PLEASE BE MARRIED

PLEASE BE MARRIED
[Ep.18] DIA TIDAK SEJAHAT YG AKU FIKIRKAN


__ADS_3

Narasi setelah kejadian itu. Sebelum benar benar melepas Nana Panzi meminta Pada Nana untuk menjelaskan pada Ibunya. Panzi mau saja menikahi Nana kalaupun sebenarnya tidak, untuk alasan bertanggung jawab. Tapi berhubung Nana tidak ingin di nikahinya jadi Nana harus jelaskan sendiri pada ibunya kalau dia lah yang memutuskan untuk tidak mau di nikahi. Panzi takut Ibunya Nana akan mengira kalau Panzi kabur tidak mau mempertanggung jawabkan perbuatan nya jika Nana tidak jujur pada ibunya. Dan akhirnya Panzi terpaksa harus memaksa Nana untuk di nikahinya. Nana menyetujui itu. Nana juga berjanji tidak akan mengganggu kehidupan Panzi setelah anak itu lahir. Panzi tak perlu khawatir soal anaknya Nana berjanji akan membesarkan nya sendiri. Nana akan berjuang sehingga tidak ada pihak yang saling menyalahkan dan terugikan karna terbebani.


Nana juga meminta maaf pada Panzi karna telah egois mau memisahkan Anak dari Ayahnya. Akan tetapi Nana mengira Panzi tidak akan terlalu sedih akan hal ini. Karna faktanya Panzi menginginkan Anaknya hanya untuk kepentingan Pribadinya saja. Tapi itu tak membuat Nana sedih, Nana sangat senang akhirnya anaknya bisa bersamanya. Tak luput hanya itu Nana juga sempat berterimakasih dan berterimakasih. Nana sangat senang dan tenang ketika Panzi memutuskan untuk tidak menikahinya dan menanggung jawabi Anaknya. Sepertinya Nana lebih suka menanggung Beban hidupnya dan penderitaan nya sendiri.


***

__ADS_1


Panzi pergi ke ruangan Neneknya, Panzi menempatkan Wajahnya sambil memegangi tangan neneknya yang terbaring itu. Panzi merunduk menyembunyikan Wajahnya dalam kesedihan nya. Menjadikan sandaran dari beban fikiran yang sedang di alaminya. Nenek mengira mungkin Cucu nya hanya merasa Gusar biasa saja, Karna faktanya dia akan segera menikahi Gadis dan menjadi ayah. Itu adalah hal yang biasa. Nenek bertanya pada Panzi


"Bagaimana Zi? Apa sudah melihat calon istri mu itu? Apa yang akan kamu lakukan setelah ini. Kamu sebentar lagi jadi Ayah lo...." Goda Neneknya terhenti "Kamu harus segera menikahinya." Nenek terus menggoda Panzi.


"Dia bukan calon istriku. Dan aku tidak akan menjadi ayah dari Bayinya." Sahutnya tegas

__ADS_1


"Kenapa kamu bicara seperti itu? Kamu bercanda kan Zi?" Tanya Neneknya menganggap kalau perkataan Panzi hanyalah sebuah candaan. Namun lain Panzi menceritakan pada Nenek yang sebenarnya. Neneknya sangat terkejut sebenarnya Nenek tak terima akan keputusan Panzi Bagaimana pun anak yang di kandung Gadis itu adalah Anaknya. Panzi tidak bisa mengambil keputusan nya begitu saja. Tapi mendengar Gadis itu yang cenderung takut akan Panzi, Tak bagus juga jika terus memaksa Gadis itu.


Panzi tahu, Neneknya sangat menanti nanti cucu darinya. Tapi Panzi tetap menjaga janji nya pada Gadis itu untuk tidak mengusiknya lagi. Apalagi punya niat untuk merenggut anaknya kalaupun Panzi berhak atas Anak itu. Sebenarnya Nenek tak bisa merelakan kalau membiarkan Anak dari Panzi begitu saja. Akan tetapi bagaimanapun keputusan Cucunya, Nenek akan selalu mendukungnya. Mungkin itu adalah jalan yang terbaik untuk mereka.


Nana melihat, Nana juga mendengar percakapan Panzi dengan Neneknya dari Luar ruangan. Meskipun tidak melihat jelas Seperti Apa Neneknya Panzi, akan tetapi Ia bisa merasakan. Kehangatan dan harapan besar yang Nenek tanamkan dan harapkan dari Panzi. Setelah itu rasa bersalah kini mulai menghantui Fikiran Nana. Apalagi ketika mengetahui Pria itu tidak sejahat yang dia fikirkan. Faktanya dia berterus terang dan tidak berniat menginkari janjinya. Nana berfikir Kenapa dia begitu egois? Kenapa dia mau menjauhkan ayah dari bayinya? Sekarang sudah jelaskan kenapa Pria itu menginginkan anaknya dan mau mempertanggung jawabinya. Itu Karna Neneknya. Neneknya berharap begitu besar pada Panzi, Panzi tidak ingin mengecewakan Neneknya. Jadi kenapa saat itu Panzi tidak ingin Nana menggurkan Anaknya karna Panzi ingin membahagiakan Neneknya dengan kehadiran anak itu.

__ADS_1


__ADS_2