PLEASE BE MARRIED

PLEASE BE MARRIED
[EP.15] BERFIKIR UNTUK MENIKAHINYA


__ADS_3

Panzi segera beranjak Naik mobil. Perlahan Panzi mulai mengendarai mobilnya. Di dalam mobil terasa sangat hening dan canggung. Tidak ada satupun dari Nana ataupun Panzi yang berucap. Dalam keheningan itu Panzi mencoba mengajak bicara Nana


"Siput." Panggil Panzi. Nana segera melihat ke arah Panzi akan tetapi Nana tidak berani menyahut Panzi. Lagi Panzi berucap


"Siput, aku tahu kamu membenci ku benar kan?." Tanya Panzi. Akan tetapi Nana masih tidak berani menyahutnya.


"Siput. Aku telah membuat mu takut padaku. Maafkan aku. Siput, Tetap lahirkan Bayi itu. Bayi itu tidak bersalah. Aku telah berdosa jangan membuatku berdosa lagi. Yang bersalah adalah aku seharusnya aku tidak melakukan nya bersama mu. Jujur saja aku tidak ingin itu semua terjadi. Aku tahu sekarang kamu sangat membenci ku." Ucap Panzi dengan lemah lembut ia mengakui kesalahanya


Kalaupun sedikit ragu, Akhirnya Nana punya keberanian untuk menyahut Panzi


"Ak...Aku tidak membenci mu," Sahut Nana

__ADS_1


"Tapi kenapa jika melihatku kau selalu tertunduk?."


"Aku takut padamu. Se...sebelumnya kamu bilang jika kamu tahu aku hamil, Kamu akan membunuh kami. Aku...aku tidak ingin itu terjadi."


"Maaf telah membuat mu takut. Tapi dengan kamu akan menggurkan Bayi itu, bukan nya kau mau membunuh anak mu sendiri? Kamu tidak menginginkan anak itu kan?." Tanya Panzi


"Maafkan aku. Aku...aku tidak berniat ingin membunuhnya. Aku menginginkan nya, sebelumnya aku sangat takut padamu. Aku takut jadi aku berfikir untuk mengaborsinya. Sebelumnya kamu bilang tidak menginginkan Anak ini akan tetapi kamu ingin memiliki anak ini. Aku tidak mau anak dariku tidak pernah mendapat kasih sayang dari ayahnya. Aku tidak mau itu terjadi. Kalaupun anak ini belum lahir tapi aku bisa merasakan nya. Aku tidak mau anak ku tidak memiliki kasih sayang dari seorang Ayah. Aku takut Anak ku tidak akan bahagia." Ucap Nana ia mencurah limpahkan isi hatinya. Panzi tertegun mendengar ucapan Nana.


Mendengar Nana memohon padanya untuk membiarkan nya pergi bersama anaknya, Panzi marah pada Nana. Panzi yang sedang mengemudi itu tiba tiba saja memberhentikan mobilnya, Panzi menyahut Nana


"Apa kamu fikir aku akan membiarkan mu sendirian mengurus anak ku? Ya, kamu bisa menjamin kasih sayang yang besar untuk dia. Tetapi apakah kau tidak pernah berfikir jika dia hidup bersama mu akankah kamu menjamin kondisi Finansial nya?" Tanya Panzi nada geram terdengar jelas di setiap ucapan nya. "Kau jangan pernah berfikir untuk membawa Anak pertama ku hidup susah dengan mu! Aku tidak akan pernah membiarkan mu." Tegas Panzi Ia berkata pedas Pada gadis polos itu

__ADS_1


Mendengar perkataan Panzi Nana berfikir sejenak, Nana merasa sangat sedih setelah di fikir fikir yang di katakan Pria itu memanglah benar. Nana tertunduk lagi ia menyahut Panzi


"Ak...Aku... tahu itu. Tapi, aku akan berjuang untuk membesarkan anak ku." Nana tetap bersikukuh.


Sebenarnya Panzi geram akan Wanita itu karna Wanita itu terus bersikeras menentang kehendak Panzi, Panzi menatap Nana dengan tatapan Tajam. Panzi tidak suka dengan orang yang terus menentangnya. Jika itu bukan Nana yang sedang hamil anaknya, Pastinya Panzi akan menggertak wanita itu. Panzi mencoba menahan Amarahnya, Panzi menghela nafas dengan egonya Panzi menelpon Reno untuk membantunya memanggil penghulu dan menyuruhnya untuk mengantarkan Penghulu itu ke alamat Apartemen Nana. Tanpa berfikir Panjang Hari itu Panzi berniat akan menikahi Nana.


Nana syok dan tak terima mendengar keputusan Panzi yang terburu buru itu. Nana menyahut


"Aku bilang Aku tidak butuh pertanggung jawaban dari mu! Aku tidak ingin memiliki hubungan dengan mu! Aku tidak mau menikah dengan mu!." Teriak Nana Pada Panzi dia menentang keras kehendak Panzi.


Panzi tidak peduli yang ada di benak nya sekarang yaitu untuk menyelamatkan Anaknya, dan agar Nana tidak terus memintanya untuk melepaskan nya. Panzi tidak ingin wanita itu sampai pergi membawa Anaknya. Setidaknya keputusan menikahi Nana Panzi bisa sedikit tenang.

__ADS_1


__ADS_2