
Setelah selesai berdansa Panzi membawa Nana untuk menikmati dessert dan jus yang telah di hidangkan, Nana terlihat begitu menikmati makanan dengan bahagia, karena Panzi sendiri yang membantu Nana mengambilkan dan memilih kan setiap makanan yang mau di makan Nana. Saat itu Nana benar-benar di manjakan oleh Panzi. Tak lama tengah mereka sedang menikmati hidangan mereka di hampiri oleh rekan-rekan bisnis Panzi yang sengaja Neneknya undang, mereka meminta bersulang untuk hari bahagia mereka Panzi segera menyahut
__ADS_1
"Baiklah, tapi istriku tidak bisa minum alkohol karena sedang hamil jadi biar aku gantikan dia untuk minum." Sahut Panzi. Mendengar jawaban Panzi hati Nana tiba-tiba berdetak kencang Nana merasa tersipu dan juga bahagia karena perlakuan Panzi saat ini.
__ADS_1
Rekan-rekan bisnisnya tersenyum akrab dan mengucapkan selamat pada Panzi dan Nana sambil bersulang dan minum bersama. Segelas, dua gelas, tiga gelas, dan seterusnya. Panzi di buat mabuk oleh rekan-rekannya. Setelah itu Nana mencoba memapah Panzi dengan hati-hati, Nana membawa Panzi ke kamar dan membaringkan nya. Panzi tidak mungkin tidur dengan atribut yang masih lengkap jadi Nana memutuskan untuk membantu Panzi membuka atributnya dan sepatunya. Saat itu tengah Nana membantu membukakan jas yang di kenakan Panzi tiba-tiba saja Panzi menarik tangan Nana dan menjatuhkan tubuhnya ke kasur. Panzi menerkam tubuh kecil Nana sambil menatap mata Nana dengan penuh gairah, sambil memegang erat kedua tangan Nana tanpa berkata apapun Panzi langsung mencium bibir Nana dengan candu, mengeksplore setiap celahnya sampai tibalah di titik terintimnya.
__ADS_1
"Saat ini aku tidak bisa mengontrol emosi ku, Bolehkah aku melakukan nya sekali lagi?" Sahut Panzi. Saat itu Nana tidak bisa melakukan apapun, menolakpun Nana tidak bisa. Bagaimanapun Panzi telah begitu baik padanya, terlebih lagi gairah Panzi saat itu begitu kuat dan juga tubuh Nana tidak bisa menolak setiap rabaan Panzi, Akhirnya Nana membiarkan Panzi melakukan apa yang ingin di lakukannya. Nana tahu setelah ini hubungan mereka akan kembali seperti semula mendapati sifat Panzi yang dingin dan agresif semuanya terserah hari esok, apapun yang akan terjadi Nana telah bersiap diri untuk menerimanya.
__ADS_1