
***Ibu Nana datang ke apartemen Nana. Niatnya ingin melihat kondisi putrinya saat itu, Namun Ketika membuka pintu apartemen nya, Tidak ada siapa siapa disana. Akhirnya Ibu Nana pun masuk ke ruangan Apartemen Nana itu. Ibunya tak sengaja melihat Sebuah tespack di meja belajar Nana. Ibunya segera beranjak dan menggapai Tespack itu. Ibu Nana sangat terkejut tak menyangka apa yang sedang di lihatnya. Tespack Itu menujukan sebuah Garis dua, Yang memastikan kalau penggunanya Sedang Hamil.
Kecewa akan putri kebanggan nya yang di rasakan Ibunya Nana itu. Ibunya tak pernah menyangka Nana akan melakukan hal memalukan seperti itu. Tapi kenapa Nana bisa hamil?. Ibunya Nana juga tahu selama ini Nana tidak memiliki Pacar ataupun teman laki laki.Setahu ibunya Nana adalah sosok Gadis yang baik dan pastinya tidak akan melakukan hal memalukan seperti itu. Kenapa itu bisa terjadi pada Putrinya? Ibunya Nana terduduk lemas masih tidak menyangka akan putrinya.
***
Ketika memikirkan Perkataan Neneknya yang tiba tiba saja meminta Seorang Cucu pada Panzi, Panzi teringat akan Wanita itu. Sudah 2 bulan setelah kejadian Malam itu, Mungkin jika Wanita itu tidak melakukan sesuatu yang membuat Benih yang telah di tanamnya tidak tumbuh, Harusnya dia sudah hamil sekarang. Tapi sudahlah, Untuk apa memikirkan wanita itu. Lebih gila nya lagi ketika memikirkan Anak dari wanita itu, Untuk apa? Panzi tidak boleh menginginkan Anak dari wanita itu. fikir Panzi pikiran nya terus tertuju pada Nana kalaupun Egonya menolak untuk terus memikirkan nya.
Nana berjalan keluar dari rumah sakit, Tak sengaja Panzi melihat Nana. Rasa curiga, dan pemikiran Aneh mulai menghantui pikiran Panzi setelah melihat Nana keluar dari rumah sakit. Karna penasaran Diam diam Panzi mengikuti Nana tanpa sepengetahuan Nana. Sampai Akhirnya Nana tiba di Apartemen nya Panzi terus mengikuti Nana dari belakang.
Nana masuk ke dalam apartemen nya. Nana terkejut di dalam sudah ada ibunya. kalaupun seperti itu Nana menyapa ibunya
__ADS_1
"Mah, Sejak kapan disini? Kenapa tidak menghubungi ku dulu sebelum kesini. Mungkin aku tidak akan bepergian." Ucap Nana senyum manis untuk menghangatkan hati ibunya Terpancar di mukanya.
Namun lain, Ibunya Nana segera menghampiri Nana. Ibunya menatap Nana dengan tatapan sangat marah dan kecewa ibunya bertanya
"Kamu hamil?" Tanya ibunya terlihat raut kecewa di muka ibunya dan pertanyaan nya.
Nana sangat terkejut, Perlahan Nana berjongkok sambil memegangi kupingnya Nana meminta maaf di hadapan ibunya ia merunduk merasa bersalah Nana menyahut dengan berhati hati
"Mah... Maafkan Nana mah..." ucap Nana tak berdaya
"Nana. Kamu hebat ya!," Ucap Ibunya Nana sambil memukul mukul tongkat itu di tanganya. "Berpacaran tidak memberitahu Ibu. Bisa bisanya langsung hamil." Ucap Ibunya berkata dengan geram
__ADS_1
Nana tertunduk di sebuah dingding, Nana sangat takut akan ibunya. Nana tidak bisa menahan amarah ibunya Padanya. Ibunya Nana memukulkan tongkat Itu dengan sontak membuat Nana sangat kaget dan ketakutan. Sambil memukulkan Tongkat itu pada dingding dekat Nana ibunya berucap
"Kenapa aku bisa melahirkan putri sepertimu?!"
BUKKK suara pukulan tongkat itu hampir mengenai Nana, Membuat Nana semakin takut akan amarah ibunya. Lagi Ibunya Nana berkata sangat marah
"Bisakah kamu berpacaran dengan baik Lalu menikah setelah itu melahirkan anak?! Kenapa kamu bisa merugikan dirimu sendiri Nana?!" Bentak ibunya sambil memukul mukul tongkat itu sangkin geramnya akan Nana.
Hampir saja pukulan tongkat itu mengenai Nana, Nana segera menyahut lagi meminta maaf
"Maaah..... maaf mah, Ak...Aku tahu aku salah." Ucap Nana berusaha sedikit menenangkan ibunya. Lagi ibunya menatap Nana, menanyainya dengan sinis
__ADS_1
"Lalu dimana pria itu? Dia telah membuat mu hamil, Dia harus bertanggung jawab!," Tanya ibu Nana. Berharap Nana akan memberitahu kan Pria brengs*k mana yang telah menghamili anaknya.
Nana menjawab pertanyaan ibunya, kalaupun rasa takut masih bergejolak di hati dan fikiranya***.