PLEASE BE MARRIED

PLEASE BE MARRIED
[EP.33] PERGI DARI TEMPATNYA ADALAH KEPUTUSAN YANG TEPAT


__ADS_3

Ke esoknya harinya, Panzi dengan bersemangat datang kembali ke rumah sakit untuk melihat istrinya. Akan tetapi ketika memasuki ruangan yang di tempati Nana, ruangan itu tampak kosong tidak ada sama sekali tanda-tanda orang yang sedang menempati ruangan itu. Panzi pun merasa panik dan khawatir ia segera bergegas mendatangi resepsionis dan bertanya; Dimana pasien yang berada di ruangan 114? Petugas pun segera menjawab; kalau pasien yang ada di ruangan 114 sudah pulang. Ternyata Nana sudah pulang tanpa sepengetahuan Panzi, ia harus segera memastikan apa istrinya sudah aman atau tidak?, Panzi takut dengan kondisi psikologis nana sekarang takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Mendengar jawaban dari petugas Panzi segera bergegas pergi dari rumah sakit.


Panzi tiba di rumahnya, Panzi berlari sambil menyusuri tangga dengan rasa khawatir nya. Panzi langsung masuk ke dalam kamarnya, Panzi melihat ke sekeliling kamar dan sama saja Panzi tidak menemukan Nana disana. Panzi mulai kebingungan kemana perginya Nana? Panzi berpikir sejenak Panzi memutuskan untuk kembali mencari Nana ada kemungkinan mungkin, Nana ada di apartemennya. Panzi langsung bergegas untuk pergi ke apartemen Nana.


Sesampainya di apartemen Nana, Panzi segera masuk berlari menaiki tangga dengan terburu buru, dan akhirnya Panzi sampai di depan pintu tempat Nana tinggal, Panzi segera membuka pintu saat melihat wanita yang sedang di cari-cari nya ada di hadapan nya Panzi merasa sangat lega. Panzi melihat Nana yang tengah sedang membaca buku kehamilan itu, Panzi tersenyum dan bersyukur karena tidak terjadi apa-apa pada istrinya. Namun Nana segera menyadari keberadaan Panzi Nana segera berhenti membaca buku, Nana segera meletakan bukunya di atas meja. Ketika melihat Panzi Nana langsung meminta Panzi untuk masuk.


Mendengar Nana meminta nya masuk Panzi pun dengan senang masuk dan bertanya.

__ADS_1


"Sudah gak takut lagi?" Tanya Panzi. Nana segera menyahut



"Antara ya... dan tidak. Aku tidak tahu." Sahut Nana dengan tertunduk, Nana masih punya sedikit keraguan pada Panzi di hatinya. Panzi sadar kalau Nana masih merasa takut padanya Panzi hanya bisa tersenyum dan bersabar Panzi kembali bertanya


"Ini rumahku yang sebenarnya." Sahut Nana. Panzi kembali menyahut

__ADS_1


"Tidak, maksudku pulang ke rumah ku. Bagaimanapun untuk sekarang kau harus tinggal di rumah ku." Sahut Panzi


"Tidak perlu. Aku lebih aman dan nyaman tetap tinggal di rumah ku sendiri. Aku tidak ingin merepotkan mu." Sahut Nana dengan tegas. Panzi pun kembali menyahut


"Tapi disini tidak aman, aku takut terjadi sesuatu dengan mu jika kau tinggal disini. Apalagi dengan kondisi mu saat ini, aku tidak bisa membiarkan mu sendiri." Timpal Panzi


"Aku baik-baik saja," sahut Nana, ia terus menjawab perkataan Panzi, akan tetapi Panzi tak patah arang Panzi terus membujuk Nana agar mau kembali tinggal di rumah nya. Mendengar bujukan Panzi Nana menjadi kesal ia segera bertanya Panzi dengan sinis; Apa hak Nana untuk kembali ke rumah Panzi? Faktanya Nana dan Panzi sudah resmi bercerai untuk apa terus tinggal di tempat yang seharusnya tidak Nana singgahi? Bukanya sebelumnya Panzi membenci Nana? Panzi bilang sendiri kalau kedatangan Nana mengganggu kehidupan Panzi. Nana tidak ingin Panzi terus beranggapan seperti itu karna seburuk apapun Nana, dia mempunyai prinsip dan harga diri. Nana tidak mau memaksakan diri untuk tetap berada di samping Panzi, Nana tidak ingin mencap dirinya sebagai wanita yang tidak tahu malu, di tambah lagi tidak baik bagi laki-laki dan perempuan yang tidak memiliki hubungan tinggal satu atap. Sebelum memutuskan itu Nana sudah berpikir dengan matang Dengan tekad dan keyakinan Nana, pergi dari rumah Panzi adalah keputusan yang terbaik untuknya.

__ADS_1


__ADS_2