
**Tak putus arang, Kalaupun merasa Lesu dan lelah. Nana tetap melanjutkan perjalanan nya Kalaupun keadaan nya sangat lemas. Ia terus berjalan dengan panas panasan. Nana berjalan dengan sangat lambat. Sambil berjalan Nana berfikir, Kenapa akhir akhir ini imun nya begitu jelek? Padahal dulu kondisi tubuh Nana sangatlah Sehat. Nana juga ingat kalau Akhir akhir ini kenapa Nana Tidak datang bulan? Padahal sudah kelewat 2-bulan masa haidnya. Nana merasa sedikit panik, Nana berfikir Apakah Nana hamil? Biasanya gejala seperti itu sering terjadi pada Wanita hamil. Untuk menentukan Nana hamil atau tidak lebih baik Nana mampir dulu ke apotek untuk membeli Sebuah Testpack.
Sepanjang jalan dengan pemikiran gusar itu Nana terus berdoa semoga Saja dia tidak benar benar hamil. Nana sangat takut jika dia benar benar hamil, Takut Ibu dan Ayahnya yang selalu membanggakan nya kecewa karna nya. Bagaimana reaksi orangtuanya Kalau tahu Nana hamil di luar nikah? Mereka pasti akan sangat sedih marah dan kecewa pada Nana. Yang paling di takutkan Nana lagi yaitu, Bagaimana jika Pria itu tahu kalau Nana Hamil? Pria itu pasti akan sangat marah. Sebelumnya pria itu sudah mengancam Nana, Nana Takut Pria itu akan benar benar membunuh Nana dan Anaknya. Nana tidak mau itu sampai terjadi. Pikiran Nana gusar saat ini.
***
Ke Esokannya
Nana Menguji Testpack itu, Nana memandangi Tespack itu dengan serius. Tak berselang lama hasil percobaan nya pun terlihat. Disana terlihat garis Dua di tespack itu yang menyatakan Kalau Nana benar benar hamil. Nana sangat terkejut Perasaan nya sangat gusar Takut, Sedih, Kecewa bercampur aduk. Nana tidak bisa menerima kenyataan kalau dia benar benar hamil
"Bagaimana mungkin?! Ak...Aku... tidak boleh hamil! Tapi kenapa aku harus hamil?!" Ucap Nana melihat hasil tes itu Pikiran Nana melayang. Lagi Nana berucap dengan gusar
"Aku....Aku tidak percaya ini! Aku....Aku tidak boleh hamil! Aku...Aku takut pria itu akan membunuhku! Aku.... Bagaimana jika Ibu dan Ayah tahu?! Aku tidak ingin mengecewakan Mereka. Apa yang harus aku lakukan?!." Ucap nana fikiran nya Bingung gusar.
Nana berfikir untuk pergi ke rumah sakit, Nana berusaha meyakinkan dirinya kalau dia tidak benar benar hamil. Mungkin hasi tes itu salah. Pada akhirnya Nana pergi ke sebuah rumah sakit untuk lebih memastikan kehamilan nya.
__ADS_1
Di rumah sakit, Di taman rumah sakit Nana Melihat seorang Nenek nenek yang sedang kesusahan mengayun kursi roda nya. Nana yang memiliki hati yang baik itu tidak tega jika melihat Seseorang kesusahan, Apalagi seorang Nenek nenek. Jadi Nana membantu Nenek itu.
"Biar saya bantu nek," ucap Nana sambil menggapai kursi roda itu Nana mulai membantu nenek mendorongnya.
Nenek itu tersenyum menyahut
"Terimakasih Nak." Ucap nenek itu. Nana tersenyum menyahut kalau itu bukan masalah besar. Sambil mendorong kursi roda nya Nana bertanya kalau
"Nenek mau kemana? Biar saya antar." Tanya Nana
Nana terkejut setelah mendengar Ruangan Nenek, Sepertinya Nenek yang sedang di bantunya itu bukan orang biasa. Nana juga berfikir tapi sudahlah, bagaimanapun Nenek itu, Nana harus membantunya. Namun Nenek juga mengatakan masih ingin Jalan jalan. Lagi Nana menyahut
"Kalau nenek masih ingin jalan jalan, Saya bisa temani nenek untuk berjalan jalan sebentar. Sambil menunggu antrian saya." Ucap Nana. Segera Nenek menyahut
" Apa tidak merepotkan mu nak?" Tanya Nenek merasa tidak enak.
__ADS_1
"Tidak Nek," Sahut Nana lagi Nana tersenyum dan menyahut "Sekarang Nenek mau pergi berjalan jalan kemana Nek?" Tanya Nana
"Mmmm, Nenek bosan jika di taman. Cantik Nenek ingin melihat Bayi bayi yang baru lahir saja." Sahut Nenek. segera Nana menyahut menebak
"Apakah ada Cucu atau buyut Nenek disana? Yasudah saya antar ke sana, Kebetulan Ruang periksa saya berdekatan dengan Ruangan itu nek." sahut Nana segera Nana mendorong Kursi roda itu mengarahkan ke ruangan Bayi. Nenek itu sambil menyahut pertanyaan Nana tadi
"Tidak, Nenek tidak punya Seorang Cucu atau buyut yang baru lahir. Cucu Nenek satu satu nya sudah besar sekarang. Dia belum menikah jadi Nenek belum punya buyut untuk sekarang." sahut Nenek. Nana tersenyum dan terus berbincang dengan Nenek sambil membawa nenek ke sebuah ruangan Bayi.
Akhirnya mereka sampai di sebuah ruangan Bayi. Nenek itu sangat senang ketika melihat Bayi bayi itu. Nenek mulai curhat pada Nana, Kalau nenek ingin segera mempunyai Cucu buyut. Namun melihat sikap Cucu nya yang dingin itu, Sangat mungkin Baginya segera mendapat Cucu. Nana menyangkal perkataan Nenek, Nana meyakinkan Nenek agar tidak sedih, Nenek pasti akan segera mendapat Cucu buyut. Nenek itu sangat senang pada Nana, Nenek itu mulai dekat dengan Nana. Nenek menanyai Nana
"Cantik, Nenek lupa. Siapa Nama mu?" tanya nenek.
"Saya Nana nek, Orang orang selalu memanggil Saya seperti itu," sahut Nana
"Ooh, Nak Nana ya? Nama mu sesuai Dirimu Cantik, Kau seorang gadis Polos yang baik hati. Nenek sangat meyukai mu. Nenek juga berharap Semoga Nenek mendapat Menantu seperti Mu." Puji nenek pada Nana. "Tapi, Lebih baik jika Kamu yang menjadi menantu Nenek. Nana, Apa kamu mau menikah dengan Cucu Nenek?" tanya Nenek itu sangkin Suka nya dengan Nana, Nenek berusaha menjodoh jodohkan Nana dengan Cucunya**.
__ADS_1