
**Tidak bisa menahan Gairah nya. Tapi kenapa Wanita itu tak marah padanya? Apa sangkin takut nya Nana itu pada nya? Kenapa ada gadis begitu bodoh? Tapi jika ia fikir fikir, Wanita itu terlihat Manis ketika tersenyum. Panzi juga teringat Saat melihat tubuh telanjang nya Wanita itu, Wanita itu terlihat sangat cantik. Sepertinya Dia ingin mencoba tubuh Nana lagi dan lagi. Fikiran Panzi selalu terngiang Akan Nana. Lambat laun merenungkan fikiran yang tertuju akan Nana itu, Panzi sedikit merindukan Wanita itu. Padahal hanya satu malam saja kenapa terkesan begitu dalam? Panzi mengeluh akan dirinya. Panzi benci dirinya yang terus teringat Nana itu.
Panzi menggapai telpon nya. Panzi berniat ingin menggali informasi tentang Wanita itu, Panzi penasaran akan Wanita itu. Panzi menelpon Asisten nya Reno kebetulan asisten nya teman terdekatnya juga. Dalam telpon
''Reno, kau masih ingat dengan Gadis yang Menejer Budi (atasan Nana) marahi itu?" Tanya Panzi. Reno segera menyahut
"Ya, aku mengingatnya. Ada apa zi? Kenapa tiba tiba menanyakan Gadis itu?" Tanya Reno penasaran
"Gak ada Ren, gua cuma penasaran aja sama gadis itu. Lu bisa bantu gue kan buat ngegali informasi tentang gadis itu?" Sahut Panzi langsung pada tujuan nya
__ADS_1
"Bisa aja sih. Tapi buat apa lo cari informasi tentang gadis itu? Lu naksir sama dia?," Goda Reno mencoba mengolok teman nya itu. Reno baru melihat Seorang Panzi yang terkenal sangat anti akan wanita, kini dia mulai Menggali informasi yang menyangkut paut akan wanita.
"Apaan sih lo! Mana mungkin gua suka sama gadis polos itu! Gua cuma penasaran aja." Sahut panzi. Segera Reno menyahut
"Hahaha. Calm down bro, lu sensi amat sih. Tapi omong omong gue denger tuh gadis udah ngundurin diri dari perusahaan Tadi Sore. Gua gak tau permasalahan nya." Ucap Reno
Panzi sedikit kaget mendengarnya kenapa Gadis itu tiba tiba mengundurkan diri? Panzi segera menutup telpon nya. Karna penasaran dan curiga juga, Pada akhirnya Panzi berusaha mencari tempat tinggal gadis itu. Panzi takut benih yang tak sengaja ia tanam di tubuh Wanita itu, Wanita itu akan memanfaatkan nya. Intinya Seorang Panzi Khawatir Suatu hari wanita itu akan meminta pertanggung jawaban padanya dengan alasan sedang mengandung anaknya.
Malam itu Akhirnya Panzi menemukan Apartemen yang sekarang Nana tempati, Panzi berusaha menggedor gedor pintu. Akan tetapi tidak ada respon atau suasana Ada orang di Apartemen Nana, Panzi Mendobrak pintu Apartemen milik Nana. Panzi Memanggil Nana agar Nana menampakan dirinya
__ADS_1
"Gadis kecil, Dimana Kau?!" Panggil Panzi sambil mencari Nana. Tidak ada respon apapun, Perlahan Panzi mendekati kamar Mandi Yang ada di apartemen Nana. Panzi tidak menyangka Wanita itu ada di bak mandi dengan tubuh telanjang, terlihat tubuh sangat lemas itu terpenuhi akan bekas kecupan yang telah di tinggalkan nya waktu itu.
Panzi segera memangku Nana, Panzi Mulai mencari Pakaian Nana. Perlahan Panzi memakaikan Pakaian Pada Nana, Setelah itu Panzi Kembali memangku Nana segera membawanya ke rumah sakit.
KE ESOKAN HARINYA
Nana terbangun, Nana yang masih lemas itu ia merasa bingung Sebelumnya dia sedang berendam di bak mandi. Tapi kenapa saat Nana membuka matanya, Nana sudah ada di rumah sakit dan terlihat infusan Sudah terpasang di sebelah tangan nya. Nana Terdiam sejenak merenungkan Rasa bingungnya itu, Tiba tiba saja ada seorang Pria datang. Pria yang paling di takuti Nana sekarang (Panzi). Perlahan Panzi mendekati Nana, Nana segera merunduk membuang muka, Nana tidak berani memandang Panzi. Panzi dengan nada Arogan berucap
"Kenapa saat aku datang kau membuang wajah mu seperti itu? Apa Kau memenci ku?." Ucap Panzi pada Nana. Nana makin takut ketika Panzi bicara padanya Nana menyahut dengan rasa takutnya
__ADS_1
"Bu...bukan seperti itu." Ucap Nana rasa takut akan Panzi terlihat setiap gerak gerik Nana. Panzi terus bersikap Arogan dan dingin pada Nana, Panzi terus menanyai Nana dengan sinis
"Kenapa kau menyiksa dirimu? Kenapa kau bisa pingsan di bak mandi itu? Sangkin jijik nya terhadap ku kau sampai Harus berendam selama itu?." Tanya Panzi sinis**