PLEASE BE MARRIED

PLEASE BE MARRIED
[EP.41] MAAFKAN AKU


__ADS_3

Di dalam kamar yang luas sendiri Nana merasa kesepian, Ia hanya bisa melamun terdiam setelah bertemu Panzi dan berbicara dengannya, setiap perkataan Panzi membuatnya terpukul dan terus terpikirkan. Saat itu tiba-tiba saja rasa mual kembali timbul, Nana segera berlari ke kamar mandi Nana terus muntah sampai merasa kelelahan, kepalanya terasa sangat pusing wajahnya terlihat sudah sangat pucat Nana mencoba berjalan ke kasur menggapai telpon untuk meminta bala bantuan, akan tetapi Nana segera terjatuh lemas ia tak mampu memaksakan diri lagi untuk berjalan. Nana memegang perutnya mencoba menahan rasa sakit yang timbul secara bersamaan, kesadarannya perlahan mulai menghilang ia berpikir, apakah Nana akan kehilangan bayinya? bahkan nyawanya? rasa sakit yang di alaminya begitu datang secara bersamaan dosa apa yang telah Nana perbuat sehingga mengalami hal menyakitkan seperti ini? akankah Panzi menyalahkan nya bila mati pun karena telah membuat anaknya celaka? . Saat itu Nana benar-benar kehilangan kesadaran nya.


Di sisi lain Panzi mendapat sebuah telpon dari Reno, Panzi segera menjawab telepon dari Reno. dalam telpon


"Halo Zi?, gue udah kirimin file presentasi untuk meeting besok, alangkah baiknya lu segera cek karena tender kali ini gak boleh di lewatin. Pokoknya Lo liat dulu filenya gue takut nya ada yang kurang dan gak sesuai pendapat lu." ucap Reno dalam telpon. Panzi dengan simple menjawab

__ADS_1


"Oke." Sahut Panzi lalu mematikan telpon, setelah di pikir-pikir Panzi ingat kalau ia menyimpan laptopnya di kamar sebelumya, tak ada cara lain akhirnya Panzi memutuskan untuk mengambil laptop ke kamar yang Nana tempati. Panzi Masuk ke dalam kamar terlihat kamar yang sepi tidak adanya seseorang di sana, Panzi terpikirkan bukanya Nana tinggal disini? Panzi perlahan berjalan di lantai terlihat Nana yang terbaring. Panzi segera menghampiri Nana Panzi mencoba membangunkan Nana dengan menepuk pelan wajahnya. Akan tetapi saat Panzi sentuh, wajah Nana terasa hangat begitupun tangannya apakah Nana sakit? Panzi segera menggendong Nana dan meletakkan Nana di atas kasur.


Saat ini Panzi merasa sangat khawatir Panzi segera menghubungi bala bantuan dari pihak kapal untuk segera membawa dokter ke kamar no 127(kamar Nana). Tak lama dokter pun datang dan langsung memeriksa keadaan Nana, setelah selesai Panzi segera bertanya


"Bagaimana kondisi nya?," tanya Panzi tak sabar, dokter segera menyahut

__ADS_1


"Tapi bayinya baik-baik saja kan?" desak Panzi


"Untuk saat ini masih bisa di selamatkan hanya saja saya sarankan agar tidak terlalu menekan perasaanya, biasanya gejala ini rentan karena beban pikiran sang ibu yang tidak terkontrol jadi menyebabkan kontraksi pada janin, tapi anda tenang saja setelah menyuntikkan cairan pereda sakit dan menghabiskan 2 infusan keadaanya akan membaik. Tapi setelah pergi dari kapal saya sarankan agar istri anda mendapatkan perawatan kembali di rumah sakit, untuk menjaga janin agar kembali kuat." jelas dokter.


Seperginya dokter, Panzi duduk di sebelah Nana ia bergumam Lagi dan lagi Nana melakukan hal bodoh lagi. apa yang sebenarnya sedang di pikirkan Nana? apa Panzi terlalu keras terhadap nya?. Gumam Panzi.

__ADS_1


"Maafkan aku..." Nana bergumam dalam mimpinya sehingga suara itu mengalihkan perhatian Panzi, Nana terus mengucapkan Maafkan aku beberapakali bahkan saat tertidur Nana bergumam sambil meneteskan air matanya. Panzi kembali bergumam entah kenapa dalam hatinya terasa sakit melihat Nana seperti itu, tanpa sadar perlahan air mata menetes di wajahnya Panzi. Ia menggenggam tangan Nana rasa penyesalan timbul di benak Panzi dan perlahan-lahan ia mulai kehilangan kesadaran nya dan tertidur.


__ADS_2