
Dokter pun memulai pemeriksaan nya, Bayi mulai terlihat di layar monitor, Dokter mulai berkata
"Kondisi bayinya sangat sehat bahkan detak jantungnya berdetak dengan kencang." Ucap dokter itu. Nana tersenyum dan menyahut
"Itu bagus." Sahut Nana. Perlahan Nana melihat ke arah Panzi Nana memanggil Panzi "Zi..." panggil Nana entah kenapa tiba-tiba saja ia merasa ingin di perhatikan oleh Panzi, ia berharap Panzi melihat layar monitor itu melihat bayi mereka. Akan tetapi melihat respon Panzi sepertinya Panzi masih marah pada nya, Nana tersenyum merasa pasrah dalam hatinya ia berkata Dari awal dia tidak menginginkannya, kenapa aku berharap lebih.
Disisi lain dokter bertanya apakah mereka mau mendengar detak jantung bayinya? Nana dengan bersemangat mengangguk kemudian dokter menyalakan suara dari monitor itu terdengar suara detak jantung dari bayinya, TDEG....TDEG....TDEG Suara yang keluar dari monitor, terdengar detak jantung bayinya begitu kuat suara nya terdengar begitu jelas setiap detak ia bisa merasakan keberadaan buah hatinya, sehingga tanpa sadar buliran air mata menetes di wajahnya, entah itu perasaan sedih atau senang rasa tak karuan mulai bergejolak. Panzi menatap ke arah Nana lalu menatap ke arah monitor itu Panzi juga mendengar suara detak jantung dari anaknya, Panzi tersenyum bahagia ketika mendapati semua itu seketika merubah rasa kesalnya menjadi rasa bahagia, Panzi mencium Kening Nana sambil membisikkan Terimakasih sayang. Kemudian Panzi membantu Nana menghapus air matanya sambil menatap nya dengan penuh kasih sayang, mendapati sikap lembut dari panzi perlahan Nana mulai berhenti meneteskan air matanya Nana terdiam dalam hatinya ia merasa begitu senang akan tetapi sulit untuk mengungkapkan kesenagannya.
Tak lama pemeriksaan nya pun selesai. Di dalam mobil Panzi memegang lembar salinan USG itu Panzi tersenyum melihat hasil USG bayinya sangking senangnya ia berkata
__ADS_1
"Lihatlah, bayinya begitu kecil sangat lucu" Ucap Panzi, Nana tersenyum ia menyahut
"Dia baru berusia 13 Minggu dia masih terlihat kecil untuk sekarang." Sahut Nana, Panzi tersenyum saat itu ia terpikirkan sesuatu ia berinisiatif mengatakan
"Melihat hari masih cerah, apakah kamu mau berjalan-jalan sebentar? Bagaimana kalau ke mall membeli perlengkapan bayi dan kebutuhan mu?" tanya Panzi. Nana segera menyahut
"Tidak perlu, jika aku butuh sesuatu aku bisa mendapatkan nya sendiri... aku tidak mau merepotkan mu, kamu sibuk kamu pasti lelah." Sahut Nana, Panzi terdiam sejenak perlahan senyumnya hilang Panzi berpikir Sebelumnya Panzi sangat buruk terhadap Nana, tak mudah baginya untuk segera menerima Panzi, Nana adalah gadis yang mandiri dan lugu
"Aku tahu, tapi hari ini aku luang aku hanya ingin menyenangkan mu agar suasana hatimu kembali senang." Jelas Panzi. Nana masih merasa ragu, apakah Nana harus menyetujui nya? akan tetapi jika Nana terus bersama Panzi hubungan mereka akan semakin dekat, Nana takut, takut setelah bayinya lahir ia tidak bisa meninggalkan mereka, takut akan ada rasa di antara mereka.
__ADS_1
Di sisi lain melihat Nana yang terlamun, Panzi segera menyadarkan Nana, melihat respon Nana yang lama Panzi yakin sebenarnya Nana ingin menerima tawaran Panzi akan tetapi sepertinya ada belenggu di hatinya entah apa itu, Panzi akhirnya memutuskan untuk membawa Nana ke sebuah Mall tanpa menunggu persetujuan Nana. Tak lama tibalah mereka di sebuah Mall Panzi dengan bersemangat memegang tangan Nana membawanya ke tempat perlengkapan bayi,
"Pilih lah sesuka hatimu, aku juga akan memilih sesuatu" Ucap Panzi, Nana segera menyahut
"Tapi apakah kita harus membelinya sekarang? lagian tidak tahu bayinya bayi laki-laki atau perempuan itu belum pasti, sulit untuk menentukan pilihan sekarang. Bukankah terlalu terburu-buru?" Sahut Nana. Mendengar perkataan Nana sepertinya yang di katakan nya ada benarnya juga, apakah Panzi terlalu terburu-buru untuk menyambut bayinya? akhirnya Panzi memutuskan untuk membawa Nana ke ruangan khusus kehamilan, sesampainya di sana Panzi bertanya apakah Nana butuh sesuatu? Nana segera menyahut kalau dia tidak membutuhkan apa-apa untuk sekarang sebelumnya Nana sudah membeli cukup banyak perlengkapan untuk kehamilan nya. Sahut Nana Panzi kembali menyahut Baiklah jika Nana pikir ia tidak membutuhkan sesuatu maka Panzi akan memilih nya sendiri, Panzi pun melihat obat-obatan herbal yang tertata disana, Panzi menghampiri display obat-obatan itu Panzi melihat ada herbal yang cocok untuk Nana
"Lihat, bukanya kamu selalu merasa tidak enak badan dan selalu ingin muntah? obat herbal ini sepertinya cocok untukmu... aku akan membeli nya beberapa." Ucap Panzi, akan tetapi Nana segera menyahut Panzi
"Tidak, sebelumnya kamu sudah membelikan nya untuk ku. Rasanya pahit aku tidak bisa meminumnya lagi!" Keluh Nana
__ADS_1
"Benarkah? Tapi aku tetap ingin membelinya untukmu, aku pikir sebelumnya kamu jarang mengalami berbagai keluhan saat menkonsumsi herbal ini." Sangkal Panzi, Nana kembali menyahut
"Tapi rasanya benar-benar pahit aku tidak mau meminumnya lagi....!" keluh Nana Panzi tersenyum dan segera menyahut Kalau Panzi akan membantu Nana untuk meminum herbal itu, Nana tidak perlu khawatir Panzi punya berbagai cara untuk membuat Nana meminum nya tanpa Merasakan pahitnya rasa herbal itu. Akhirnya Nana menyetujui apa kata Panzi, Panzi begitu keras kepala jika terus berdebat dengan Panzi sampai larut malam pun mungkin Nana tidak akan pulang dari Mall jika tidak segera mengakhiri perdebatan nya, gumam Nana.