PLEASE BE MARRIED

PLEASE BE MARRIED
[EP.34] MENURUTI KEMAUAN NENEK


__ADS_3

"Aku baik-baik saja," sahut Nana, ia terus menjawab perkataan Panzi, akan tetapi Panzi tak patah arang Panzi terus membujuk Nana agar mau kembali tinggal di rumah nya. Mendengar bujukan Panzi Nana menjadi kesal ia segera bertanya Panzi dengan sinis; Apa hak Nana untuk kembali ke rumah Panzi? Faktanya Nana dan Panzi sudah resmi bercerai untuk apa terus tinggal di tempat yang seharusnya tidak Nana singgahi? Bukanya sebelumnya Panzi membenci Nana? Panzi bilang sendiri kalau kedatangan Nana mengganggu kehidupan Panzi. Nana tidak ingin Panzi terus beranggapan seperti itu pada Nana karna seburuk apapun Nana bagaimanapun, ia mempunyai prinsip dan harga diri. Nana tidak mau memaksakan diri untuk tetap berada di samping Panzi, Nana tidak ingin mencap dirinya sebagai wanita yang tidak tahu malu, di tambah lagi tidak baik bagi laki-laki dan perempuan yang tidak memiliki hubungan tinggal satu atap. Sebelum memutuskan itu Nana sudah berpikir dengan matang Dengan tekad dan keyakinan Nana, pergi dari rumah Panzi adalah keputusan yang terbaik untuknya.


Mendengar perkataan Nana membuat Panzi tidak bisa berkata apa-apa lagi, yang di katakan Nana memang benar dalam hatinya ia berkata; Kenapa dia begitu bodoh dan ceroboh? tiba-tiba saja di luar kendali nya Panzi sudah bercerai dengan Nana, apa yang harus di lakukan Panzi agar bisa membawa kembali Nana pulang? Panzi berpikir sejenak. Tak lama setelah itu Panzi mendapatkan sebuah panggilan telepon dari nenek, Panzi mulai khawatir takut neneknya tahu kalau Nana pergi dari rumah. Dengan ragu-ragu Panzi mengangkat telpon Panzi berkata "Halo nek," Ucap Panzi. Mendengar Panzi mendapatkan telpon dari neneknya, Nana memandang Panzi, Terlihat wajah gelisah Panzi yang sedang mengangkat telpon itu.


Mendengar suara Panzi dalam telpon nenek bertanya "Zi apakah kamu lagi sama Nana?" tanya nenek. Panzi segera mengiyakan nenek. Lagi nenek kembali bicara "Kalau begitu cepat pulang, nenek punya sesuatu untuk kalian" ucap nenek. Mendengar perkataan nenek, Panzi segera menoleh ke arah Nana, Panzi berkata pada Nana

__ADS_1


"E.... Nenek meminta kita untuk pulang, nenek bilang dia punya sesuatu untuk kita. Nana kamu gak bakal nolak kan?" ucap Panzi berharap Nana merubah pikiran nya untuk kembali lagi ke rumah Panzi. Di sisi lain, ketika mendengar ucapan Panzi barusan seperti nya Nana tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menuruti Panzi, Nana tidak bisa menolak apalagi itu perintah nenek, Dan akhirnya Nana pergi bersama Panzi kembali ke rumah besar itu.


Tak lama kemudian mereka pun sampai di rumah besar, Di ruang tamu sudah terlihat nenek yang sepertinya menunggu-nunggu kedatangan Panzi dan Nana. Mereka segera menemui nenek tak lupa mencium tangan nenek, setelah itu nenek segera menyuruh mereka duduk. Mereka menurut dan mengiyakan nenek. Melihat ekspresi nenek dan tingkah lakunya Panzi bisa menebak, ada sesuatu yang di rencanakan nenek. Karna penasaran Panzi segera bertanya pada nenek


"Omong-omong di telpon nenek bilang punya sesuatu untuk kami, Sesuatu apa nek?" tanya Panzi. Mendengar perkataan Panzi yang tidak bertele-tele itu nenek dengan bahagia mengeluarkan buah 2 tiket sambil menyahut

__ADS_1


"Jadi ini? itu tak perlu nek, lagian Nana sedang hamil, dia tak bebas bepergian atau berlibur ke tempat yang jauh." keluh Panzi. nenek segera menyahut Panzi


"Nenek tahu, tapi sebelum itu kan boleh bawa dulu Nana ke dokter melakukan pemulihan dulu baru melakukan perjalanan. Lagian kapal pesiar nya sudah ada di pelabuhan kita, dan perjalanan nya hanya sampai ke Singapura saja jadi gak terlalu makan waktu banyak." Sahut nenek.


"Tapi kan nek,,," Nenek segera menghentikan keluhan Panzi dan menyahut

__ADS_1


"Tidak ada tapi-tapi, pokoknya kalian harus berlibur. Masa sudah satu bulan lebih menikah jarang sekali melihat kebersamaan kalian. Jadi nenek ingin melihatmu dan istrimu pergi berlibur kalaupun waktu kalian hanya tiga-lima hari di kapal pesiar." Tegas nenek, nenek tak membiarkan Panzi menolak usulanya. Nenek segera memberikan kedua tiket itu pada mereka, Nana yang tidak bisa berbuat apa-apa ataupun menolak dia hanya bisa tersenyum dan menuruti kemauan nenek kalaupun Nana agak sedikit enggan melakukan nya.


__ADS_2