rasain saat ini tiwi nyaman selama ini dekat dia... jelas tiwi


mendengar penjelasan tiwi, yati paham... sebenarnya tiwi hanya belum yakin dengan perasaan dia... ya wajar saja, tiwi pernah kecewa dengan seorang laki-laki yang baru saja dekat dengannya,.. aku harap kali ini aditya dapat menjadi laki-laki yang dapat mengobati luka tiwi yang selama ini ia tutupi... batin yati


sayang... coba kamu tanya sama hati kamu sendiri, perasaan kamu seperti apa? luka yang pernah kamu alami itu trauma kamu selama ini, yang ngebuat kamu menutup hati buat laki-laki.. termasuk aditya...


ibu yakin kamu tau apa yang kamu rasa, cuma kamu saat ini mencoba untuk waspada jika kamu membuka hati dan dia akan mengecewakan kamu, iya kan sayang? ucap yati

__ADS_1


tiwi takut bu, tiwi akan menjalani seperti ini dulu untuk saat ini,


kalau memang dia memperjuangkan tiwi, tiwi akan mencoba membuka hati.... jelas tiwi


baik... kamu lakukan yang terbaik... ibu percaya dengan kamu... ibu dan ayah cuma mau melihat kamu bahagia nak... jelas yati


iya bu... ucap tiwi


tak lama ada suara bel berbunyi


ting tong...


ting tong...


yati dan tiwi mendengar suara bel berbunyi


biar ibu saja yang buka... ucap yati


iya bu... ucap tiwi


yati pun meninggalkan ruang makan untuk melihat siapa yang datang


saat yati membuka pagar rumah, yati bertanya


siap... tanya yati saat membukakan pintu


pagi tante, saya aditya.... ucap aditya sambil tersenyum


pagi, ooo kamu... masuk aditya, ibu panggilkan tiwi dulu.... ucap yati mempersilahkan aditya untuk masuk dan menunggu di ruang tamu


yati pun menutup kembali pagar rumah dan melangkah masuk ke dalam rumah,


makasih tante... ucap aditya


ko tante seh, panggil ibu aja anggap aja saya ibu kamu... ucap yati


baik tante.. eh... ibu... ucap aditya tertawa sungkan,


yati pun tertawa


ibu tinggal dulu ya... ucap yati yang sudah ada di ruang tamu


saat yati mau memanggil tiwi, ternyata tiwi sudah muncul di ruang tamu


eh.... sudah muncul ternyata,


hayo... ibu mau punya anak lagi ya... goda tiwi


kalau bisa ibu mau, buat jagain kamu... ucap yati mencubit hidung tiwi


apa seh ibu ini.... ucap tiwi malu


memang betul, biar kamu enggak kesepian lagi sayang.... ucap yati


ih apa seh ibu ini... ucap tiwi malu


aditya yang melihat tiwi dan ibunya hanya tersenyum.


ayo adit kita berangkat sekarang.... ucap tiwi lagi karena malu pada aditya


yati dan aditya tertawa melihat tiwi yang sudah malu


aditya ayo.... ajak tiwi yang sudah menarik aditya keluar rumah


ibu kita berangkat dulu... ucap aditya dengan posisi di tarik


iya nak... hati-hati di jalan... teriak yati lalu geleng-geleng kepala karena tingkah anaknya


yati pun masuk ke dalam rumah, untuk merapihkan meja makan dan mencuci piring, lalu bersiap-siap berangkat ke cafe


aditya dan tiwi yang sudah berada di dalam mobil tak ada suara, aditya yang melihat muka tiwi merasa menggemaskan,


selama perjalanan tiwi memandang pinggir jalan tanpa merubah posisi,


aditya yang sesekali melirik tiwi, hanya tersenyum,


tiba-tiba aditya buka suara,


tiwi mau sampai kapan kamu mau terus diam seperti itu? ucap aditya


namun tiwi hanya diam dengan ekspresi muka tiwi yang menahan malu untuk memandang wajah aditya


tiwi, kamu itu kenapa dari tadi diam terus enggak mau liat muka aku? ucap aditya lagi


kali ini tiwi merubah posisi menundukkan kepala,


kamu kenapa? tanya aditya lembut


aku malu sama kamu, karena sikap ibu aku... ucap tiwi terbata-bata


seketika aditya tertawa...


tiwi yang mendengar langsung melihat ke arah aditya dengan muka bingung


ko ketawa seh.... ucap tiwi


ya kamu lucu, jadi gara-gara itu kamu dari tadi diam enggak mau ngomong... ucap aditya


tiwi mengangguk...


seketika aditya mengelus kepala tiwi yang membuat tiwi menjadi salah tingkah namun hanya bisa diam dan menatap aditya yang tersenyum


aditya pun kembali fokus pada jalan...


namun tiwi masih memikirkan yang tadi aditya lakukan padanya...


mobil aditya memasuki gerbang kampus, aditya yang memarkirkan mobil di tempat biasa, mereka pun turun dari mobil...


beberapa pasang mata melihat ke arah aditya dan tiwi,


ya karena aditya orang yang terbilang cool dan tiwi orang yang terbilang tidak pernah sedekat itu dengan cowok...


namun dengan sikap mereka yang cuek membuat hal itu tidak mengganggu mereka..


aditya dan tiwi pun langsung masuk ke gedung kampus dan menuju kelas,


selama berjalan menuju kelas tiwi dan aditya menjadi pusat perhatian,


di dalam kelas aditya langsung duduk di samping tiwi, seperti biasa aditya akan menyapa teman sekelasnya dan mengobrol tentunya...


tiwi yang seorang diri langsung mengeluarkan buku novel dan mendengarkan musik menggunakan headphone, saat itu lah aditya paling suka memperhatikan tiwi secara diam-diam...


seketika senyum aditya akan berkembang tanpa ia sadari...


temannya yang menyadari aditya langsung mengagetkannya


hoy.... mata lo lama-lama copot.... ucap dika


iya bro... kalau suka tembak dong jangan di deketin doang, nanti ada yang mepet baru tau... ucap bagas


aditya yang hanya diam karena sedang berpikir soal ucapan teman-temannya


aku belum yakin dia suka sama aku, sepertinya dia orang yang susah membuka hati... ucap aditya


masuk lo bro apa? tanya dika


ia... ucap andre


sepertinya dia ada masa lalu yang menyakitkan yang membuat dia seperti ini... ucap aditya

__ADS_1


dari mana kamu tau? ucap andre


liat aja, saat dia sendiri apa yang dia lakukan? dan coba kalian liat wanita yang ada di sini apa yang mereka lakukan? ucap aditya


teman-teman nya mencerna ucapan aditya dan melihat sekeliling di ruangan itu


iya juga ya... cuma dia yang enggak punya teman di kelas ini.... ucap teman-teman nya


buka enggak punya, namun dia yang menghindar sebagai jarak... kalau udah kenal dia, sebenarnya orangnya asik dan ceria... jelas aditya


jadi rencana kamu apa? tanya dika


aku akan tetap dekat sama dia, mau dia punya perasaan atau tidak yang penting dia nyaman sama aku... jelas aditya


maksud kamu mencoba membuka hati dia pelan-pelan gitu? ucap dika


pinter kamu... ucap aditya


kita dukung aja bro, sukses lah... ucap teman-teman nya


kita yakin ko dia anaknya baik, karena selama ini dia cuma dekat sama sahabatnya itu dan kalau datang dan pulang dia suka di antar jemput sama orang tuanya... jelas dika


mendengar penjelasan teman-teman nya aditya hanya tersenyum dan memandang tiwi,


ok bro aku ke sana dulu, pamit aditya menunjuk ke arah tiwi,


ok bro sukses... ucap teman-teman nya


aditya pun kembali duduk di sebelah tiwi,


dengan otak usilnya, aditya yang duduk di sebelah kanan mencolek pundak tiwi sebelah kiri, seketika tiwi yang sedang membaca buku menoleh ke sebelah kiri namun tidak ada siapa-siapa,


serius amat bacanya... ucap aditya dengan posisi wajahnya yang dekat dengan tiwi


tiwi yang mendengar suara aditya langsung menoleh namun tiwi kaget karena wajah mereka sangat dekat.


astagfirullah... kaget tiwi


aditya hanya tersenyum


kamu ya resek banget deh... kesel tiwi


sorry sorry habis fokus amat bacanya... aku di cuekin... ucap aditya protes


ok ok aku udah bacanya, ini aku lepasin juga headphone nya... ucap tiwi yang menyimpan buku dan headphone ke dalam tas


aditya melihat tiwi hanya heran, dengan sikapnya yang seakan menuruti kata-katanya.


udah... terus kamu mau aku gimana? tanya tiwi


em, gimana ya... ucap aditya


namun tiba-tiba dosen masuk ke dalam kelas dan memulai mata kuliah...


pagi anak-anak.... sapa dosen


bagi bu... jawab seluruh mahasiswa


baik ibu mulai saja materi hari ini... ucap dosen


dosen pun mulai memberi materi pada mahasiswa,


seketika mahasiswa menjadi tenang dan fokus kepada dosen yang sedang menjelaskan termasuk aditya dan tiwi yang fokus mendengarkan,


dua jam telah berlalu mata kuliah hari ini telah berakhir, dosen meninggalkan ruangan begitu pun mahasiswa lain sudah meninggalkan ruangan,


tiwi dan aditya menuju kantin untuk makan karena merasa lapar,


seperti biasa aditya yang memesan tiwi akan menunggu di meja biasa mereka duduk,


aditya yang sudah kembali ke meja di mana tiwi duduk,


mereka menunggu pesanan sambil berbincang,


beberapa menit kemudian pesanan mereka datang,


tiwi dan aditya mulai melahap makanan di hadapan mereka dengan tenang tanpa suara hingga mereka menghabiskan makanan mereka.


tiwi mau kembali ke kelas atau di sini dulu... tanya aditya


kita kembali ke kelas saja... ucap tiwi


ok... yuk... ucap aditya


mereka pun meninggalkan kantin dan menuju kelas,


di dalam kelas mereka menghabiskan waktu untuk bercanda dan mengobrol bersama


hingga saatnya jam kuliah kedua pun di mulai


dosen sudah memasuki ruangan,


siang anak-anak... sapa dosen


siang bu... ucap semua mahasiswa


baik anak-anak kita mulai saja materi kita hari ini... ucap dosen


mahasiswa pun mulai fokus mendengarkan dosen yang sedang menjelaskan....


hingga dua jam pun berlalu, mata kuliah pun telah selesai waktunya pulang...


dosen sudah meninggalkan ruangan begitu pun mahasiswa lainnya sudah meninggalkan ruangan...


tiwi ayo pulang... ajak aditya


iya... jawab tiwi


mereka pun meninggalkan kelas menuju parkiran


saat akan memasuki mobil, handphone tiwi berbunyi,


saat di lihat, tertulis yati


tiwi pun langsung mengangkat telepon yati


halo... jawab yati


sayang kamu pulang sama aditya kan? soalnya ibu masih di cafe... ucap yati


iya bu... ucap tiwi


kalau gitu hati-hati pulangnya ya sayang... ucap yati


iya bu... ucap tiwi


tiwi pun menutup telepon nya dan masuk ke dalam mobil aditya,


ibu ya... ucap aditya


iya, nanya pulang sama kamu atau enggak... ucap tiwi


ya sudah ayo kita pulang... ucap aditya


aditya pun menjalankan mobilnya menuju rumah tiwi


di dalam mobil tiwi memandang aditya dan tersenyum


semoga memang kamu laki-laki yang dapat membuka hati aku, karena aku nyaman sama kamu... batin tiwi berkata

__ADS_1


__ADS_2