PLEASE BE MARRIED

PLEASE BE MARRIED
[EP.09] MENOLONG CALON ISTRI


__ADS_3

Nana tidak ingin berurusan dengan pria itu lagi, Jadi Nana berkata pada ibunya tidak menyalahkan Pria yang telah menghamilinya


"In...ini sebenarnya Bu...Bukan salahnya." Ucap Nana sebenarnya Nana sedikit ragu mengatakan nya. "Ak...Aku benar benar tidak ingin mengganggu kehidupan nya. Aku...Aku akan mengurus anak ini sendiri. Mah." Ucap Nana berusaha meyakinkan Ibunya.


Panzi yang diam diam mengintip dan mendengarkan Pembicaraan Nana dan Ibunya, Setelah mendengar perkataan Nana rasa bersalah mengganjal hati dan fikiran nya. Panzi berfikir Nana akan memberitahukan pada orang orang kalau dia yang telah Membuatnya hamil dan meminta Panzi untuk bertanggung jawab. Akan tetapi kenyataan nya bukan seperti yang Panzi pikirkan. Wanita itu melakukan apa yang di katakan Panzi untuk tidak memberitahukan Siapa siapa kalau dia yang telah memperk*sa nya dan membuatnya hamil. Wanita itu lebih memilih untuk merahasiakan nya dan membuat dirinya sendiri di salahkan. Nana menanggung penderitaan yang seharusnya tidak di deritanya sekarang.


Panzi merasa bimbang. Panzi berfikir, Apakah dia harus menolong Wanita itu? Sebenarnya Panzi tidak tahan melihat wanita itu di desak dan di sakiti Ibunya karna menanggung sebuah kesalahan yang bukan kesalahan Wanita itu. Tetapi jika Panzi menolong wanita itu Mau tidak mau Panzi terpaksa harus bertanggung jawab karna Wanita itu hamil. Apa yang harus di lakukan Panzi? Dia sangat bingung. Dia menghela nafas dalam dalam memantapkan Keputusan nya untuk menolong wanita itu.

__ADS_1


***


IbuĀ  Nana terus mendesak Nana untuk mengakui Siapa yang telah menghamilinya. Akan tetapi Nana tetap saja tidak mau mengaku. Nana bersikeras ingin merawat Anak itu sendiri sedangkan Nana tidak memberi tahukan Siapa ayah dari anak itu. Geram dan kesal yang tak tertahankan lagi ibunya Nana Hendak Akan memukul Nana dengan tongkat Di tangan nya itu Tiba tiba saja ada seseorang yang menahan nya, Ibunya Nana segera berbalik melihat orang itu, Seorang itu berucap dengan sangat Gentle dan percaya diri


"Aku ayah dari bayinya." Ucap Panzi pada ibunya Nana. Kalaupun ragu Panzi tetap memberanikan dirinya untuk menolong nana dan Akhirnya terpaksa Panzi harus mengakui perbuatan nya yang tidak ingin di akuinya itu.


"Apa hubunganya denganmu? Cepat pergi!," ucap Nana sambil mendorong pria itu menyuruhnya untuk pergi.

__ADS_1


"Untuk apa aku pergi? Aku memang ayah dari Bayi itu" Ucap Pria itu bersikukuh


Ibunya Nana tersenyum sinis melihat Pria itu, ibunya Nana menepiskan tongkat itu ke dada Pria itu, Panzi sangat terkejut Seorang direktur berwibawa yang Selalu di perlakukan hormat, Hari ini dia di perlakukan yang tidak biasanya Oleh Ibu seorang Karyawan bawah itu. Ibunya Nana terus menepiskan Tongkat itu pada Dada Pria itu dengan tatapan sinis nya sambil berucap


"Tadinya saya masih khawatir tidak bisa menemukan mu, Karna gadis lugu itu terus menutupimu. Sekarang kamu sendiri yang datang." Ucap Ibunya Nana dengan sinis "Saya beritahu kamu, Nana mudah di tindas. Tapi ibunya tidak!." Tegas ibunya Nana, Ibunya Nana terus mempojokan Pria itu.


Panzi makin terkejut ia sedikit panik Sepertinya Ibu dari wanita itu tidak mudah untuk di hadapi, Akan tetapi Panzi berusaha berfikir tenang. Lagi dengan galak Ibunya Nana bertanya pada Panzi

__ADS_1


"KATAKAN! KAMU INGIN BERTANGGUNG JAWAB BAGAIMANA PADA PUTRIKU?!" Bentak Ibunya Nana bertanya pada Pria itu dengan galak "KATAKAN! KATAKAN!." Bentak ibunya Nana terus menekankan pertanyaan pada Panzi yang gelakgapan masih bingung untuk menjawab calon mertuanya yang galak itu.


__ADS_2