
Saat itu, tak sengaja Panzi menyusuri sebuah mall Panzi melihat ada seorang pegawai toko yang sedang mempromosikan sebuah produk obat herbal yang di rekomendasikan untuk seorang wanita hamil. Entah kenapa Panzi merasa sedikit penasaran tanpa sadar ia berjalan menghampiri pelayan itu, pelayan itu dengan sigap menawarkan produk tersebut dan menjelaskan kegunaan nya. Panzi merasa hatinya sedikit tergerak karena ia kepikiran Nana yang sedang hamil anaknya dia sedikit tahu gejala yang di alami Nana, jadi setelah mendengar sedikit penjelasan pelayan tersebut Panzi berniat membelinya akan tetapi dia sedikit ragu, dia masih ingat perkataan wanita itu untuk tetap tidak menemuinya lagi. Ia merasa sedikit plin-plan jika membeli produk itu akankah wanita itu mau mengambilnya? bagaimana kalau wanita itu menolak dan niat baik Panzi akan menjadi sia-sia, Tapi kalau tidak di beli sangat di sayangkan produk yang Panzi pikir sesuai dengan gejala wanita itu mungkin akan susah di dapatnya, dan akhirnya kalaupun sedikit memiliki keraguan di hatinya Panzi memutuskan untuk tetap membeli produk itu. Tak peduli apa wanita itu akan menerima nya atau tidak setidaknya tidak akan ada yang mengganjal lagi di hatinya.
Panzi pergi ke apartemen wanita itu untuk memberikan obat herbal yang telah di belinya, akan tetapi setelah menyusuri tangga di depannya terlihat pintu terbuka dan terdengar suara kebisingan di dalam yang sepertinya ada terjadi sebuah pertikaian. Panzi tak berani langsung masuk begitu saja, ia segera menutupi dirinya di dingding di sebelah pintu, dan lagi-lagi Panzi mendengar wanita itu di marahi oleh ibunya.
__ADS_1
Prang! Brak! Buk! (suara bising barang berjatuhan)
Saat itu setelah mendengar pengakuan Nana yang menjelaskan tidak membutuhkan dan menolak pertanggung jawaban dari Panzi dengan alasan mereka tidak saling mencintai dan mengenal satu sama lain, karena kehamilan Nana itu disebabkan karena ketidak sengajaan jadi tak seharusnya Panzi bertanggung jawab padanya jika di paksakan takut rumah tangga mereka tidak akan bahagia. Mendengar penjelasan Nana ibunya sangat marah dan kecewa padanya, dengan amarah ibunya memukul Nana sambil melontarkan kata-kata marah dan kesal pada Nana
__ADS_1
"Kenapa aku bisa melahirkan putri seperti mu? Apa kamu tahu akan betapa malunya aku jika orang-orang mendengar semua ini? mendengar putriku yang belum menikah sudah hamil!" teriak ibunya Nana sambil memukul Nana yang berusaha melindungi Bayinya dengan berjongkok, merunduk dan membiarkan ibunya memukul punggungnya. Kalaupun merasa kesakitan Nana tetap ngeyel dan mencoba menyahut ibunya,
Namun ketika mendengar itu ibunya semakin membuat ibunya sangat marah, Sangking kesal dan marahnya ibunya berkata jika itu keinginan Nana maka ibunya memutuskan agar Nana tidak memanggil ibu nya dengan sebutan ibu lagi, Nana bukan anaknya lagi, Nana yang dulu selalu menjadi kebanggaan orang tuanya, bukan yang seperti sekarang. Ibunya menangis ia merasa sakit sekali melontarkan kata-kata seperti itu pada putrinya, namun apa boleh buat? kali ini ibunya benar-benar kecewa atas tindakan putrinya.
__ADS_1
***
NOTE : BUAT EPISODE KALI INI AUTHOR BUAT SEPERTI INI YA, MUNGKIN READERS NGIRA CERITA NYA KAYA DI ULANG² LAGI. TAPI SEBENARNYA INI HANYA AWAL KLINMAKS KARAKTER UTAMA PRIA YANG AKAN SEGERA MENIKAHI KARAKTER UTAMA WANITA. JADI TETAP SETIA BACA NOVEL INI YA KALAUPUN UP NYA MEMANG SANGAT LAMA. HAPPY READING 😘
__ADS_1