PLEASE BE MARRIED

PLEASE BE MARRIED
[EP.22] SIKAPNYA MENJADI DINGIN DAN TIDAK BERPERASAAN


__ADS_3

Nana masuk kedalam kamar yang besar itu, ia tidak melihat ada tanda-tanda orang di dalam ruangan itu ia sedikit bergumam kemana perginya pria itu? Apa Nana sudah salah masuk kamar? Tapi pembantu rumah ini bilang kalau kamar pria itu di sini mana mungkin ia salah. Tak lama berpikir akhirnya Nana memutuskan perlahan untuk masuk ke ruangan itu, sambil menunggu Panzi datang Nana memutuskan untuk mengganti pakaian nya tak lama setelah itu Nana melihat Panzi berjalan menghampiri nya Nana yang terduduk itu segera berdiri dan bertanya untuk mengurangi rasa canggung nya.


"Emmm... Bagaimana cara kita tidur malam ini..." Tanya Nana dengan berhati hati ia tahu seperti nya pria itu menatap tajam ke arahnya, Nana tidak bisa melihat ke arah pria itu selain merunduk kan pandangan nya. Dengan tatapan dingin nya pria itu menyahut

__ADS_1


"Tidur seperti biasa" Sahut Panzi. Terdengar dari nada bicaranya yang tampak tak suka dengan pertanyaan Nana itu. Mendengar semua itu Nana merasa berkecil hati namun kalau pun begitu Nana tetap bertanya lagi


"Maksudnya?" Tanya Nana yang kurang paham akan Perkataan Panzi. Panzi masih menyahut Nana dengan berhati dingin dan agresif

__ADS_1


"Tentu saja aku tidur di ranjang ku," sahut Panzi terhenti kemudian ia melihat sebuah ranjang berukuran kecil yang sering digunakan nya untuk bersantai yang tak jauh dari tempat tidur nya ia kembali menyahut "Sementara kau tidur di sana" Ucap Panzi sambil menunjuk ke arah ranjang yang berukuran kecil itu.


\*\*\*

__ADS_1


Keesokan paginya dengan kehamilan pertama nya Nana terus muntah tak sengaja karna suara itu Panzi yang sedang tidur terbangun dengan muka bantalnya ia berkata "Suara berisik apa ini!" Ucapnya merasa terganggu. Nana yang mendengar suara Panzi itu ia segera keluar dari kamar mandi ia menyahut "Maaf kalau saya sudah mengganggu tidur anda" ucap Nana tertunduk. Panzi menanggapi Nana dengan rasa sebal dia bergumam mengganggu tidurnya saja! Ucap Panzi Namun ia segera berdiri dari tempat tidurnya.


Melihat pria itu yang sepertinya marah Nana merasa bersalah ia berpikir semenjak mereka pulang ke rumah Panzi sikap Panzi mulai berubah, kenapa sejak tadi malam sikap Panzi padanya sangat dingin dan tidak berperasaan. Kesalahan apa yang telah di buat Nana hingga Panzi berperilaku seperti itu terhadap nya?. Nana membatin sambil memegang perutnya yang sudah mulai sedikit membuncit, ia dengan perasaan sedihnya mengelus lembut perutnya Nana yang sedikit putus asa itu ia mencoba menyemangati dirinya.

__ADS_1


__ADS_2