PLEASE BE MARRIED

PLEASE BE MARRIED
[EP.30] TERINGAT KENANGAN YANG INGIN DI LUPAKAN


__ADS_3

Melihat Panzi yang bersikap seperti itu, membuat mood Nana menghilang. Ia memutuskan untuk segera pergi dari tempat itu, sebelum pergi Nana berjanji pada Dokter Jackson akan meneraktirnya makan suatu hari nanti sebagai ganti karna telah membantu nya. Nana beralasan tidak bisa berbicara lebih lama dengan Jackson lagi, karna ada urusan mendesak.


Sambil berjalan menuju rumah, Nana membatin Dari awal Panzi memang tidak pernah menyukai atau memandang Nana, entah kesalahan apa yang Nana lakukan hingga Panzi begitu membencinya? Apa karna Nana telah mengusik dan menghancurkan hidupnya. Namun dari awal Nana juga sudah bilang pada Panzi kalau Nana tidak perlu pertanggung jawaban Panzi, sehingga Nana tidak perlu masuk kedalam kehidupannya, tapi kenapa pria itu begitu bersikeras untuk bertanggung jawab? Padahal dengan status menjadi seorang istri dari Panzi itu tidak menghapus rasa sakitnya malah yang ada Nana semakin membatin di buatnya. Namun Nana kembali berpikir, kenapa Nana harus berpikir yang aneh-aneh karena Panzi bersikap seolah tidak mengenalnya, padahal itu semua sudah tertulis dalam surat perjanjian kalau di luar rumah mereka akan bersikap tidak saling mengenal. Kenapa Nana harus merasa sedih? Kenapa Nana begitu tidak tahu diri? Dan kenapa Nana harus berpikir yang seharusnya tidak menjadi beban pikirannya?. Saat ini kondisi konseling Nana benar-benar berantakan. Nana tak sanggup lagi melihat dirinya yang begitu bodoh, Nana menangis tersedu-sedu entah kenapa rasa kecewa dan sakit hati ia rasakan saat ini. Apakah karna pengaruh bayinya? Bagaimanapun ikatan Panzi dan bayinya begitu kuat sehingga wajar jika Nana terpengaruh karna bayinya.


Malam harinya, entah kenapa hati Nana terus merasa sesak, saat kejadian tadi Nana terus mengeluarkan air matanya sehingga membuat kelopak mata nya lembam. Namun saat itu Nana mendengar suara pintu terbuka sepertinya Panzi sudah kembali pulang. Nana segera mengelapi air matanya, ia berkata pada dirinya sendiri; Gak boleh nangis, gak boleh nangis, pokoknya gak boleh nangis! Nana kamu harus kuat, kamu gak boleh terlihat lemah di hadapan pria berhati dingin itu, oke?. Ucapnya menyemangati dirinya sendiri.

__ADS_1


Nana segera mengambil berkas itu untuk memberikan nya pada Panzi, Nana pergi ke hadapan Panzi, Nana menyapa nya dengan mengucapkan "Malam." Sapa Nana.


Melihat Nana mengucapkan selamat malam padanya Panzi bahkan tidak memperdulikan nya ataupun membalas ucapan selamat malam dari Nana, Panzi mengabaikan nya Panzi merasa sedikit kesal akan Nana karna kejadian tadi di taman, entah kenapa Panzi merasa marah dan tidak suka melihat Nana dengan pria lain, apalagi di tambah dengan ucapan Reno yang memang sangat menyebalkan saat itu yang membuatnya terpikirkan dan semakin membuatnya marah.


Nana sudah mengerti dengan perilaku Panzi, Nana memutuskan untuk langsung to the point saja pada Panzi kalau, Nana mendatangi Panzi karna hanya ingin memberinya surat cerai resmi dari KUA yang tadi ia ambil. Mendengar Nana mengatakan surat cerai itu Panzi malah menyinggung Nana

__ADS_1


"Bu...bukan seperti itu, bukanya kamu yang ingin segera bercerai dengan ku..." Sahut Nana. Mendengar itu Panzi malah menggertak Nana


"Jadi kau menyalahkan ku? Bukanya kau yang ingin segera bersama pria lain? Kenapa kau tidak jujur saja!." Gertak Panzi. Mendengar Panzi berbicara dengan nada tinggi padanya Nana mulai teringat saat kejadian yang paling di bencinya, saat Nana mengalami pemerk*saan dan dia yang di salahkan, Nana teringat jelas gertakan dari Panzi yang begitu memiliki rasa benci yang besar pada Nana. Nana tidak kuat lagi Nana menangis tersedu-sedu, ia berkata Kenapa Nana selalu salah di mata Panzi? Kenapa Panzi begitu membenci Nana? Apa Panzi sangat tak suka melihat Nana? Jika begitu kalau Panzi mau, sekarang pun Nana bisa pergi dari hadapan Panzi, Nana tidak suka ketika Panzi menggertak nya, itu membuat Nana teringat kenangan pahit yang paling ingin di lupakan nya. Nana menangis tersedu-sedu kali ini Panzi benar benar membuat Nana sakit hati.


Panzi tertegun melihat air mata yang begitu deras mengalir di wajah Nana, Panzi merasa kali ini kesalahannya begitu fatal, Panzi berpikir terus berpikir keras sehingga keseimbangannya pun tergoyah, Panzi tergeletak di lantai sambil memegangi kepalanya Panzi berteriak ARGH! ARGH! sepertinya gejala dua kepribadian itu akan timbul lagi.

__ADS_1


Nana berhenti dari tangisnya, Nana melihat Panzi sejenak dan gerak geriknya saat itu kenapa Panzi begitu aneh? Nana merasa sedikit mengkhawatirkan Panzi, perlahan Nana mendekat ke arah Panzi, kemudian dengan rasa ragunya Nana berjongkok di hadapan Panzi, Nana bertanya dengan heran "Ada apa? K...kau tidak apa-apa kan?" Tanya Nana gusar. Saat itu pikiran Panzi mulai berantakan Panzi tidak bisa mengendalikan diri nya, Panzi terus berteriak ARGHH! tak lama saat itu Panzi telah berganti kepribadian.


__ADS_2