
Sampailah Nana dan Panzi di sebuah rumah sakit, Nana segera turun dari mobil ia merasa saat di dekat Panzi ia merasa gugup jantung nya berdetak kencang ketika Panzi bersamanya suasana begitu canggung apalagi setelah kejadian tadi, dimana Panzi dengan santainya mencium Nana akan tetapi melihat sikap Panzi sekarang ia terlihat seolah sebelumnya tidak terjadi apa-apa tapi sudahlah mengingat sikap Panzi yang sering berubah-ubah sepertinya itu bukan apa-apa baginya yang jelas sekarang Nana tidak boleh terlalu dekat dengan Panzi. Nana berjalan secepat yang ia bisa sambil berjalan Nana melihat ke belakang memastikan apakah Panzi mengejarnya? Saat itu tak sengaja tubuh Nana bertabrakan dengan seorang pria, Nana sedikit terkejut ternyata pria itu adalah Jackson, Nana segera menoleh pada pria itu lalu Jackson tersenyum sambil menyapa nya
"Hai... Ada apa? Kamu terlihat begitu terburu-buru apa ada yang mengganggu mu?" Tanya pria itu, Nana segera membalas senyuman pria itu dan menyahut
"Eummm gak kok." sahut Nana, Jackson kembali bertanya apa Nana baik-baik saja? Kenapa pergi ke rumah sakit? Apa ada yang merasa tidak nyaman?. Nana segera menyahut kalau dia baik-baik saja, tujuan Nana datang ke rumah sakit yaitu untuk cek kandungan, Jadi jackson tidak perlu mengkhawatirkan Nana.
Di sisi lain, Panzi melihat Nana yang tengah berbincang dengan pria lain, perbincangan mereka terlihat begitu membahagiakan bahkan nana bisa tersenyum dengan pria itu. Sedangkan ketika bersama Panzi, Nana terlihat seperti gadis malang, hanya ada rasa canggung diantara mereka. Melihat semua itu membuat Panzi sedikit kesal ia mengepalkan kedua tangannya dengan geram dan segera menghampiri Nana dan pria itu.
Panzi berusaha untuk tetap tenang di hadapan nana dan pria itu, Panzi tersenyum sambil berkata
"Sayang rupanya kamu disini," Ucap Panzi. Nana dan Jackson segera menoleh kemudian Jackson bertanya
__ADS_1
"Kamu, siapanya?" Tanya Jackson sambil melihat ke arah Nana, mendengar pertanyaan itu Nana merasa ragu untuk menjawab Jackson, bagaimana pun Nana tidak bisa membocorkan hubungannya dengan Panzi tanpa sepertujuanya. Akan tetapi melihat respon Nana yang lambat itu Panzi segera menjawab
"Aku suaminya, ayah dari bayinya, Panzi!" Jawab Panzi dengan tegas sambil mengulurkan tangannya. Jackson menoleh ke arah Nana mengisyaratkan apakah benar perkataan Panzi? kalaupun merasa sedikit ragu tidak ada cara lain Nana terpaksa mengangguk mengiyakan. Kemudian Jackson tersenyum sambil menyahut
"Oh, hai aku Jackson, temannya nana." Sahut Jackson, hendak ia akan menjabat tangan Panzi tiba-tiba saja Panzi segera menarik tangannya. Panzi tersenyum sinis pada Jackson sambil menyahut
"Tak perlu, aku harus segera membawa istriku ke dokter." Ucap Panzi sambil menarik Nana pergi dari Jackson. Sebelum pergi Nana segera menyahut
"Maaf, atas perlakuannya. Kamu tidak apa-apa kan? Sekali lagi aku minta maaf." Ucap Nana, ia merasa tidak enak dengan Panzi yang bersikap arogan pada Jackson yang baik padanya. Panzi begitu sombong apakah Jackson akan merasa tersinggung oleh Panzi?. Jackson tersenyum dengan ramah hendak ia akan menyahut Nana, Panzi segera menarik Nana pergi semakin jauh dari Jackson, Panzi tidak membiarkan Jackson terus berbincang begitu lama dengan istrinya.
"Kamu kenapa sih!" Ucap Nana, Panzi segera menyahut
__ADS_1
"Bagus sekali, lari dari ku untuk menemui dokter pria itu!." Ketus Panzi, Nana segera menyahut Panzi, untuk menyangkalnya
"Kamu salah paham! Ak...aku tak sengaja bertemu dengannya" jelas Nana Panzi kembali menyahut
"Bohong! Kamu suka dokter pria itu kan?." Nana segera menyahut Panzi, menyangkal nya
"Aku gak bohong, mana berani aku suka sama pria lain." jelas nana
"Terus kamu suka siapa?" Tanya Panzi sambil tersenyum-senyum. Nana kembali menyahut menegaskan
"Ga ada…" sahut Nana, Panzi pikir apakah Nana akan bilang kalau ia menyukainya?. Panzi tersenyum begitu manis ia segera menyahut menebak kalau
__ADS_1
"Kamu suka aku kan?" Panzi bertanya tanpa ragu, akan tetapi Nana segera menyahut menyangkal nya
"Mana berani, selama ini aku selalu mematuhi peraturan kontrak untuk tidak menyukai siapapun termasuk kamu." Sahut nana sambil tersenyum terlihat seperti nya Nana benar-benar memang tidak memiliki rasa suka terhadap Panzi. Mendengar jawaban Nana Panzi merasa kecewa, Panzi merasa tak puas dengan jawaban Nana Panzi menarik pergelangan Nana dengan kasar ia bergegas membawa Nana keruangan pemeriksaan. Sesampainya Panzi segera melepaskan genggamannya, dengan tegas berkata pada dokter untuk segera melakukan pemeriksaan pada Nana. Dalam hatinya Nana, ia berkata Dasar aneh apakah kepalanya terbentur sesuatu? Kadang baik dan kadang juga kasar. Keluh Nana.