PLEASE BE MARRIED

PLEASE BE MARRIED
[EP.28] PRIA ASING YANG MEMBANTUKU


__ADS_3

2 hari kemudian, Nana mendapat telpon dari pihak kantor urusan agama menyuruh Nana untuk pergi ke sana mengambil surat resmi perceraian nya. Mendapati itu Nana langsung pergi ke KUA. Setelah selesai Nana berpikir untuk mengunjungi Minimarket, untuk membeli kebutuhannya. Ketika sedang melihat lihat Nana begitu kesusahan ia lupa membawa tas yang lebih besar untuk menyimpan berkas yang sedang di bawanya di tambah lagi ada telpon masuk, akhirnya Nana meletakkan berkas itu di atas rak minimarket.


Hendak Nana akan pergi membayar, tiba-tiba saja Nana mendengar seorang yang sedang memanggil Nana lewat spiker minimarket, menyuruh Nana untuk pergi ke ruang kemanan minimarket. Nana terheran-heran kenapa Bapak petugas itu memanggilnya? Tapi sudahlah Nana tak boleh berpikir berlebihan dan Nana memutuskan untuk segera pergi ke ruang kemanan minimarket.


Ketika sampai Nana langsung ketuk pintu dan masuk, Nana melihat disana tak hanya ada seorang petugas, Nana juga melihat ada seorang Pria tingginya sekitar 187 cm, mempunyai mata yang sedikit sipit, menggunakan mantel berwarna coksu dan baggy jeans putih. Laki-laki itu mempunyai kulit putih dan wajah yang tampan. Pria itu menatap Nana dengan tersenyum sambil mendekat ke arahnya dengan membawa sebuah berkas di tangannya. Nana tertegun sepertinya karna hal ini Nana di suruh untuk pergi ke ruang keamanan.

__ADS_1


Pria itu semakin dekat, Nana sedikit merasa gugup takut ada suatu hal yang tak sengaja menyinggung orang itu, akan tetapi pria itu segera berucap


"Nona, apakah berkas ini benar milik anda?" Tanya pria itu sambil mengangkat berkas itu memperlihatkan nya pada Nana. Nana segera mengambil berkas itu untuk mengeceknya, setelah selesai Nana segera menyahut


"Ya benar ini milik saya. Terimakasih karna sudah mau mengembalikan nya pada saya, ini sangat penting bagi saya terimakasih." Sahut Nana sangat bersyukur pria itu telah baik padanya, bagaimana jika berkas itu hilang? mungkin Panzi akan sangat marah pada Nana, ia masih ingat bagaimana reaksi Panzi ketika melihat Nana tatapan Panzi begitu marah dan benci padanya sampai-sampai Nana berpikir Panzi akan membunuhnya. Tapi untung saja pria itu begitu baik mau membantu Nana dengan mengembalikan berkas itu, Namun di sisi lain pria itu menyahut

__ADS_1


Nana segera menyahut. "Maafkan aku, ingatanku mulai jelek ketika hamil, maaf jika merepotkan mu." Ucap Nana sambil tertunduk meminta maaf atas keteledoran nya. Pria itu tersenyum sambil menyahut


"Tak perlu meminta maaf padaku, gak ngerepotin kok. Lagian itu hal wajar karna masalah itu sering di alami oleh wanita yang tengah hamil muda." Sahut pria itu.


Nana sedikit terheran oleh pria asing itu sepertinya dia orang yang ramah dan terpelajar, tapi kenapa pria itu sepertinya lebih mengetahui soal wanita hamil, apakah pria itu seorang dokter? Nana segera memberanikan diri bertanya

__ADS_1


"Anda sepertinya lebih memahami kondisi kehamilan di banding saya, apakah anda seorang dokter?" Tanya Nana penasaran. Pria itu tak menjawab dulu Nana, pria itu mengajak Nana untuk berbicara di taman, lagian minimarket yang mereka datangi dekat dengan taman jadi Jackson mengajak untuk mengobrol di taman karna lebih enak disana.


__ADS_2