PLEASE BE MARRIED

PLEASE BE MARRIED
[EP.16] APA YANG KAMU INGINKAN?


__ADS_3

Tak lama Panzi Dan Nana tiba di apartemen Nana. Sepanjang jalan Nana terus berontak, Nana tidak ingin di nikahi Panzi. Sampai akhirnya Panzi membawa paksa Nana untuk masuk ke apartemen nya. Disana sudah ada Penghulu, Reno, dan Ibunya Nana. Sedangkan Nenek, Nenek terpaksa pergi lagi ke rumah sakit karna tekanan darah nya kembali Naik. Melihat kedatangan Panzi dan Nana Ibunya Nana segera menghampiri mereka Ibunya Nana bertanya Pada Panzi


"Apa maksudnya ini?" Tanya ibunya Nana tak percaya.


"Saya akan menikahi putri anda sekarang juga. Bukan kah ini yang anda inginkan?" Tanya Panzi


"Bukankah ini terlalu terburu buru?." Timpal Ibunya Nana


"Saya tidak bisa berlama lama lagi. Saya akan menikahi nya sekarang."


Nana tetap tidak ingin menikah dengan Panzi, Kalaupun Nana merasa ibunya sedikit setuju akan tetapi Nana tidak ingin di nikahi Pria itu. Nana berontak

__ADS_1


"Aku tidak ingin menikah dengan mu!." Rontak Nana. "Ibu... Ak...Aku tidak ingin menikah dengan nya!." Nana terus berontak


Panzi tidak memperdulikan pendapat Wanita itu. Panzi meminta Ibunya Nana untuk segera merias Nana jika itu di perlukan. Akan tetapi Nana terus berontak Nana menangis Nana bersikukuh Tidak mau menikah dengan Panzi. Nana tidak mengenal Pria itu Dan Nana juga tidak ingin mengenal Pria itu. Sampai akhirnya Nana Pingsan Karna Nana terlalu banyak bergerak. Tubuh Nana menjadi Lemas kesadaran Nana mulai menurun. Nana tergeletak di lantai ketika Ibunya akan membawanya untuk meriasnya. Tiba tiba Suasana jadi Panik. Segera Panzi menyuruh Reno untuk menelpon dokter untuk memeriksa Nana. Panzi memangku Nana yang tergeletak pingsan di lantai itu. Panzi segera menempatkan Nana di kamarnya. Ibunya sangat Panik akan Nana, Ibunya Nana takut terjadi sesuatu pada Nana.


Tak lama dokter datang. Dokter memeriksa Kondisi Nana setelah itu dokter memberitahukan hasil pemeriksaan Nya


"Kondisi nya sangat buruk. Tubuhnya juga sangat  lemah. Sekarang fikiran nya pun tak terkontrol. Ini tidak bagus untuk ibu dan Bayinya." Dokter itu memberitahukan hasil pemeriksaan nya. Panzi segera menyahut dokter itu


"Solusi terbaik untuknya sekarang Apa dok?" Tanya Panzi


Panzi menyetujui apa kata dokter. Panzi segera membawa Nana ke rumah sakit.

__ADS_1


***


KE ESOKAN HARINYA


Panzi melihat ke ruangan Nana. Terlihat Nana yang sedang terbaring terlamun Raut sedih terpancar di wajahnya. Panzi berfikir, Apa Gadis polos itu benar benar tidak ingin memiliki hubungan dengan nya? Harusnya dia senang Panzi mau bertanggung jawab. Apalagi Panzi Seorang Pria Tampan dan mapan. Tapi kenapa seorang gadis polos itu tidak senang ketika dia mau bertanggung jawab? Apa kekurangan Panzi? Memikirkan semua itu membuat Panzi semakin penasaran akan Gadis Polos itu. Disana tidak ada satupun yang menemaninya jadi dia berniat ingin melihatnya. Panzi masuk ke dalam ruangan Nana, Panzi menyapa Nana


"Bagaimana keadaan mu?" Tanya Panzi sambil menatap Nana. Akan tetapi Nana menghiraukan Panzi. Nana yang sedang melamun itu tidak sadar ada Seseorang yang masuk ke ruangan nya dan bicara terhadapnya. Nana terus melamun dengan raut sedihnya. Panzi menyadari itu Panzi terdiam sejenak lagi Panzi mencoba menyadarkan Nana Panzi mengelus kepala Nana dengan lembut


"Siput, bagaimana keadaan mu?" Lagi tanya Panzi. Nana tersadar dari lamunan nya. Nana merasakan rabaan dari Panzi yang membuatnya tersadar dari lamunan nya itu dan merasa keberadaan Panzi. Nana segera menyahut dengan bimbang karna masih terkejut akan Kedatangan Panzi itu


"Ak.....Aku baik baik saja..." Sahut Nana. Namun Nana segera menghindari Rabaan dari Pria itu.

__ADS_1


Perlahan Panzi duduk di sebelah Nana, Panzi memandang Nana. Lagi Panzi menanyai Nana


"Apa yang kamu inginkan?" Tanya Panzi serius. Nana tidak mengerti apa maksud Panzi. Nana tidak menyahut, Nana Hanya merunduk takut. Setiap melihat panzi Nana tidak berani melihatnya ataupun memandang nya.


__ADS_2