PLEASE BE MARRIED

PLEASE BE MARRIED
[EP.25] MEMUTUSKAN UNTUK MEMBERIKAN HAK ASUH


__ADS_3

Keesokan paginya. Sebelum Panzi pergi ke kantor nya Nana menghampiri Panzi ia mengucapkan selamat pagi pada Panzi. Panzi yang tak mau bertele-tele itu ia segera menyahut Nana


"Ada apa?" Tanya Panzi. Nana dengan sedikit keberanian menyahut

__ADS_1


"Terimakasih untuk kemarin malam." Sahut Nana Panzi langsung menyahut


"Tak perlu berterimakasih lagi, aku hanya tidak mau orang yang berisik seperti mu mengganggu waktu tidurku." Sahut Panzi. Nana menanggapi Panzi yang dingin itu ia hanya bisa tersenyum namun setelah itu lama Nana tak berbicara apa-apa lagi, Nana terus berpikir ia masih ragu untuk mengatakan nya pada Panzi. Panzi yang melihat Nana masih melamun itu ia segera menyadarkan Nana

__ADS_1


"Siput yang berisik, apa masih ada hal lain yang ingin kau sampai kan? Jika tidak menyingkirkan dari jalan ku! Aku sudah hampir telat." Ucap Panzi sambil melihat ke arah jam tangan nya. Melihat Panzi yang sedang terburu-buru itu nana segera menyahut namun hatinya masih ragu


Panzi masih ragu akan kata yang di ucapkan Nana barusan , sebelumnya wanita itu begitu antusias mempertahankan hak asuh, tapi sekarang dia tiba-tiba berubah pikiran. Panzi segera menyahut Nana

__ADS_1


"Bicara soal hak asuh, apa kau tidak akan merasa di rugikan? Bagaimana pun setelah bayi lahir kau tetap harus segera pergi sesuai perjanjian kita sebelumnya " Tanya Panzi. Nana kembali menyahut


"Aku yakin kali ini, aku akan pergi setelah bayi lahir. Aku tidak akan melanggar janji kita sebelumnya. Aku hanya ingin kita bercerai secara damai. Aku tidak akan mengganggu hidup mu lagi," sahut Nana mengucapkan semua itu ia tak bisa lagi menahan air matanya yang ingin menetes itu, perlahan buliran air mata mengaliri pipinya namun Nana kembali melanjutkan "Aku....aku hanya berharap kamu bisa memperlakukan nya dengan baik dan menyayanginya. Aku tidak ingin nantinya anak ini tidak mendapat kasih sayang dari ku yang tidak akan menemaninya dan memberikan kasih sayang sepenuhnya. Setidaknya dia mendapatkan kasih sayang darimu." Ucap Nana tertunduk mencoba menyembunyikan tangis nya. Ketika mengatakan perkataan itu hatinya sangat tersayat begitupun sesak, wanita mana yang bisa merelakan dan meninggalkan bayinya ketika baru lahir? Rasa keibuan nya begitu besar terhadap bayinya itulah yang di rasakan seorang Nana sekarang.

__ADS_1


__ADS_2