PLEASE BE MARRIED

PLEASE BE MARRIED
[EP.01] HARI PERTAMA KERJA


__ADS_3

Kisah ini menceritakan tentang seorang Karyawan baru di sebuah perusahaan besar yaitu Yuanna Byanca atau sering di sebut Nana. Perusahaan besar itu sangat maju dan lebih kagumnya lagi, Perusahaan itu di pimpin oleh seorang Pria yang masih Sangat muda. Pernah Nana sesekali melihatnya ketika tak sengaja berpapasan. Tak ingin terkesan jelek Di hadapan Bos nya, Nana menyapa Pria itu Nana tersenyum Lebar padanya


"Selamat pagi pak...." sapa seorang Nana.


Namun seorang Direktur sangatlah Dingin, Pria itu mengabaikan sapaan dari Nana Pria itu tetap berjalan dengan Gagah berwibawa di sebelahnya Selalu di temani Seorang Asisten yang tak kalah Gagah sepertinya. Mendapat respon yang tentu saja Membuat tidak enak itu, Nana hanya bisa menghela nafas


"Huh.... Dia terkenal sangat dingin. Tapi seorang Nana yang baru saja di Abaikan ini, Tidak akan goyah. Nana harus tetap semangat!." Ucap Nana dengan ambisius


***

__ADS_1


Hari pertama Kerja Nana mendapat Job lembur. Nana harus menyusun dokumen dokumen penting yang atasan berikan, Nana juga harus segera memprint dokumen untuk rapat Besok. Pada Akhirnya Nana bekerja sampai larut malam. Saat itu Nana memerlukan persetujuan dan tanda tangan dari Seorang atasan, Berhubung atasan mengatakan Jika dia tidak ada, Nana bisa meminta persetujuan dan tanda tangan langsung dari Direktur. Karna setiap hari direktur selalu bekerja Lembur di kantor.


Karna Seorang direktur Terlihat sangatlah Tampan, Nana sedikit merasa Gugup dan tak percaya diri, Jika bertemu dengan Direktur, Nana Selalu kagum akan ketampanan nya. Membuatnya tak bisa mengalihkan pandangan nya. Namun Di sisi lain Nana terkadang merasa takut Akan kedinginan Bos nya. Apa boleh buat? Seorang Nana harus berani Jadi, Nana memberanikan Diri untuk menghampiri Direktur.


Nana Mengetuk Pintu, Namun tidak ada respon dari Direktur. Akhirnya Nana berfikir Untuk menerobos saja Masuk. Upayanya jika sudah mendapat persetujuan dari direktur, Nana Bisa segera Pulang. Nana pun masuk ke Ruangan direktur, Tercium Aroma Alkohol yang sangat menyengat. Sepertinya Direktur sedang Mabuk. Pikir Nana. Perlahan Nana berjalan mendekati Direktur Nana mencoba menyapanya


"Pppp...Pak, Ad...ada dokumen yang baru saya buat. Saya butuh persetujuan dari Bapak, Ap...apakah bapak bisa melihatnya sekarang?." Tanya Nana sebenarnya Nana sedikit takut Akan Direkturnya yang sedang mabuk itu.


Tak menyahut, Pria itu malah berdiri sambil menggertak meja. Nana sangat kaget pria itu perlahan mendekati Nana, Lebih Mendekatkan pandangan nya. Nana yang masih terkejut itu dan pastinya takut di rasakan nya, Nana perlahan melangkah mundur. Namun Pria itu Terus mengikuti langkah Nana Sampai Tidak ada Lahan lagi untuk Nana melangkah, Tubuh Nana Bertabrakan dengan Dinding. Pria itu segera Mendekapnya dengan kedua tangan nya. Nana yang masih Terkejut dan sangat takut itu Lagi ia memberanikan diri bertanya

__ADS_1


"Ba....Bapak Ma...mau apa? Bapak jangan macam macam terhadap saya!." Ancam Nana tiba tiba Nana mendapat pemikiran yang buruk ketika mendapati respon seperti itu dari atasannya. Pria itu tersenyum jahat, Dia menyahut Nana terasa nafasnya sangat hangat


"Kau sendiri yang datang padaku." Ucap pria itu Sepertinya karna mabuknya, pria itu tak sadar apa yang telah di lakukan nya. Nana semakin takut dan panik Nana mencoba menyahut


"Aku.....aku mohon ja....jangan macam macam pak. Ji....jika kedatangan saya mengganggu bapak, Saya akan segera pergi. Saya ingin bapak melepaskan saya." Ucap Nana Panik takut di rasakan nya. Pria itu memegangi dagu Nana, Pria itu memandang Nana dengan tatapan Lapar sambil menyahut


"Gadis kecil, Kau tidak bisa lari dari ku. Kau sendiri yang datang padaku."


Langsung saja Pria itu mencium Nana dengan Ganas. Nana sangat terkejut Nana panik, Nana menangis ketakutan Nana mencoba berontak ia memukul mukul Dada pria itu saat Pria itu menciumnya. Namun pukulan dari tangan kecil Nana itu tak berarti apapun. Pria itu makin Ganas, Pria itu menyingkirkan Blazer yang di kenakan Nana, Pria itu mengecup Pundak dan leher Nana dengan nafsu.

__ADS_1


__ADS_2