
aditya dan tiwi sudah bersama bagas, dika tentunya juga kiara,
mereka duduk sejenak di taman sambil belajar sebelum masuk ke dalam ruang kelas untuk mengikuti mata kuliah yang mereka ambil,
mereka giat belajar dalam selang waktu luang karena sebentar lagi mereka akan menghadapi ujian semester,
saat ini pikiran tiwi sedang tidak fokus, tentunya masih memikirkan perkataan yati dan andre yang meminta nya untuk segera menikah dengan aditya, sejenak tiwi memandang aditya, dalam pikirannya terbersit "sebentar lagi laki-laki yang ada di samping ku ini akan menjadi suami ku" dengan seulas senyum tipis yang terpancar
tiba-tiba tiwi langsung tersadar dari lamunan sejenak yang seakan mimpi lalu kembali melihat ke arah dika, bagas dan kiara yang masih fokus membaca belum tersadar akan tingkah tiwi tadi, lalu tiwi pun kembali membaca bukunya dan berusaha untuk fokus,
namun ternyata kiara sudah memperhatikan tiwi,
kiara yang melihat dengan muka penuh amarah berusaha seperti biasa demi mencapai tujuannya untuk menyingkirkan tiwi,
tiwi, aditya, dika, bagas dan kiara sudah berada di dalam kelas,
kiara dan tiwi sudah asik berdua,
sedangkan di bangku lain aditya sedang memperhatikan tiwi dan kiara,
dika dan bagas yang sedang asik mengobrol berdua menyadari aditya yang sadari tadi hanya diam,
dika dan bagas memperhatikan arah pandang aditya dengan ekspresi bingung,
apa yang kamu lihat ucap dika yang sudah mendekatkan wajahnya dan melihat ke arah di mana aditya melihat,
apa kamu merasa ada yang aneh ucap dika lagi
iya dari tadi kamu melihat ke arah sana terus ucap bagas
tidak dia bermain begitu cantik sehingga tak ada celah untuk curiga padanya, lihat saja sendiri ucap aditya dengan tetap melihat ke arah tiwi dan kiara berada
iya sih natural sekali ucap dika
jadi kamu berniat untuk memberi tau tiwi soal niat kiara ucap bagas
dia enggak akan percaya begitu saja, kita terus pantau saja, selagi tiwi masih aman kita tidak perlu bertindak ucap aditya
mau sampai kapan kita akan diam tiwi dekat dengan orang berbahaya itu ucap dika
kamu bawel banget sih, tau sendiri tiwi gimana orangnya apa lagi kiara itu dia anggap sahabatnya ucap bagas
ok ok aku ikut perintah saja ucap dika
mereka pun masih terus memandang tiwi dan kiara yang masih asik mengobrol
tak lama dosen pun masuk ke dalam ruang kelas
pagi anak-anak ucap dosen yang sudah berdiri di depan kelas
semua mahasiswa yang melihat dosen masuk langsung duduk dengan rapih,
pagi pak ucap semua mahasiswa
kini suasana kelas menjadi hening,
baik anak-anak langsung bapak mulai saja ya untuk mempersingkat waktu ucap dosen yang sudah mulai menjelaskan di depan kelas,
semua mahasiswa pun sudah mulai fokus pada dosen,
begitu pun dengan aditya, tiwi, dika, bagas dan kiara yang sudah memperhatikan dosen di depan
yati kini sudah tiba di butik milik langganannya yang pemiliknya adalah teman yati setelah yati mengurus segala keperluan untuk pernikahan tiwi dan aditya,
mereka sempat berpisah karena temannya harus kuliah di luar negeri mengambil jurusan desain dan kini mereka bertemu kembali,
sebelum masuk ke butik yati menelepon tiwi lebih dulu untuk untuk memberi tau kalau yati sudah berada di butik
saat kelas tiwi baru saja selesai,
ponsel tiwi berbunyi,
kiara terus memperhatikan tiwi
saat di lihat ternyata itu ibunya,
tiwi pun mengangkat telepon nya,
halo sayang, kamu sudah selesai kuliah ucap yati
sudah bu, baru saja selesai ucap tiwi
kalau gitu ibu tunggu kamu dan aditya di butik ya, sekarang ibu sudah ada di butik ucap yati
iya bu ucap tiwi
kalian hati-hati ya ucap yati langsung menutup telepon nya dan masuk ke dalam butik
__ADS_1
aditya yang sudah berada di samping tiwi berkata,
kenapa sayang ucap aditya
ibu sudah menunggu ucap tiwi
kalau gitu ayo kita berangkat ucap aditya
ada apa sih kalian mau ke mana kok buru-buru ucap dika
butik ucap tiwi
jangan-jangan ucap bagas
sudah sudah ayo kita berangkat kasihan ibu lama menunggu ucap aditya memotong pembicaraan dika dan menarik tiwi keluar ruangan meninggalkan dika, bagas dan kiara
yang melihat kepergian tiwi dan aditya
kiara langsung memasang muka kesal dan langsung meninggalkan kelas seorang diri
kenapa itu anak ucap dika yang melihat kiara melangkah keluar kelas dengan wajah kesal
sudah ayo kita pulang ucap bagas menarik dika keluar kelas dan pulang
kiara yang sudah berada di dalam mobil dengan kesal memukul-mukul stir mobil,
sial, kamu enggak akan bisa bahagia tiwi, lihat saja aku akan menghabisi kamu agar mau bisa merasakan apa yang kakak aku rasakan ucap kiara kesal
otak kiara mulai traveling berencana untuk menghabisi tiwi secepatnya, dia tak mau melihat tiwi yang mendapatkan kebahagiaan sedangkan gara-gara dia kakaknya harus menderita,
kiara pun menjalankan mobilnya meninggalkan kampus,
yati yang berada di dalam butik sedang melihat-lihat baju,
yati ini benar kamu ucap temannya dengan ekspresi senang yang baru saja muncul dari dalam
santi, ini benar kamu ucap yati tersenyum lebar
ya ampun ternyata benar kamu yati, sudah lama tidak bertemu ucap santi memeluk yati
iya sudah lama sekali semenjak kamu kuliah di luar negeri ucap yati
ayo ayo kita duduk dulu ucap santi mengajak yati duduk di sofa
waktu aku terima email, aku pikir itu hanya namanya saja yang mirip taunya memang kamu yati ucap santi
yati tersenyum
aku baru saja kembali, aku ingin memastikan kalau yati yang mengirim email ke aku itu memang yati teman baik aku dan ternyata benar saja ucap santi
aku juga enggak menyangka kalau aku memesan gaun pengantin di butik milik kamu ucap yati
oh ya ngomong-ngomong kamu pesan gaun untuk tiwi ya yati ucap santi
iya buat tiwi ucap yati
enggak kerasa ya tiwi sudah besar tau-tau mau menikah dan aku semakin tua ucap santi tersenyum
kamu bisa aja, tetap cantik kok ucap yati tersenyum membikin sedikit candaan
kamu bisa saja ucap santi
permisi gaun nya sudah siap bu ucap pegawai butik
iya makasih ucap santi
ayo kita lihat dulu gaun nya sambil menunggu tiwi tiba ucap santi mengajak ke dalam untuk melihat gaun
yati mengangguk
mereka pun masuk ke dalam untuk melihat gaun lebih dulu,
tiwi dan aditya baru saja tiba di butik yang di maksud,
sayang benar ini tempatnya ucap aditya
iya, sama kok sama nama butik yang ibu kasih ucap tiwi
ya sudah yuk masuk ibu pasti sudah menunggu ucap aditya
mereka pun melangkah masuk ke dalam butik,
saat tiwi dan aditya baru saja masuk ke butik yati dan santi pun keluar dari dalam
sayang kamu sudah datang ucap yati tersenyum
iya bu ucap tiwi menghampiri yati dengan diikuti aditya
__ADS_1
sayang kenalin teman ibu, ini tante santi ucap yati
cantik sekali, dulu waktu kamu kecil tante yang suka menggendong kamu, sekarang sudah sebesar ini ucap santi tersenyum
tiwi hanya tersenyum
iya dulu kamu suka di ajak tante santi jalan-jalan ucap yati
jadi ini calon nya ucap santi melihat aditya
iya tante ucap tiwi
ganteng, kalian cocok sekali yang satu cantik dan yang satu ganteng ucap santi
makasih tante ucap tiwi
ya sudah yuk langsung saja fitting baju pengantinnya biar tau apa yang kurang ucap santi
ayo sayang ucap yati
mereka pun melangkah menuju kamar ganti untuk fitting baju pengantin tiwi dan aditya
sedangkan yati dan santi menunggu aditya dan tiwi yang sedang mengganti baju, duduk di sofa
tak lama aditya pun keluar dengan menggunakan setelah jas,
obrolan yati dan santi pun terhenti, pandangan mata mereka sudah tertuju pada aditya yang sudah mengganti baju,
yati dan santi begitu terpana pada penampilan aditya yang begitu tampan menggunakan setelah jas yang ia kenakan,
ibu tiwi belum selesai ucap aditya yang sudah mendekat pada yati dan santi
mereka masih terpanah dengan ketampanan aditya
hah, tiwi masih di dalam ucap yati
belum selesai ya ucap aditya
biasa lah namanya juga pengantin wanita, kalau di dandanin lama ucap santi tersenyum
tunggu saja ucap yati
aditya pun menunggu tiwi yang belum selesai di dandani,
tiwi akhirnya keluar dari ruang ganti,
dengan menggunakan gaun pengantin rancangan santi gaun putih menjuntai hingga menyapu lantai membalut tubuh tiwi yang putih dan mungil membuat semakin indah saat tiwi memakainya, tiwi berlahan melangkah ke tempat yati dan santi berada,
pengantin perempuan sudah siap ucap pegawai butik
sepasang mata langsung tertuju pada tiwi yang baru saja keluar,
aditya yang sudah menunggu pun langsung membalikkan badannya,
saat mata aditya memandang tiwi langsung terpanah mematung seakan tersihir oleh kecantikan tiwi yang memakai gaun pengantin,
tiwi hanya tersenyum saat melihat aditya yang begitu tampan menggunakan jas,
cantik sekali anak ibu ucap yati menghampiri tiwi
iya cantik sekali sayang, tante enggak salah memilihkan gaun ini untuk kamu ucap santi tersenyum
makasih tante ucap tiwi tersenyum
sedangkan aditya masih mematung
bagaimana bagus tidak ucap tiwi pada aditya
aditya yang mendengar pertanyaan tiwi langsung tersadar,
hah, cantik cantik ucap aditya gugup
tiwi tersenyum malu
yati dan santi hanya tersenyum melihat kelakuan tiwi dan aditya
santi pun membuyarkan suasana,
baik kalau gitu tante akan menyempurnakan gaun pengantinnya agar semakin terlihat indah dan jika sudah selesai tante akan telepon ucap santi pada tiwi
makasih ya santi ucap yati
apa sih kamu, malah aku senang bisa terlibat seperti ini ucap santi
tante jangan lupa datang ya ke pernikahan aku sama aditya ucap tiwi pada santi
pasti, tante pasti datang ucap santi tersenyum
__ADS_1
tiwi, aditya, yati tersenyum bahagia
tiwi merasa bersyukur dan pastinya menjadi orang yang sangat bahagia saat ini