
tak terasa malam telah tiba...
yati sudah menyiapkan makan malam...
mereka semua berkumpul bersama di meja makan menikmati makan malam, malam ini
ca, gimana kuliah kamu... tanya andre
lancar yah... ucap tiwi sambil menikmati makanannya,
syukurlah... ingat ya tiwi, kamu jangan ngelakuin aktifitas yang berat... ucap andre
iya ayah ku sayang tiwi ingat ko... ucap tiwi
bagus kalau gitu... ucap andre
ayah anak kamu bukan anak-anak kaya dulu... ucap yati
ayah cuma khawatir sama tiwi bu... ucap andre
iya paham, ayah tenang aja... ucap yati
baik lah... ucap tiwi
tuh denger yah... ucap yati
iya bu... ucap andre
tanpa terasa obrolan mereka pun tak terasa hingga makan malam pun selesai...
tiwi kembali ke kamar untuk beristirahat
begitu pun dengan yati dan andre yang memutuskan untuk beristirahat
tak terasa pertemanan tiwi bersama aditya semakin hari semakin dekat,
hari-hari tiwi seakan berubah
tiwi lebih ceria, selalu semangat jika berangkat ke kampus...
ting....
1 notifikasi masuk
namun tiwi dalam posisi masih tertidur,
tak lama kemudian tiwi terbangun dari tidurnya,
saat tiwi meraih ponselnya,
tiwi melihat ada satu pesan masuk, saat tiwi membuka
di sana tertulis,
aditya :
wi, nanti aku jemput, kita kampus bareng
seketika tiwi langsung terduduk, saat membaca pesan dari aditya, tiwi langsung bergegas bangkit dari tempat tidur dan mandi...
seakan mimpi, tiwi jadi seperti orang bingung entah apa yang harus ia lakukan terlebih dahulu...
selesai mandi, tiwi langsung memakai baju dan mempersiapkan semuanya...
pagi-pagi tiwi sudah rapih untuk berangkat ke kampus,
tiwi menuju meja makan untuk sarapan, di sana sudah ada andre dan yati yang sedang sarapan,
pagi ayah ibu.... sapa tiwi yang duduk di depan yati dan mulai sarapan,
pagi sayang... ucap yati
andre memandang tiwi penuh tanya, karena andre melihat akhir-akhir ini tiwi lain dari yang biasanya,
andre memandang ke arah yati, berharap mendapatkan jawabannya namun yati pun tidak mengerti mengapa anaknya bisa berubah, namun andre bersyukur saat ini ada perubahan terhadap anaknya, walau terbilang tiwi anaknya pendiam dan tertutup apa lagi tentang kesehatan tiwi yang selalu membatasi gerak dirinya, namun tidak membuat tiwi terlihat lemah...
senyum simpul terpancar dari bibir andre melihat tiwi saat ini.
tak ada kata yang terucap mereka pun menikmati sarapan bersama, andre dan yati sesekali melirik satu sama lain dan melihat ke arah tiwi yang fokus pada sarapannya,
andre dan yati pun tersenyum melihat anaknya saat ini...
setelah selesai sarapan, andre berpamitan lebih dulu untuk berangkat kerja,
sayang, aku berangkat dulu ya? ucap andre
iya yah... jawab yati
ca, ayah kerja dulu ya... ucap andre
iya yah... jawab caca
andre pergi meninggalkan meja makan, yati yang mengantarkan andre hingga depan rumah,
pergi dulu ya sayang... ucap andre
iya yah, hati-hati... ucap yati
andre pun masuk ke dalam mobil setelah berpamitan dan menjalankan mobilnya, yati melihat kepergian suaminya hingga menghilang dari pandangannya.
yati kembali ke meja makan, untuk melanjutkan sarapannya,
sayang nanti berangkat ke kampus bareng ibu, soalnya ibu mau ke cafe... ucap yati
enggak usah bu, soalnya aditya mau jemput tiwi... ucap tiwi
aditya yang pernah nganter kamu pulang itu ya... tanya yati
iya bu, enggak apa-apa kan bu? tanya tiwi
enggak apa-apa sayang, asal kalian hati-hati dan ingat pesan ibu.... ucap yati
iya ingat bu, harus ada batasnya... ucap caca
pinter... ucap yati
tiwi pun tersenyum...
mereka berdua pun melanjutkan sarapannya,
tak lama yati berbicara kembali,
sayang nanti kalau urusan di cafe sudah selesai, ibu jemput kamu... ucap yati
nanti tiwi kabarin bu... ucap tiwi
ooo gitu ya... apa mau di anterin aditya.... tanya yati
enggak tau bu... ucap tiwi
sayang kamu sama aditya udah kenal lama, ibu perhatikan kalian dekat, apa kamu suka sama dia? atau aditya suka sama kamu? tanya yati
em.... tiwi enggak tau juga bu dia suka tiwi atau enggak, tiwi juga enggak tau tiwi suka dia atau enggak... yang tiwi rasain saat ini tiwi nyaman selama ini dekat dia... jelas tiwi
mendengar penjelasan tiwi, yati paham... sebenarnya tiwi hanya belum yakin dengan perasaan dia... ya wajar saja, tiwi pernah kecewa dengan seorang laki-laki yang baru saja dekat dengannya,.. aku harap kali ini aditya dapat menjadi laki-laki yang dapat mengobati luka tiwi yang selama ini ia tutupi... batin yati
sayang... coba kamu tanya sama hati kamu sendiri, perasaan kamu seperti apa? luka yang pernah kamu alami itu trauma kamu selama ini, yang ngebuat kamu menutup hati buat laki-laki.. termasuk aditya...
ibu yakin kamu tau apa yang kamu rasa, cuma kamu saat ini mencoba untuk waspada jika kamu membuka hati dan dia akan mengecewakan kamu, iya kan sayang? ucap yati
__ADS_1
tiwi takut bu, tiwi akan menjalani seperti ini dulu untuk saat ini,
kalau memang dia memperjuangkan tiwi, tiwi akan mencoba membuka hati.... jelas tiwi
baik... kamu lakukan yang terbaik... ibu percaya dengan kamu... ibu dan ayah cuma mau melihat kamu bahagia nak... jelas yati
iya bu... ucap tiwi
tak lama ada suara bel berbunyi
ting tong...
ting tong...
yati dan tiwi mendengar suara bel berbunyi
biar ibu saja yang buka... ucap yati
iya bu... ucap tiwi
yati pun meninggalkan ruang makan untuk melihat siapa yang datang
saat yati membuka pagar rumah, yati bertanya
siap... tanya yati saat membukakan pintu
pagi tante, saya aditya.... ucap aditya sambil tersenyum
pagi, ooo kamu... masuk aditya, ibu panggilkan tiwi dulu.... ucap yati mempersilahkan aditya untuk masuk dan menunggu di ruang tamu
yati pun menutup kembali pagar rumah dan melangkah masuk ke dalam rumah,
makasih tante... ucap aditya
ko tante seh, panggil ibu aja anggap aja saya ibu kamu... ucap yati
baik tante.. eh... ibu... ucap aditya tertawa sungkan,
yati pun tertawa
ibu tinggal dulu ya... ucap yati yang sudah ada di ruang tamu
saat yati mau memanggil tiwi, ternyata tiwi sudah muncul di ruang tamu
eh.... sudah muncul ternyata,
hayo... ibu mau punya anak lagi ya... goda tiwi
kalau bisa ibu mau, buat jagain kamu... ucap yati mencubit hidung tiwi
apa seh ibu ini.... ucap tiwi malu
memang betul, biar kamu enggak kesepian lagi sayang.... ucap yati
ih apa seh ibu ini... ucap tiwi malu
aditya yang melihat tiwi dan ibunya hanya tersenyum.
ayo adit kita berangkat sekarang.... ucap tiwi lagi karena malu pada aditya
yati dan aditya tertawa melihat tiwi yang sudah malu
aditya ayo.... ajak tiwi yang sudah menarik aditya keluar rumah
ibu kita berangkat dulu... ucap aditya dengan posisi di tarik
iya nak... hati-hati di jalan... teriak yati lalu geleng-geleng kepala karena tingkah anaknya
yati pun masuk ke dalam rumah, untuk merapihkan meja makan dan mencuci piring, lalu bersiap-siap berangkat ke cafe
aditya dan tiwi yang sudah berada di dalam mobil tak ada suara, aditya yang melihat muka tiwi merasa menggemaskan,
selama perjalanan tiwi memandang pinggir jalan tanpa merubah posisi,
aditya yang sesekali melirik tiwi, hanya tersenyum,
tiba-tiba aditya buka suara,
tiwi mau sampai kapan kamu mau terus diam seperti itu? ucap aditya
namun tiwi hanya diam dengan ekspresi muka tiwi yang menahan malu untuk memandang wajah aditya
tiwi, kamu itu kenapa dari tadi diam terus enggak mau liat muka aku? ucap aditya lagi
kali ini tiwi merubah posisi menundukkan kepala,
kamu kenapa? tanya aditya lembut
aku malu sama kamu, karena sikap ibu aku... ucap tiwi terbata-bata
seketika aditya tertawa...
tiwi yang mendengar langsung melihat ke arah aditya dengan muka bingung
ko ketawa seh.... ucap tiwi
ya kamu lucu, jadi gara-gara itu kamu dari tadi diam enggak mau ngomong... ucap aditya
tiwi mengangguk...
seketika aditya mengelus kepala tiwi yang membuat tiwi menjadi salah tingkah namun hanya bisa diam dan menatap aditya yang tersenyum
aditya pun kembali fokus pada jalan...
namun tiwi masih memikirkan yang tadi aditya lakukan padanya...
mobil aditya memasuki gerbang kampus, aditya yang memarkirkan mobil di tempat biasa, mereka pun turun dari mobil...
beberapa pasang mata melihat ke arah aditya dan tiwi,
ya karena aditya orang yang terbilang cool dan tiwi orang yang terbilang tidak pernah sedekat itu dengan cowok...
namun dengan sikap mereka yang cuek membuat hal itu tidak mengganggu mereka..
aditya dan tiwi pun langsung masuk ke gedung kampus dan menuju kelas,
selama berjalan menuju kelas tiwi dan aditya menjadi pusat perhatian,
di dalam kelas aditya langsung duduk di samping tiwi, seperti biasa aditya akan menyapa teman sekelasnya dan mengobrol tentunya...
tiwi yang seorang diri langsung mengeluarkan buku novel dan mendengarkan musik menggunakan headphone, saat itu lah aditya paling suka memperhatikan tiwi secara diam-diam...
seketika senyum aditya akan berkembang tanpa ia sadari...
temannya yang menyadari aditya langsung mengagetkannya
hoy.... mata lo lama-lama copot.... ucap dika
iya bro... kalau suka tembak dong jangan di deketin doang, nanti ada yang mepet baru tau... ucap bagas
aditya yang hanya diam karena sedang berpikir soal ucapan teman-temannya
aku belum yakin dia suka sama aku, sepertinya dia orang yang susah membuka hati... ucap aditya
masuk lo bro apa? tanya dika
ia... ucap andre
sepertinya dia ada masa lalu yang menyakitkan yang membuat dia seperti ini... ucap aditya
__ADS_1
dari mana kamu tau? ucap andre
liat aja, saat dia sendiri apa yang dia lakukan? dan coba kalian liat wanita yang ada di sini apa yang mereka lakukan? ucap aditya
teman-teman nya mencerna ucapan aditya dan melihat sekeliling di ruangan itu
iya juga ya... cuma dia yang enggak punya teman di kelas ini.... ucap teman-teman nya
buka enggak punya, namun dia yang menghindar sebagai jarak... kalau udah kenal dia, sebenarnya orangnya asik dan ceria... jelas aditya
jadi rencana kamu apa? tanya dika
aku akan tetap dekat sama dia, mau dia punya perasaan atau tidak yang penting dia nyaman sama aku... jelas aditya
maksud kamu mencoba membuka hati dia pelan-pelan gitu? ucap dika
pinter kamu... ucap aditya
kita dukung aja bro, sukses lah... ucap teman-teman nya
kita yakin ko dia anaknya baik, karena selama ini dia cuma dekat sama sahabatnya itu dan kalau datang dan pulang dia suka di antar jemput sama orang tuanya... jelas dika
mendengar penjelasan teman-teman nya aditya hanya tersenyum dan memandang tiwi,
ok bro aku ke sana dulu, pamit aditya menunjuk ke arah tiwi,
ok bro sukses... ucap teman-teman nya
aditya pun kembali duduk di sebelah tiwi,
dengan otak usilnya, aditya yang duduk di sebelah kanan mencolek pundak tiwi sebelah kiri, seketika tiwi yang sedang membaca buku menoleh ke sebelah kiri namun tidak ada siapa-siapa,
serius amat bacanya... ucap aditya dengan posisi wajahnya yang dekat dengan tiwi
tiwi yang mendengar suara aditya langsung menoleh namun tiwi kaget karena wajah mereka sangat dekat.
astagfirullah... kaget tiwi
aditya hanya tersenyum
kamu ya resek banget deh... kesel tiwi
sorry sorry habis fokus amat bacanya... aku di cuekin... ucap aditya protes
ok ok aku udah bacanya, ini aku lepasin juga headphone nya... ucap tiwi yang menyimpan buku dan headphone ke dalam tas
aditya melihat tiwi hanya heran, dengan sikapnya yang seakan menuruti kata-katanya.
udah... terus kamu mau aku gimana? tanya tiwi
em, gimana ya... ucap aditya
namun tiba-tiba dosen masuk ke dalam kelas dan memulai mata kuliah...
pagi anak-anak.... sapa dosen
bagi bu... jawab seluruh mahasiswa
baik ibu mulai saja materi hari ini... ucap dosen
dosen pun mulai memberi materi pada mahasiswa,
seketika mahasiswa menjadi tenang dan fokus kepada dosen yang sedang menjelaskan termasuk aditya dan tiwi yang fokus mendengarkan,
dua jam telah berlalu mata kuliah hari ini telah berakhir, dosen meninggalkan ruangan begitu pun mahasiswa lain sudah meninggalkan ruangan,
tiwi dan aditya menuju kantin untuk makan karena merasa lapar,
seperti biasa aditya yang memesan tiwi akan menunggu di meja biasa mereka duduk,
aditya yang sudah kembali ke meja di mana tiwi duduk,
mereka menunggu pesanan sambil berbincang,
beberapa menit kemudian pesanan mereka datang,
tiwi dan aditya mulai melahap makanan di hadapan mereka dengan tenang tanpa suara hingga mereka menghabiskan makanan mereka.
tiwi mau kembali ke kelas atau di sini dulu... tanya aditya
kita kembali ke kelas saja... ucap tiwi
ok... yuk... ucap aditya
mereka pun meninggalkan kantin dan menuju kelas,
di dalam kelas mereka menghabiskan waktu untuk bercanda dan mengobrol bersama
hingga saatnya jam kuliah kedua pun di mulai
dosen sudah memasuki ruangan,
siang anak-anak... sapa dosen
siang bu... ucap semua mahasiswa
baik anak-anak kita mulai saja materi kita hari ini... ucap dosen
mahasiswa pun mulai fokus mendengarkan dosen yang sedang menjelaskan....
hingga dua jam pun berlalu, mata kuliah pun telah selesai waktunya pulang...
dosen sudah meninggalkan ruangan begitu pun mahasiswa lainnya sudah meninggalkan ruangan...
tiwi ayo pulang... ajak aditya
iya... jawab tiwi
mereka pun meninggalkan kelas menuju parkiran
saat akan memasuki mobil, handphone tiwi berbunyi,
saat di lihat, tertulis yati
tiwi pun langsung mengangkat telepon yati
halo... jawab yati
sayang kamu pulang sama aditya kan? soalnya ibu masih di cafe... ucap yati
iya bu... ucap tiwi
kalau gitu hati-hati pulangnya ya sayang... ucap yati
iya bu... ucap tiwi
tiwi pun menutup telepon nya dan masuk ke dalam mobil aditya,
ibu ya... ucap aditya
iya, nanya pulang sama kamu atau enggak... ucap tiwi
ya sudah ayo kita pulang... ucap aditya
aditya pun menjalankan mobilnya menuju rumah tiwi
di dalam mobil tiwi memandang aditya dan tersenyum
semoga memang kamu laki-laki yang dapat membuka hati aku, karena aku nyaman sama kamu... batin tiwi berkata
__ADS_1