PLEASE BE MARRIED

PLEASE BE MARRIED
[EP.17] AKHIRNYA KAU MAU MELEPASKU


__ADS_3

Panzi menghela nafas, Panzi menyahut Nana mencoba menjelaskan Pada Nana apa yang di maksudnya


"Aku tahu kau membenci ku. Akan tetapi Siput, aku akan tetap menikahi mu." Nana tertegun Akan perkataan Panzi. Panzi terus berucap "Aku ingin Anak itu. Setelah anak itu lahir kau boleh pergi dari ku tapi Anak itu adalah hak ku." Sahutnya dengan ringan. Seolah Nana tidak menginginkan Bayi itu.


Nana tidak terima Panzi mengatakan hal itu, Nana masih bersikukuh tidak mau menikah dengan Panzi apalagi menyerahkan Anaknya. Membuat Emosi nya semakin besar, Karna rasa emosinya itu Nana memiliki keberanian untuk menyahut Panzi


"Aku tidak mau menikah dengan mu! Aku tidak mau kalau harus menyerahkan Anak ku!" Teriak Nana pada Panzi. Panzi tak mau kalah ia menyahutnya dengan kukuh


"Aku akan memaksa mu!."


Mendengar perkataan Pria itu, Nana makin emosi pada Pria itu. Kenapa pria itu sangat Egois? Pria itu hanya memikirkan kepentingan nya saja. Pria itu tidak pernah memikirkan perasaan Nana. Nana berniat ingin lari dari Pria itu. Nana tahu tubuhnya masih lemas, akan tetapi Nana tidak tahan jika harus berhadapan Pria itu. Pria yang paling di takutinya.


Saat Nana akan melepaskan infusan nya, Panzi segera menghentikan nya. Panzi meraih tangan Nana Panzi berucap dengan gusar.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan?!" Tanya Panzi gusar.


"Aku....aku tidak mau menikah denganmu! Lepaskan Aku! Hiks...Kau pria jahat!" Sahut Nana. Ia berusaha menyingkirkan tangan Panzi yang mencoba menghalanginya itu.


"Apa kau gila? Keadaan mu masih lemas! Kau jangan gegabah! Aku tidak akan membiarkan mu melepaskan infusan nya. Katakan saja apa yang kau inginkan?!"


Nana terus berontak Ia menangis Nana tetap bersikukuh


"Ak...Aku tidak ingin menyerahkan anak ku. Aku juga tidak mau menikah dengan mu! Hiks...dari awal aku tidak ingin memiliki hubungan dengan mu Hu....! Aku tidak ingin apa apa dari mu! Lepaskan Aku..."


"Jika aku tidak menuruti keinginan mu. Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Panzi ia menatap serius Nana.


"Ak...Aku lebih baik mati bersama anak ini." Nana ragu mengucapkan nya "Aku tidak ingin memiliki hubungan apapun dengan mu! Kau tak perlu bertanggung jawab! Aku tahu ini semua kesalahan ku. Sebenarnya kalau bukan karna ibuku Memaksa mu untuk bertanggung jawab mungkin Kau tidak akan melakukan nya." Nana menghela nafas Lagi Nana menyahut "Aku tidak ingin menikah dengan mu. Jangan paksa aku."

__ADS_1


Perkataan Nana begitu ambisius membuat Panzi semakin emosional tapi Ia menahan nya. Panzi berfikir dalam dirinya Apakah dia harus menuruti keinginan wanita itu? Tapi memaksanya juga tidak bagus. Panzi masih ingat apa kata dokter. Jika wanita itu terlalu emosional itu akan membahayakan nyawa nya dan Bayinya. Mana mungkin Panzi menghancurkan seluruh kehidupan nya. Dia sudah mengambil satu satu nya hal berharga yang Wanita itu punya. Dan sekarang, sekarang wanita itu sedang mengandung anaknya. Panzi tidak boleh egois, Bagaimana pun Wanita itu berhak atas hidupnya. Panzi tidak bisa merenggut segalanya yang di miliki wanita itu.


Akan tetapi Panzi tidak bisa melupakan sikap pemarah, dan keras kepalanya. Wanita itu adalah orang pertama yang berani membantahnya. Panzi tidak bisa bersikap lembut pada Wanita itu. Rasa kesal Yang membara itu sedang di rasakan oleh Panzi. Ia segera menggapai pundak wanita itu ia menatapnya lekat lekat


"Katakan! Kamu ingin apa?." Panzi bertanya dengan geram pada Nana sambil menatapnya


"Ak...Aku... aku tidak ingin mengenal mu. Aku tidak ingin memiliki hubungan apapun dengan mu." Nana tertunduk Nana tak berani memandang Panzi


"Kau tidak ingin aku nikahi?." Panzi bertanya dengan geram. Nana mengangguk merespon nya mengiyakan apa kata Panzi. Disana Panzi sangat kesal, Wanita itu tahu sedang hamil anaknya kenapa dia sangat egois? Dia menganggap seakan Panzi bukan Ayah dari anaknya. Panzi sangat kesal Panzi membentak Nana


"Kau tidak ingin menikah dengan ku kan?!" Ucapnya sangat geram "Baik!" Bentak Panzi ia melepaskan tanganya yang tadinya memegang pundak Nana "Setelah ini kita tidak akan memiliki hubungan apa apa lagi! Aku bukan ayah dari anak yang ada dalam perutmu. Itu semua kesalahan mu! Jadi aku tak perlu bertanggung jawab pada mu!" Panzi dia terus membentak Nana. Panzi terlanjur kesal "Sekarang Kamu Puas? Dan bisa sedikit tenang?" Ucapnya Pasrah.


Saat mendengar semua itu Entah kenapa Nana merasa sangat sedih dan terpukul, Seakan Nana tak rela melepas Pria itu. Tetapi Nana sangat bersyukur akhirnya Pria itu mau melepasnya dan tidak memaksanya lagi. Namun air matanya tak henti henti untuk mengalir. Nana tahu mungkin itu pengaruh dari Bayinya yang membuatnya sangat sedih ketika mendengar perkataan Pria itu. Bagaimanapun Pria itu adalah ayah dari Bayinya.

__ADS_1


Nana mengelus lembut perutnya Dalam hatinya ia berusaha meyakinkan dirinya dan Bayinya. Kalau tanpa ayah pun Nana akan tetap merawatnya dan menyayanginya. Nana segera mengelapi Air matanya yang membanjiri pipinya itu. Kalaupun ragu Nana menyahut Panzi


"Terimakasih." Satu kata yang di ucapkan seorang Nana.


__ADS_2