
hari ini tiwi sudah bisa keluar dari rumah sakit, setelah beberapa hari di rawat untuk melihat perkembangan tiwi hingga kondisi tiwi sudah stabil,
hari ini tiwi tidak langsung pulang ke rumah tiwi atas permintaan novi yang ingin tiwi tetap tinggal di rumah novi dan yuda untuk beberapa waktu, karena novi masih rindu akan tiwi dan ingin bersama tiwi untuk waktu yang lebih lama,
mobil yuda telah memasuki halaman rumah,
mobil yang sudah berhenti, novi pun langsung turun, di susul aditya dan tiwi yang turun dari mobil,
pelan sayang ucap aditya saat tiwi turun dari mobil yang di bantu oleh aditya,
aku bisa sayang ucap tiwi yang turun dari mobil,
jangan bawel nurut saja lagi pula kamu baru saja sembuh,
lalu yati, andre dan yuda yang juga sudah turun dari mobil,
novi langsung menghampiri tiwi,
kita sudah sampai, ayo sayang kita masuk ucap novi pada tiwi
iya bu ucap tiwi
novi pun mengajak tiwi lalu menuntun tiwi masuk ke dalam rumah,
ayo ayah ibu kita masuk ucap aditya pada yati dan andre
lalu aditya, yati, andre dan yuda pun melangkah masuk menyusul novi dan tiwi yang sudah lebih dulu masuk ke dalam rumah,
dengan di ikuti dari belakang oleh pembantu di rumah yuda yang membantu membawakan barang-barang milik tiwi, aditya, yati dan andre
ayo sayang masuk ucap novi yang sudah ke dalam rumah bersama novi
nyonya sudah datang ucap bibi nani
iya bibi, tolong bantu pak selamet membawa barang-barang lalu tolong buatkan minuman dan makan ucap novi
baik nyonya ucap bibi nani
oh ya perkenalkan ini tiwi calon istri aditya dan ini orang tuanya tiwi bapak andre dan ibu yati ucap novi pada bibi nani memperkenalkan tiwi, andre dan yati
selamat datang, perkenalkan nama saya bibi nani ucap bibi nani dengan tersenyum ramah
iya salam kenal bibi ucap yati
kalau begitu saya permisi nyonya mau bantu pak selamet ucap bibi nani
iya, oh ya bibi barang-barang nya tolong di masuk kan ke kamar tamu ya, mereka pun akan menginap di sini untuk beberapa hari ucap novi,
baik nyonya ucap bibi nani
bibi nani pun meninggalkan mereka,
aditya tolong kamu ajak tiwi ke kamarnya untuk istirahat ucap novi yang masih menggandengnya
baik bu ucap aditya
ayo sayang ucap aditya menuntun tiwi menuju kamar nya,
setelah kepergian aditya dan tiwi, novi pun mengajak yati dan andre menuju ruang tengah,
ayo yati andre kita ke ruang tengah ucap novi pada andre dan yati
__ADS_1
sedangkan yuda sudah lebih dulu masuk ke dalam kamarnya,
sampainya yati, novi dan andre di ruang tengah,
ayo silahkan duduk, jangan sungkan ya anggap aja rumah sendiri ucap novi
terima kasih novi ucap yati
kamu kaya sama siapa aja ucap novi
yati tersenyum
tak lama pun bibi nani datang dengan membawa minuman dan beberapa makanan ringan yang di hidangan di atas meja
bibi tolong siapkan makan malam ya ucap novi pada bibi jum saat sedang ingin meninggalkan ruang tengah,
baik nyonya ucap bibi nani lalu meninggalkan ruang tengah dan kembali ke dapur,
tiwi dan aditya yang telah sampai di depan kamar yang akan di tempati tiwi,
ini kamar kamu ucap aditya yang telah membuka pintu,
ayo masuk ucap aditya menuntun tiwi masuk,
aku bisa sendiri sayang ucap tiwi yang menolak di tuntun aditya
kamu baru sembuh dari sakit, jadi jangan bawel, nurut saja ucap aditya yang terus menuntun tiwi
tiwi pun tak membantah perkataan aditya, aditya pun masuk bersama tiwi ke dalam kamar melangkah menuju tempat tidur,
sekarang kamu istirahat ya? ucap aditya
lalu aditya pun duduk di dekat tiwi sambil terus memandang tiwi,
kenapa melihat aku seperti itu? ucap tiwi yang merasa aneh
enggak, cuma pengen memandang kamu aja ucap aditya tersenyum
aneh ucap tiwi
kamu istirahat ya aku mau ke kamar dulu ucap aditya yang sudah berdiri lalu melangkah
sayang ucap tiwi yang menggenggam tangan aditya yang membuat langkahnya tertahan,
iya sayang kenapa? ucap aditya yang sudah kembali membalikkan badan memandang tiwi
jangan kemana-kemana temani aku di sini ucap tiwi
aditya kembali duduk
pandangan tiwi tetap pada aditya,
kenapa kamu memandang aku seperti itu ucap aditya
sayang, kamu belum cerita soal orang yang telah mencelakai aku ucap tiwi
aditya diam sejenak, karena aditya merasa ragu menceritakan soal klara apa lagi pada kenyataannya klara sudah meninggal dalam kecelakaan tapi aditya merasa tiwi harus tau tentang fakta musibah yang menimpa tiwi,
sayang kenapa kamu diam? kenapa kalian enggak ada yang mau cerita sama aku ucap tiwi
sebenarnya kita enggak menceritakan ke kamu supaya kamu enggak usah mikirin soal apa yang sudah terjadi karena semuanya sudah selesai saat kamu masih koma saat itu ucap aditya
__ADS_1
sebenarnya ada apa sih, kenapa aku enggak boleh tau? ucap tiwi
kita cuma enggak mau kejadian kemarin menimpa kamu lagi, kita semua sudah cukup cemas dengan kondisi kamu kemarin ucap aditya
kalian bersikap seperti ini pun enggak akan merubah keadaan sayang, aku akan tetap sakit dan suatu saat aku akan pergi meninggalkan kalian ucap tiwi sedih
kamu jangan bicara seperti itu, aku enggak mau kehilangan kamu sayang ucap aditya memandang tiwi yang tertunduk,
tiwi hanya diam,
baik aku akan cerita, tapi kamu harus janji sama aku kalau kamu akan baik-baik saja ucap aditya
iya aku janji ucap tiwi
aditya pun tersenyum
namun sebelum aditya mulai berbicara, tiwi lebih dulu berkata,
sayang, saat aku koma aku berada di suatu tempat yang begitu bercahaya, di sana aku seorang diri namun tiba-tiba aku melihat kamu berdiri sambil memandang aku dengan raut wajah sedih, tapi kamu hanya diam, saat itu aku mau mendekati kamu tiba-tiba klara muncul dengan wajah tersenyum sinis padaku dan membawa kamu pergi menjauh dari aku, saat itu aku mau mengejar kamu tapi enggak tau kenapa rasanya jauh untuk meraih kamu dan aku hanya bisa menangis melihat kamu yang di bawa pergi oleh klara lalu aku pun terbangun dan saat sadar aku hanya melihat ayah dan ibu sudah berada di dekatku juga dokter yang sedang memeriksa aku, sebenarnya selama aku koma apa yang telah terjadi ucap tiwi
sekarang enggak ada yang perlu kamu cemaskan lagi sayang, aku tetap disini dan akan selalu menjadi milik kamu ucap aditya
jadi siapa orang yang sudah mencelakai aku? apa orang itu klara? ucap tiwi
iya, orang yang mencelakai kamu memang klara ucap aditya
apa, jadi memang klara, bukan nya klara sudah kalian asing kan ya? ucap tiwi
memang benar, tapi ternyata dia sudah lama bebas dan bersembunyi, lalu yang melakukan kejahatan terhadap kamu adalah orang suruhan klara dan saat ini sudah di amankan dan dia ada di penjara ucap aditya
lalu klara ucap tiwi
dia sudah meninggal tiwi, klara mengalami kecelakaan saat polisi, aku dan ayah melakukan pengejaran terhadapnya ucap aditya
tiwi terdiam,
sudah jangan kamu pikirkan lagi, sekarang kamu sudah aman ucap aditya
sayang aku mau ke makam klara, kamu anterin aku ya ucap tiwi
baik, setelah kita kembali, aku akan nganterin kamu ke makan klara tapi kamu harus benar-benar pulih dulu ucap aditya
tiwi mengangguk sambil tersenyum
aditya pun tersenyum sambil mengelus kepala tiwi,
sekarang kamu istirahat ya? ucap aditya
tiwi mengangguk lalu berbaring, aditya pun membantu tiwi membenarkan selimut yang tiwi pakai,
tiwi pun memejamkan matanya, lalu aditya pun mengecup kening tiwi dengan lembut dan keluar dari kamar tiwi membiarkan tiwi istirahat,
aditya muncul di ruang tengah,
kok kamu malah ninggalin tiwi aditya ucap novi
tiwi sudah tidur bu ucap aditya yang sudah duduk bergabung bersama novi, andre dan yati sambil menonton tv
bagus lah kalau gitu, biar kan dia istirahat ucap novi
andre, yati dan novi melanjutkan kembali mengobrol sambil menonton tv bersama
__ADS_1