
setelah beberapa hari yati dan andre yang sibuk dengan persiapan pernikahan tiwi dan aditya akhirnya semuanya telah selesai, tinggal pengecekan gedung pernikahan dan pengambilan undangan pada hari ini,
di ruang makan sudah ada aditya yang juga ikut sarapan bersama yati dan andre yang sedang mengobrol,
sedangkan tiwi belum keluar dari kamarnya,
aditya semua persiapan pernikahan kamu dan tiwi sudah beres tinggal mengambil baju pengantin dan undangan saja ucap yati
baik bu nanti biar aditya dan tiwi yang mengambilnya ucap aditya
baik kalau begitu ibu serahkan tugas ini sama kamu ucap yati tersenyum
sayang, anak kamu mana kenapa belum keluar juga dari kamar ucap andre
mungkin sebentar lagi yah ucap yati
kasian aditya menunggu lama ucap andre
biasa anak perempuan ucap yati
aditya tidak apa-apa yah menunggu ucap aditya
anak itu benar-benar ucap andre gerutu
sudah di makan yah sarapannya ucap yati
andre pun melanjutkan sarapannya begitu pun dengan yati dan aditya
tak lama kemudian tiwi pun muncul di ruang makan,
pagi ucap tiwi ceria yang langsung duduk,
semua orang yang berada di ruang makan langsung terperangah yang melihat penampilan dan sikap tiwi yang agak berubah,
tiwi menjadi lebih ceria dan penampilannya yang lebih cantik dan fresh
kalian kenapa ucap tiwi yang bingung dengan sikap yati, andre dan aditya yang terus memandang nya dengan tata pan kaget,
hah enggak apa-apa, pagi sayang, ayo sarapan sayang ucap yati tersenyum kaku
pagi ucap aditya yang masih belum fokus
pagi nak ucap andre yang langsung melanjutkan sarapannya,
tiwi dengan tatapan bingung ada apa dengan orang tuanya dan tunangannya yang bersikap aneh sambil menyantap sarapan pagi ini,
suasana meja pun hening,
namun yati membuyarkan keheningan di sana
oh ya sayang hari ini baju pengantin dan undangan sudah bisa di ambil jadi nanti kalian ambil ya? tadi ibu sudah bilang ke aditya ucap yati
iya sayang jadi nanti sebelum pulang kita mampir dulu ucap aditya
iya ucap tiwi
kalau urusan sudah selesai kalian langsung pulang, jangan pergi ke mana-mana kalian kan mau nikah, mau ujian juga ucap andre
loh kok gitu ucap tiwi protes
kata orang tua pamali orang yang mau nikah pergi-pergi nanti terjadi yang enggak-enggak lagi pula kalian habis ujian enggak bisa ketemu ucap yati
loh kenapa? ucap tiwi
kalian di pingit sampai hari dimana kalian nikah ucap yati
lama banget, jadi cuma bisa ngobrol lewat telepon ucap tiwi
enggak juga ucap yati
ketemu enggak boleh, telepon enggak boleh ya enggak bisa dong kan kangen ucap tiwi
ya itu lah tujuannya biar saat kalian ketemu nanti kalian akan pangling dengan pasangan masing-masing dan ada perasaan lain saat ketemu ucap yati tersenyum menggoda
ih, apa sih ibu ini ucap tiwi malu langsung buru-buru menghabiskan sarapannya
aditya hanya tersenyum karena paham sambil terus memakan sarapannya dengan berlahan
yati dan andre pun melanjutkan menghabiskan sarapannya,
tiwi tiba-tiba berdiri dari duduknya
ayah ibu tiwi sudah selesai, tiwi sama aditya berangkat dulu ucap tiwi langsung mengajak aditya meninggalkan meja,
hah ucap aditya yang bingung karena masih sarapan,
sebentar sayang ucap aditya menghabiskan susu yang masih tersisa dengan buru-buru karena tiwi yang mengajak aditya untuk berangkat
ih lama ucap tiwi menarik aditya
eh, ayah ibu aditya pamit ucap aditya yang sudah di tarik tiwi
hati-hati ucap yati yang hanya melihat kepergian tiwi dan aditya
anak itu ucap andre
yati hanya tertawa
saat yati ingin merapihkan meja makan sebelum berangkat melakukan aktifitas,
andre berkata
sayang hari ini kamu jadi mau ngurus ketering untuk hidangan di acara pernikahan tiwi dan aditya ucap andre yang masih duduk di meja makan
jadi sayang ucap yati yang yang sedang merapihkan meja
aku temani ya ucap andre
memangnya kamu enggak sibuk ucap yati
tidak aku sudah menyuruh asisten untuk menghandle semuanya, lagi pula ini kan untuk acara pernikahan anak kita masa aku tidak membantu ucap andre
baik lah, habis ini kita berangkat ucap yati
kalau begitu aku siap-siap dulu ucap andre yang langsung meninggalkan meja
yati pun melanjutkan merapihkan meja dan mencuci piring
aditya dan tiwi yang sudah dalam perjalanan hanya diam, bungkam seribu bahasa,
pandangan tiwi tetap fokus ke depan dengan jari yang terus ia mainkan, tiwi yang merasa canggung terhadap aditya hingga tak berani memandang aditya karena perkataan yati barusan saat di meja makan yang membuat tiwi tidak fokus
otaknya langsung traveling jika dirinya sudah sah menjadi istri aditya setelah lama tak bertemu apa yang akan terjadi,
malu itu lah yang tiwi bayangkan, wajah tiwi pun memerah, gugup, kaku
aditya yang sadari tadi bingung sambil berkata dalam hatinya
" ada apa dengan tiwi "
aditya melihat sikap tiwi yang begitu gugup dan gelisah hanya tersenyum tipis melihat sikap calon istrinya yang begitu menggemaskan membuat aditya ingin menggodanya
sayang kamu kenapa? ucap aditya lembut
hah tidak, tidak ada apa-apa ucap tiwi gugup tak berani menatap aditya
terus kenapa muka kamu merah dan gugup gitu, apa yang sedang kamu pikirkan ucap aditya
hah masa sih, tidak aku biasa aja, tidak memikirkan apa-apa ucap tiwi sambil menutupi pipinya yang merah merona dengan pandangan yang tetap ke depan sambil membenarkan duduknya,
yakin tuh ucap aditya menggoda
apa sih, emang enggak mikirin apa-apa ucap tiwi
kalau enggak mikirin apa-apa kenapa gugup gitu sayang, emangnya aku menyeramkan ya ucap aditya tersenyum
ih siapa yang gugup sih, biasa aja kok ucap tiwi sambil membenarkan duduknya berusaha untuk rileks
habis kamu jadi aneh saat di rumah tadi waktu ibu berbicara seperti itu sama kamu, kamu pasti memikirkannya kan saat kita sudah menjadi suami istri ucap aditya
apaan sih kamu ini, siapa juga yang memikirkannya ucap tiwi mengelak malu
yakin tuh, kalau aku sih saat nanti kita bertemu setelah suami istri pastinya aku akan menerkam kamu ucap aditya menggoda
emangnya aku makanan kamu ucap tiwi
jelas, kamu kan sudah menjadi milik aku pastinya kamu akan menjadi santapan aku setiap harinya ucap aditya tersenyum bahagia kini dirinya bisa menggoda tiwi dengan puas
wow, ganas sekali tuan aditya ini, kalau begitu aku akan berpikir lagi untuk menikah denganmu, karena jika aku setuju menikah denganmu bisa-bisa aku habis kamu makan ucap tiwi kembali menggoda
ooo, seperti itu apa kamu yakin bisa pergi dari ku ucap aditya
iya juga sih kamu susah mengikat aku ucap tiwi
itu tau, kamu kalau berani kabur dari aku, aku akan mencari kamu kemanapun hingga menemukanmu karena kamu hanya milik aku ucap aditya
segitu takutnya kah kamu kehilangan aku ucap tiwi menggoda
lihat saja jika kamu berani melakukannya kamu akan habis aku makan ucap aditya kembali menggoda
dasar kejam ucap tiwi tak berkutik
baru tau ucap aditya
aditya hanya tersenyum melihat tingkah calon istrinya
aditya pun tidak menggoda tiwi lagi dan kembali fokus menyetir
namun saat aditya yang sudah fokus memandang ke depan, tiwi diam-diam melirik aditya
aditya menyadari itu namun pura-pura tidak tau dan tetap fokus ke depan,
tiwi pun memalingkan pandangannya ke arah pinggir jalan
dan aditya tersenyum melihat calon istrinya yang begitu menggemaskan hingga aditya ingin sekali memakannya
sampainya di kampus aditya begitu menjaga tiwi, kemana pun tiwi pergi aditya pasti selalu menemani demi keamanan tiwi dari niat jahat kiara yang selalu mencari kesempatan untuk mencelakai tiwi, namun apa yang di lakukan kiara selalu saja gagal, karena tiwi yang selalu mendapat pertolongan dari orang-orang yang berada di dekatnya termasuk pengawal yang selalu ada di sekitar tanpa kiara sadari
saat aditya dan tiwi ingin masuk ke dalam gedung kampus, langkahnya terhenti karena ada suara yang memanggil aditya, itu adalah bagas dan dika yang baru saja tiba,
aditya panggil dika yang melihat aditya dan tiwi yang berada di pintu gedung kampus
aditya dan tiwi pun menghentikan langkahnya karena mendengar ada yang memanggil aditya dan menoleh ke arah sumber suara
itu dika dan bagas mereka baru datang ucap tiwi
iya ucap aditya dengan pandangan sudah pada dika dan bagas
dika dan bagas langsung melangkah dengan cepat ke arah aditya dan tiwi yang sudah menunggu,
kalian baru datang juga ucap dika
iya baru ucap tiwi
ayo ke kelas ucap bagas
mereka pun melangkah masuk ke gedung kampus bersama-sama menuju kelas,
sampailah mereka di depan kelas,
suasana di dalam kelas sudah cukup ramai,
sayang kamu masuk duluan ya, aku sama dika dan bagas mau di sini sebentar ucap aditya
iya sayang ucap tiwi
tiwi pun melangkah masuk ke dalam kelas Dan duduk,
ada apa? ucap bagas
__ADS_1
keadaan sudah semakin bahaya, kiara mulai menjalankan aksinya ucap aditya
dia mau mencelakai tiwi lagi ucap dika
iya, tapi gagal mangkanya saat ini penjagaan mulai ketat ucap aditya
jadi benar kiara itu adik klara yang ingin balas dendam ucap bagas
iya, orang tua tiwi sudah menyelidikinya dan hasilnya dia memang adik klara ucap aditya
tiwi sudah tau soal ini ucap bagas
belum ayahnya minta aku merahasiakannya dulu darinya sampai waktu nya tepat ucap aditya
jadi aku harap kalian jangan sampai keceplosan saat berbicara dengannya ucap aditya
ok siap ucap dika dan bagas
ya sudah yuk masuk dosen bentar lagi masuk ucap bagas
ayo ucap dika
oh ya sebentar kiara kok belum datang ucap dika yang menahan langkah bagas dan aditya
ah peduli apa, sudah ayo kita masuk ucap bagas menarik dika untuk masuk
mereka pun masuk ke dalam kelas,
saat memasuki kelas aditya melihat tiwi duduk seorang diri sambil membaca buku dan mendengarkan musik menggunakan headphone bluetooth,
aditya pun duduk di samping tiwi begitu pun dengan dika dan bagas
kalian sudah selesai ngobrolnya ucap tiwi yang menyudahi membaca buku dan mendengarkan musik
sudah ucap aditya
kamu baca buku apa sih wi? ucap dika mengambil buku yang tiwi pegang
mengenal kepribadian ucap dika saat membacanya
iya itu buku psikologi tentang mengenal kepribadian ucap tiwi
kamu baca buku psikologi ucap dika tak menyangka
iya, kenapa? ucap tiwi bingung dengan ekspresi dika
sejenak mata dika tertuju pada aditya dan bagas, dengan maksud apa tiwi tau kiara yang akan mencelakainya
ada apa sih kok aneh gitu ucap tiwi bingung ada apa dengan dika, aditya dan bagas yang begitu aneh
em, enggak kok ucap dika
iya enggak ada apa-apa kok wi, dika hanya kaget aja ucap bagas meluruskan
iya sayang maklumlah dia kan sering liat kamu baca novel bukan baca buku begitu, lagian tumben kamu baca buku itu sayang ucap aditya
hanya baca saja, cuma pengen tau aja ucap tiwi
apa kamu lagi memahami karakter seseorang sayang ucap aditya memiliki filing tiwi sedang mencurigai kiara
bisa jadi, lagi pula aku suka baca buku psikologi udah lama, cuma aku menyimpan keinginan aku untuk kuliah jurusan psikologi dan memilih mengambil jurusan bisnis ucap tiwi mengingat keinginannya dulu,
aditya langsung memandang dika dan bagas bahwa apa yang aditya pikirkan sama dengan dika dan bagas pikirkan saat ini,
ooo, tapi bagus juga sih, terus baca buku psikologi untuk tambah ilmu kamu juga ucap aditya
kenapa kamu beralih jurusan ucap bagas
aku mikir meneruskan usaha orang tua lebih baik karena belum tentu kakak-kakak aku mau meneruskannya ucap tiwi
kamu punya kakak? ucap dika
iya ada ucap tiwi
tapi selama ini kita enggak pernah tau kamu punya kakak ucap bagas
mereka di luar kota sejak SMP hingga saat ini ucap tiwi
pantesan saja ucap dika dan bagas
tiba-tiba kiara memasuki kelas
tiwi ucap kiara memanggil sambil tersenyum lalu mendekat ke arah tiwi
heh nenek lampir datang ucap dika kesal
hus, nanti orangnya denger ucap bagas menyenggol lengan dika
kenapa emang iya ucap dika
saat sampai di meja di mana tiwi duduk kiara pun menyapa dika, bagas dan aditya
hai ucap kiara tersenyum ramah
palsu banget ucap dika dengan suara pelan sambil memalingkan wajah
seketika dika, bagas dan aditya diam tanpa kata
kok kamu telat datang nya ucap tiwi
dosen belum masuk kan ucap kiara
belum sih paling bentar lagi ucap tiwi
syukurlah aku kita telat habis tadi ada sesuatu yang harus aku urus ucap kiara
ooo ucap tiwi
tak lama kemudian pun dosen masuk ke dalam ruangan,
pagi anak-anak ucap dosen yang sudah masuk ke dalam kelas
pagi pak ucap semua mahasiswa
seketika ruangan hening hanya suara dosen yang terdengar
baik anak-anak langsung bapak mulai saja, bapak akan menjelaskan beberapa materi untuk kalian ucap dosen yang sudah menjelaskan di depan kelas,
semua mahasiswa telah fokus mendengarkan termasuk tiwi, kiara, dika, aditya dan bagas yang telah fokus
saat ini yati dan andre sedang berada di sebuah restoran untuk memilih menu makanan yang akan mereka hidangkan untuk para tamu di acara pernikahan tiwi dan aditya,
koki restoran telah menghidangkan beberapa menu di atas meja untuk di pilih mana yang cocok,
bapak ibu ini semua hidangan yang tersedia di restoran kami yang akan kami hidangkan nanti di acara pernikahan anak bapak dan ibu ucap koki
yati dan andre pun melihat lihat dan mencicipi semua hidangan yang sudah tersedia,
bagaimana sayang ucap yati pada andre
ok tidak ada masalah ucap andre
yati mengangguk, lalu berbicara pada koki restoran
baik sepertinya tidak ada masalah soal hidangannya semuanya sesuai ucap yati
baik kalau begitu, terima kasih jika bapak dan ibu puas dengan menu yang kami berikan ucap koki
iya sama-sama kami juga terima kasih ucap andre tersenyum
kalau begitu kami permisi dulu ucap andre
baik, silahkan mari saya antar ke depan ucap koki restoran tersenyum
mereka pun melangkah keluar restoran,
sedangkan koki yang lainnya merapihkan makanan yang tadi di hidangkan
sampainya di luar restoran
baik kalau begitu kita permisi dulu ya, sekali lagi terima kasih ucap andre
sama-sama bapak saya juga sekali lagi terima kasih untuk bapak dan ibu
iya ucap yati dan andre tersenyum
kalau gitu kita permisi ucap andre
baik silahkan, hati-hati di jalan ucap koki
andre dan yati pun melangkah menuju mobil dan meninggalkan restoran,
setelah melihat kepergian yati dan andre koki pun masuk kembali ke dalam restoran dan kembali melakukan pekerjaannya,
andre dan yati kini sudah dalam perjalanan,
sayang sekarang kita mau ke mana lagi ucap andre yang sedang mengemudi
oh ya kita mampir ke toko tanda mata mau ngambil pesanan ibu katanya sudah jadi ucap yati
ok, siap meluncur ucap andre melajukan mobilnya menuju tempat tujuan
kuliah baru saja usai,
dosen sudah meninggalkan ruang kelas,
satu persatu mahasiswa yang berada di ruang kelas pun telah keluar dari ruangan,
aditya kamu habis ini mau ke mana? kita jalan yuk ucap dika
em, hari ini aku enggak bisa aku mau ke butik tempat tante nya tiwi, tiwi di suruh ngambil barang jadi aku mau nganterin tiwi ke sana ucap aditya merahasiakan pernikahannya karena belum tepat waktunya,
ooo gitu, sayang sekali tapi ok lah next time ya kita jalan bareng ucap dika
ok aman itu ucap aditya
kalau gitu kita duluan ya? enggak apa-apa kan kalau kita tinggal ucap tiwi
ok, aman itu wi santai aja kalian hati-hati ya ucap bagas
kiara duluan ya ucap tiwi ramah
kiara hanya tersenyum palsu,
dika bagas duluan ya ucap tiwi ramah
ok lanjut ucap dika
hati-hati ucap bagas
tiwi dan aditya pun telah pergi meninggalkan kelas,
melihat tiwi dan aditya yang begitu bahagia, membuat kiara merasa tak senang dengan tiwi yang selalu saja bersama aditya dan aditya yang selalu bersama tiwi juga perhatian pada tiwi membuat kiara tak ada celah untuk mencelakainya
ayo kita pulang ucap bagas,
kiara ayo kita pulang juga ucap dika
dika dan bagas melangkah keluar kelas dengan di susul kiara di belakang
tiwi dan aditya sudah dalam perjalanan menuju butik
sayang kenapa kamu enggak bilang ke mereka kalau kita mau nikah ucap tiwi
bukan enggak mau bilang ke mereka cuma nanti saja saat kita memberikan undangan pernikahan ucap aditya
ooo begitu, gimana kamu aja sayang ucap tiwi
aditya tersenyum dan mengelus kepala tiwi dengan lembut
__ADS_1
tiwi hanya tersenyum sambil memandang aditya yang sedang mengemudi
aditya pun memandang tiwi sambil tersenyum
lalu tangan aditya pun menggenggam tangan tiwi dan kembali fokus mengemudi,
sampailah tiwi dan aditya di butik tante santi, mereka pun langsung masuk ke dalam butik,
saat baru masuk ke dalam butik karyawan butik menghampiri tiwi dan aditya
selamat datang di butik kami ucap karyawan tersenyum
tiwi pun tersenyum
nona tiwi ya ucap karyawan
iya betul ucap tiwi
mari nona silahkan duduk dulu ucap karyawan mengajak tiwi dan aditya menuju sofa ,
tiwi dan aditya pun duduk
maaf di tunggu sebentar ya, saya ambil kan dulu barang pesanan nona di dalam ucap karyawan
iya ucap tiwi
karyawan butik tersebut pun masuk ke dalam meninggalkan tiwi dan aditya,
tiwi pun berdiri dari duduknya dan melihat-lihat koleksi baju di butik tersebut, sedangkan aditya tetap duduk di sofa,
tiwi sudah lama menunggu ucap santi tersenyum yang baru saja keluar menemui tiwi dan aditya
tante, belum kok baru saja sampai ucap tiwi yang menghampiri santi lalu duduk
kalian tidak kuliah ucap santi
sudah pulang tante ucap tiwi
kalian berdua saja ucap santi
iya tante, ibu ada urusan lain jadi enggak bisa ke sini ucap tiwi
ooo, gitu pasti ibu sibuk banget mengurus semua keperluan pernikahan kalian ucap santi
permisi ini barangnya bu ucap karyawan
baik, makasih ucap santi
karyawan pun kembali masuk ke dalam
ini sayang barang kamu semua susah selesai ucap santi menyodorkan dua kotak berisi baju pernikahan aditya dan tiwi
tiwi membuka kotak tersebut melihat sekilas gaun pengantinnya serta kemeja yang akan mereka kenakan di hari istimewa mereka
wah cantik sekali ucap tiwi bahagia melihat gaunnya yang begitu indah
iya sayang itu spesial buat kamu ucap santi
makasih tante, ini bagus banget ucap tiwi tersenyum
sama-sama sayang ucap santi senang
tiwi pun menutup kembali kotak gaunnya dan pamitan,
tante kalau gitu tiwi sama aditya pamit dulu ya ucap tiwi
iya sayang, sukses ya sayang untuk pernikahannya semoga lancar dan salam buat ibu kamu ucap santi
iya tante ucap tiwi
tante aditya pamit ucap aditya
iya, hati-hati ya ucap santi
iya tante ucap aditya
tiwi dan aditya pun melangkah keluar butik dan meninggalkan butik
santi melihat mereka yang telah berlalu pergi dan kembali masuk ke dalam ruangannya,
aditya dan tiwi kini telah berlalu pergi meninggalkan butik
sekarang perjalanan mereka selanjutnya adalah mengambil undangan pernikahan,
sayang habis ini kita mau ke mana? ucap tiwi
memangnya kamu mau ke mana? ucap aditya
enggak tau, terserah sayang aja ucap tiwi
kita di rumah aja ya? jangan pergi ke mana-mana bahaya ucap aditya
bahaya? bahaya apa maksudnya ucap tiwi bingung
ya bahaya, kata orang-orang pengantin yang mau nikah jangan banyak pergi-pergi suka terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, ayah dan ibu juga bilang begitu kan ucap aditya
kamu percaya ucap tiwi
iya, mangkanya kita di rumah aja ya ucap aditya
iya deh, aku juga enggak mau kalau terjadi hal-hal aneh gitu ucap tiwi
patuh ucap aditya tersenyum lalu menggenggam tangan tiwi dan kembali melanjutkan perjalanan menuju toko percetakan
yati dan andre telah sampai di toko tanda mata yang yati datangi beberapa hari yang lalu,
yati memesan tanda mata untuk pernikahan anaknya,
mereka pun masuk ke dalam toko tersebut,
saat memasuki pintu toko mereka langsung di sambut oleh karyawan toko tersebut,
selamat datang di toko kami, ada yang bisa saya bantu ucap karyawan toko dengan ramah,
saya mau mengambil pesanan saya, saya di beri tau kalau pesanannya sudah selesai, atas nama yati ucap yati
baik akan saya cek, silahkan di tunggu sebentar saya akan bawakan pesanan ibu dan bapak ucap karyawan tersenyum mempersilahkan duduk
baik terima kasih ucap yati tersenyum
yati dan andre pun duduk
karyawan pun kembali ke dalam untuk mengambil tanda mata yang yati pesan,
beberapa menit berlalu,
datanglah beberapa karyawan membawa tanda mata yang yati pesan,
kotak pun di letakkan di lantai,
silahkan di cek dulu bu ucap karyawan sambil membuka tutup kotak,
lalu yati pun mengecek
ok, sesuai ucap yati
karyawan pun menutup kembali kotak nya
tolong masuk kan ke dalam mobil ya ucap yati
baik bu ucap karyawan membawa kotak berisi tanda mata menuju mobil
yati dan andre mengikuti dari belakang keluar toko
sudah bu ucap karyawan yang telah meletakkan kotak nya ke dalam bagasi
makasih ya ucap yati
sama-sama bu, saya permisi ucap karyawan masuk ke dalam toko
yati dan andre pun masuk ke dalam mobil langsung meninggalkan toko tersebut dan pulang
tiwi dan aditya baru saja tiba di percetakan di mana yati memesan undangan pernikahan mereka,
saat baru memasuki toko mereka langsung di hampiri oleh salah satu bekerja di sana
selamat datang ada yang bisa saya bantu ucap karyawan tersebut
saya mau mengambil pesanan atas nama ibu yati ucap tiwi
silahkan duduk dulu saya ambilkan barangnya ucap karyawan yang langsung masuk ke dalam
aditya dan tiwi pun duduk di kursi yang tersedia
tak lama karyawan yang tadi menyapanya pun telah kembali dengan membawa satu kotak yang cukup besar,
ini pesanannya mbak ucap karyawan
bisa di cek dulu ucap karyawan membuka tutup kotak tersebut
ok, enggak ada masalah ucap tiwi
kotak pun di tutup kembali,
makasih ya mbak ucap tiwi
sama-sama ucap karyawan
andre pun mengambil alih kotak tersebut
yati dan andre pun keluar dari toko percetakan dan pulang
dalam perjalanan pulang tiwi bertanya,
sayang ayah dan ibu kamu jadinya berangkat kapan ke sini ucap tiwi
lusa, kenapa?
enggak nanya aja, udah lama enggak ketemu ibu kangen sih ucap tiwi
seperti nya yang bakal di perhatikan bukan anaknya tapi menantunya ucap aditya
kenapa cemburu? ucap tiwi
ya jelas dong ucap aditya
kamu ini seperti anak kecil saja ucap tiwi tersenyum
memang aku akan jadi anak kecil apa lagi jika sama kamu ucap aditya menggoda
kamu ini mulai deh ucap tiwi
aditya menyeringai senang melihat calon istrinya jika malu seperti itu maka akan begitu menggemaskan jika di lihat,
aditya terus memandang tiwi sambil tersenyum bahagia,
karena saat ini yang aditya rasakan begitu bahagia bisa memiliki tiwi, karena hanya tiwi yang bisa membuat dirinya merasa begitu bahagia dan nyaman jika di dekat nya, entah sihir apa yang di pakai oleh tiwi, hingga membuat aditya begitu tergila-gila padanya,
entah apa jadinya jika aditya harus kehilangan tiwi,
karena saat ini posisi tiwi sedang terancam karena kiara yang masih terus berniat mencelakai tiwi,
jika tiwi tau sahabat yang dia percaya saat ini adalah musuhnya entah apa yang akan terjadi pada tiwi,
maka dari itu saat ini aditya, andre, beberapa penjaga serta orang yang di dekat tiwi berusaha melindungi tiwi dengan baik,
aditya hanya berharap tiwi tetap baik-baik saja dan kiara cepat melupakan dendamnya,
karena sejujurnya aditya tidak mau menyakiti orang tapi aditya terpaksa melakukannya
__ADS_1