PLEASE BE MARRIED

PLEASE BE MARRIED
[EP.03] BIARKAN AKU PERGI


__ADS_3

"Ak...Aku tidak ingin itu Hu...hu... Aku....Aku ingin bapak melepaskan ku." Sahut Nana. Pria itu terkejut akan sikap Nana, Lagi Pria itu menyahut


"Jangan bilang kau ingin lebih dari ku! Kau sengaja kan berlagak polos di hadapan ku?." Gertak Pria itu. Pria itu berfikir Nana akan mengambil kesempatan darinya, Pria itu curiga Akan Nana, Nana Dengan sengaja akan mengandung Anaknya dan meminta pertanggung jawaban nya. Nana sangat terkejut ia segera menyahut takut


"Bu...bukan itu. Hu....hu..."


"Lalu Apa Mau mu?!?!" Bentak pria itu.


"Biarkan Aku... pergi. Maafkan aku, jika membuat Bapak marah.... Ak...aku hanya ingin pergi dari bapak. Hu...hu..hu..."


"Baik, Aku akan melepas mu. Tetapi ingat! Jika kau hamil gugurkan saja Anak itu! Faham!." Tegas pria itu.

__ADS_1


Nana hanya bisa mengangguk angguk sambil menangis karna takut akan Pria itu. Pria itu melepaskan Nana, Sebelum itu segera Nana mengelapi air matanya, Mengetes suaranya agar tidak terdengar serak. Perlahan Nana berjalan, Dan akhirnya Bertemu dengan Atasan nya. Atasan nya menanyai Nana


"Nana, kemana saja? Bagaimana? Apa dokumen nya sudah selesai di buat?." Tanya atasan nya Nana segera menyahut


"Maaf pak, Saya tidak bisa membuat dokumen nya." Sahut Nana. Atasan nya terkejut mendengar jawaban dari Nana Ia segera marahi Nana


"APA?! BAGAIMANA MUNGKIN?!." bentak atasannya. Nana hanya bisa tertunduk dan menyahut


"Ma...maaf pak." Ucap Nana tak berdaya. Atasan itu sangat marah pada Nana, dia terus memarahi Nana sampai semua karyawan menonton menyaksikan Nana yang sedang di marahi. Mendengar kegaduhan Pria itu pun segera menghampiri mereka


"Di...direktur. Maaf jika telah membuat Suasana kantor seperti barusan. Sa...saya hanya mencoba memberi Karyawan baru ini teguran atas ketidak profesionalan nya dalam bekerja." Ucap Atasan itu, Ketika Atasan itu akan menjelaskan inti masalahnya segera Pria itu menghentikan nya. "Jadi direktur, Saya menyuruh Nana untuk menyusun dokumen tap," segera Pria itu menyahut

__ADS_1


"Cukup! Masalah itu bisa di kesampingkan. Aku tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi! Dan jangan marahi dia lagi. Kemarin aku yang tak sengaja membasahi dokumen nya. Masalah ini cukup sampai disini. Kalian mulai kembali bekerja." Tegas pria itu Lalu pergi meninggalkan Nana dan atasan nya.


Ketika akan memberi tugas pada Nana lagi, segera Nana menyahut


"Pak. Aku mengundurkan diri dari perusahaan." Ucap Nana lalu pergi. Atasan itu sangat bingung, ada apa dengan Gadis itu? Apa dia bodoh? Padahal untuk bekerja di perusahaan itu sangatlah Susah. Tapi Gadis itu malah menyianyiakan nya. Pikir Atasan itu.


***


Nana Pulang, Nana langsung membersihkan Dirinya yang ternoda itu. Begitu banyak kecupan yang di tinggalkan Pria itu, Nana tidak bisa menghilangkan nya. Nana merasa sangat jijik melihat dirinya. Nana tak bisa berhenti menangis dan memaki dirinya. Sampai akhirnya Nana tertidur di sebuah Bak yang ia singgahi telah terisi Air itu.


Malam Hari

__ADS_1


Pria itu Terus kepikiran akan Nana, Tiba tiba saja berpikiran akan Wajah Nana saat pertama kali bertemu dengan nya (Intinya saat Nana memberi senyuman pada Pria itu) terus terngiang di pikiran nya. Pria dingin itu merasa terganggu oleh pikiran nya itu, Pria itu merasa Jijik. Karna wanita itu bukanlah Kriteria nya. Mana bisa seorang Direktur ternama Bisa jatuh cinta kepada seorang karyawan Yang Polos itu yang pastinya bukan kriteria nya.


Pria itu berfikir, Kenapa gadis polos itu begitu lugu? Padahal dia yang telah mengambil keperawanan nya. Wanita lain mungkin akan menyalahkan itu pada Orang yang telah mengambil kehormatan nya, akan tetapi Wanita itu malah meminta maaf padanya? Padahal semua teringat jelas. Kalau Dia lah yang telah memulainya. Dia ingat kalau wanita itu tidak menggodanya. Panzi sendiri lah karna terlalu mabuk sampai tidak sadar telah berbuat buruk pada wanita itu, tapi Panzi juga tidak menginginkan itu, salah wanita itu yang datang padanya malam-malam.


__ADS_2