PLEASE BE MARRIED

PLEASE BE MARRIED
[EP.36] ACARA PERNIKAHAN YANG TIBA-TIBA


__ADS_3

Ketika sampai Nana makin kagum melihat pemandangan yang begitu indah dan tenang begitu memanjakan mata, dengan suara ombak yang bergemuruh dan angin lautan yang berhembus kencang. Suasana yang tenang membuat hati dan pikiran Nana begitu tenang, Nana tersenyum bahagia. Melihat senyuman Nana, entah kenapa hati Panzi merasa lebih lega seolah Panzi telah melakukan sesuatu yang besar yang membuatnya merasa puas dan ikut bahagia.


Di sisi lain, Nenek yang sedang berada di rumah tengah sibuk menelpon seseorang. Sepertinya ada sesuatu yang besar sedang di rencanakannya dalam telpon nenek berkata "Lakukan sesuai perintah saya, pastikan tidak ada kendala apapun saat acara berlangsung." ucap nenek dalam telpon.


Di sisi lain juga, tengah Panzi mengajak Nana untuk makan dan mencicipi makanan seafood di sana, Nana teringat akan perkataan dokter agar Nana lebih berhati-hati soal makanannya, dan mulai sekarang Nana harus bisa menjaga pola makanya. Kehamilan mudanya harus benar-benar diperhatikan tidak boleh asal sembarang makan makanan itu tidak baik bagi dirinya dan bayinya. Nana menceritakan semua itu pada Panzi, mendengar semua itu Panzi memutuskan untuk memesan makanan yang bisa Nana makan. Tak lama makanan pun di hidangkan, Nana terkejut kenapa semua makanan nya vegetarian? lalu Panzi akan makan apa?. tanya Nana Panzi segera menjawab Tak adil kalau hanya Nana yang harus menjaga pola makannya karena kehamilan nya, jadi Panzi akan ikut makan vegetarian bersama Nana bagaimanapun bayi itu milik Panzi juga. sahutnya. Mendengar jawaban Panzi Nana tersenyum dan berkata "Terimakasih." Nana merasa hanya Melihat Panzi yang peduli terhadap bayinya saja Nana sudah merasa sangat bahagia.

__ADS_1


Tak lama setelah makan, tiba-tiba saja ada dua pelayan kapal yang menghampiri Nana dan Panzi. Keduanya meminta izin agar Nana ikut bersama pelayan perempuan, sedangkan Panzi di minta untuk ikut bersama pelayan laki-laki karena ada hal penting yang harus di lakukan. Nana menoleh dengan tatapan ragu pada Panzi, Panzi melihat Nana yang ragu itu ia segera tersenyum dan menyahut "Jangan takut ada aku," Ucap Panzi dengan lembut. Nana mengangguk mengiyakan Panzi dan akhirnya mereka setuju untuk mengikuti permintaan dua pelayan kapal itu.


Para pelayan itu mengarahkan Panzi dan Nana pada kamar rias, mereka bingung apa yang akan di lakukan oleh pelayan kapal pesiar itu? dan ternyata keduanya di minta untuk merias diri dan mengganti pakaian. Pelayan perempuan melihat Nana yang terlihat sedikit pucat dan tubuh yang perlu perawatan memutuskan untuk merubah semua penampilan Nana agar terlihat lebih cantik. sedangkan pelayan laki-laki melihat tubuh Panzi yang tak perlu perawatan lanjut lagi, cukup sedikit merias dan merubah penampilan, Panzi sudah terlihat sangat tampan.


Melihat semua itu Panzi mulai curiga Panzi bertanya dengan tegas pada kedua pelayan itu "Apa Yang Sebenarnya Terjadi?" Tanya Panzi. Kedua pelayan itu langsung menjawab kalau Panzi dan Nana akan segera melangsungkan pernikahan di kapal. Panzi dan Nana terkejut akan jawaban dari pelayan itu, Panzi segera menjawab Bagaimana mungkin itu terjadi! Lagian Panzi tidak pernah melakukan reservasi untuk acara pesta pernikahan di kapal itu, Panzi hanya melakukan reservasi tempat untuk berlibur saja. Pelayan dengan siaga menjawab kalau Sebelumnya sudah ada reservasi dari Nyonya Besar Alfaro (Neneknya Panzi) untuk melangsungkan akad pernikahan di kapal pesiar untuk Panzi dan Nana. Setelah itu karena tugas dua pelayan itu sudah selesai jadi mereka berpamitan untuk pergi sebelum pergi pelayan memberi tahu kalau Nana dan Panzi bisa turun setelah ada panggilan dari host. Panzi dan Nana terdiam masih tak menyangka, kali ini mereka akan melangsungkan pesta pernikahan dengan tiba-tiba apalagi melihat host yang sedang melangsungkan pembukaan acara dengan berbahasa Inggris. Panzi menoleh pada Nana dan bertanya

__ADS_1


"Apa kita akan benar-benar melangsungkan pernikahan?," Panzi terhenti dan kembali menoleh ke lantai Bawah sambil memikirkan sesuatu, tak lama Panzi mengusulkan kalau


"Bagaimana kita coba dulu untuk memberhentikan acara?." Ucap Panzi. Nana segera menyahut


"Bagaimana caranya?" Tanya Nana. Panzi tersenyum dan kembali menoleh ke arah host, Panzi dengan suara pelan mengucapkan "No! No!." Sambil melambai-lambaikan tangannya. Nana ikut arahan Panzi, Nana mencoba membantu Panzi untuk menghentikan acara pernikahan itu.

__ADS_1


__ADS_2