PLEASE BE MARRIED

PLEASE BE MARRIED
[EP.14] TIDAK AKAN MEMBIARKAN MU


__ADS_3

Melihat kedatangan Panzi dan pengakuan nya Dokter segera meninggalkan mereka untuk merundingkan masalah mereka. Nana sangat terkejut melihat kedatangan pria yang ada di hadapan nya. Fikiran aneh mulai muncul di fikiran Nana, Pria itu pasti akan sangat marah pada Nana karna Nana sudah menentang perintah pria itu untuk terus mengandung Anaknya. Akan tetapi Nana malah mau menggurkan nya sampai pria itu tahu apa yang akan Nana lakukan.


Nana sangat takut Lagi Nana merunduk tak berani memandang wajah Panzi. Dengan rasa takutnya Nana menyahut


"Ke...kenapa kau mengikuti ku? Ak...Aku tidak ingin memiliki hubungan dengan mu! Ak...Aku akan menggurkan anak ini!" Teriak Nana ambisius pada Panzi


Panzi segera menggapai dagu Nana. Dengan ringan nya Panzi mengangkat wajah Nana agar Nana memandangnya. Panzi tersenyum sinis Panzi menyahut Gadis itu


"Coba saja kalau berani." Sahut Panzi


Nana segera berontak Nana tidak ingin di sentuh pria itu. Lagi Panzi tersenyum melihat tingkah Nana yang terus berontak ia menyahut


"Siput. Kamu cukup berani juga ya." Panzi mengatai Nana "Kau ingin menghindariku? Jangan Mimpi!" Tegas pria itu.


Segera Nana meneriaki Panzi dengan geram.

__ADS_1


"Aku tidak bermimpi! Kau cepat pergi jangan halangi saya!" Teriak Nana. Akhirnya Nana punya keberanian untuk menyahut Panzi


Mendengar jawaban dari Nana Panzi segera menyeret Nana keluar. Panzi tidak akan membiarkan Gadis polos itu mengaborsi anaknya. Sepanjang jalan Nana terus berontak Sampai Mereka tiba di parkiran. Panzi menyuruh Nana untuk masuk mobilnya


"Masuklah" ucap Panzi


"Aku harus menggurkan anak ini! Aku tidak mau mempunyai hubungan dengan mu!" Rontak Nana. Panzi segera menyahut


"Seseorang menginginkan anak itu! Jika kamu tidak menginginkan nya itu bukan masalah besar. Tetapi Aku tidak akan membiarkan mu menggurkan nya!" Tegas Panzi


"Kalaupun kamu tidak ingin memiliki hubungan dengan ku akan tetapi ibumu ingin aku bertanggung jawab terhadap mu! Percuma saja. Kau tetap akan memiliki hubungan denganku. Jangan bodoh! Ingat itu baik baik."


Mendengar Perkataan Panzi yang faktanya memanglah benar, Nana terdiam sejenak. Melihat Nana terdiam tak menyahutnya lagi Panzi memerintah Nana untuk masuk mobil


"Masuk!" Perintah panzi pada Nana. Nana segera menyahut ngeyel

__ADS_1


"Tidak mau!" Teriak Nana


"Siput, kenapa kamu begitu keras kepala? Cepat masuk! Apa perlu aku turun tangan untuk memasukan mu ke dalam mobil?!" Tegas Panzi. Setelah mendengar perkataan Panzi, Nana segera masuk mobilnya. Akan tetapi Nana malah duduk di belakang membuat Panzi sedikit geram dan harus memerintahkan Nana lagi. Panzi segera membuka pintu mobil dimana Nana duduk, Panzi menyahut


"Kau fikir aku supir mu? Kenapa kau duduk disana?," Tanya Panzi. Nana menyahut dengan asal asalan


"Aku...Aku ingin duduk disini! Aku tidak ingin dekat dekat dengan Pria jahat seperti mu!." Sahut Nana pada Panzi membuat Panzi terkejut akan Perkataan nya. Ia berjongkok di hadapan Nana yang terduduk Itu. Panzi bertanya pada Nana


"Kenapa kamu menyebutku pria jahat? Dimana letak jahatnya aku? Katakan?" Tanya Panzi


Hendak akan menyahut Panzi lagi Nana merasa Itu bukan hal yang bagus. Perkataan yang akan Nana ucapkan pada Panzi sepertinya terlalu vulgar. Akhirnya Nana tidak bisa menyahut Panzi Nana terdiam. Melihat Nana terdiam seperti itu segera Panzi menyahut


"Siput, kenapa diam? Cepat jawab aku." Goda Panzi pada Nana


Panzi terus mengolok olok Nana. Nana merasa bingung harus menjawab apa? Akhirnya Nana hanya bisa mengalihkan pembicaraan nya dengan Panzi Nana menyahut

__ADS_1


"Bu....bukan nya kamu ingin aku duduk di depan. Kalau seperti itu kau menang!" Ucap Nana perlahan dia segera beranjak beralih Duduk di kursi depan. Panzi tersenyum melihat tingkah Nana. Panzi tidak pernah berfikir ia akan sempat menggoda gadis itu.


__ADS_2