PLEASE BE MARRIED

PLEASE BE MARRIED
[EP.07] APA YANG HARUS AKU LAKUKAN?


__ADS_3

"*Ooh, Nak Nana ya? Nama mu sesuai Dirimu Cantik, Kau seorang gadis Polos yang baik hati. Nenek sangat meyukai mu. Nenek juga berharap Semoga Nenek mendapat Menantu seperti Mu." Puji nenek pada Nana. "Tapi, Lebih baik jika Kamu yang menjadi menantu Nenek. Nana, Apa kamu mau menikah dengan Cucu Nenek?" tanya Nenek itu sangkin Suka nya dengan Nana, Nenek berusaha menjodoh jodohkan Nana dengan Cucunya*.


Nana terdiam memikirkan Perkataan Nenek, Mana bisa Nana menikah dengan seorang pria Lajang? dalam keadaan Nana hamil atau tidak itu. Intinya Nana tidak bisa melakukan semua itu. Apalagi melihat nenek ini, Sepertinya dia orang yang Kaya sedangkan Nana, Nana hanyalah dari keluarga Biasa. Segera Nana menyahut,


"Tidak nek. Sa...Saya tidak pantas untuk cucu Nenek." Sahut Nana


Nenek tersenyum melihat Nana yang seperti nya malu malau itu. Akan tetapi setelah nenek telaah tempat itu, Sebelumnya Nana bilang Tempat antrian nya berdekatan dengan Ruangan Bayi itu. Nenek baru ngeh kalau tidak salah tempat yang berdekatan dengan ruangan Bayi itu adalah Ruangan Khusus Kehamilan. Nenek terdiam sejenak Lalu bertanya pada Nana.


"Cantik, Apakah Kamu mau pergi periksa kehamilan saat ini?" Tanya Nenek itu. Nana segera mengangguk angguk mengiyakan. Nenek pun mengerti sekarang, Kenapa Nana menolak untuk menjadi menantunya. Nenek fikir Nana sudah menikah. Lagi Nenek bertanya


"Lalu dimana Suami mu?." Tanya Nenek. Nana terdiam murung, Nana bingung harus jawab apa? Apa Nana harus jujur kalau Nana hamil di luar nikah? Atau berbohong. Nana tak bisa menyahut Pertanyaan nenek terlihat muka sedih pada Nana, Lagi segera Nenek menyahut

__ADS_1


"Ada apa? Kenapa setelah Nenek bertanya kamu terlihat sedih seperti itu? Apa ada masalah? Ceritakan saja pada Nenek. Tak bagus kalau ada masalah kamu terus memendam nya sendirian." Ucap Nenek itu berusaha meyakinkan Nana agar terbuka padanya.


Yang di katakan Nenek ada benarnya juga, Lagian setelah di fikir fikir, Nana bisa bicara pada Siapa lagi untuk sedikit meringankan beban hatinya. Apa salahnya jika bercerita tentang masalahnya pada Nenek itu? Setelah Nana lihat Nenek itu sepertinya orang yang baik dan pastinya Akan menjaga rahasianya jika Nana bercerita pada Nenek itu. Tak ragu lagi Nana bercerita pada Nenek itu, Nana jujur pada Nenek itu. Setelah mendengar cerita dari Nana, Nenek sangat Prihatin akan Nana.


Setelah selesai berbincang Nana meminta izin Nenek untuk pergi dulu karna Sepertinya Cukup lama Nana menemani Nenek, Jadi pastinya sekarang Sudah giliran nya untuk priksa. Nenek mengizinkan Nana untuk pergi. Sebelum pergi Nana meminta Nenek untuk menunggunya di Sana, Karna pemeriksaan nya hanya berlangsung sebentar. Setelah itu Nana akan mengantar Nenek pergi ke ruangan nya. Nenek tersenyum senang, Kenapa Nana begitu Baik padanya. Padahal mereka baru bertemu tapi kenapa sudah begitu akrab.


Seperginya Nana. Seorang Pria yang adalah Cucunya datang menemui Nenek, Terlihat khawatir di raut muka Pria itu. pria itu berkata pada Nenek


"Zi, Nenek merasa kesepian jika terus di kasur. Jadi Nenek pergi keluar untuk berjalan jalan." Sahut Nenek.


"Tapi Ruangan ini lumayan jauh dengan ruangan Nenek. Bagaimana bisa nenek mengayun roda sampai sini?" Tanya Panzi dia khawatir akan Neneknya

__ADS_1


"Tidak Zi, Kebetulan tadi ada Gadis baik yang menemani nenek." Ucap Nenek itu


"Hah, yasudah. Dari pada berlama lama disini lebih baik kita pergi dari sini. Sekarang Nenek harus istirahat." Sahut Panzi sambil mendorong Kursi roda Neneknya itu.


Ketika Panzi mendorong kursi roda Neneknya, sepanjang jalan Neneknya terus bercerita Soal Gadis baik yang menemani nya itu. Panzi hanya bisa tersenyum saat mendengar cerita dari Neneknya. Sebenarnya Panzi merasa jenuh akan cerita Neneknya akan tetapi agar neneknya terus Bahagia terpaksa Panzi terus mendengar cerita yang menjenuhkan baginya itu.


Sesampainya di ruangan Nenek nya, Tiba tiba saja Neneknya bilang pada Panzi kalau


"Zi, Nenek ingin segera punya Cucu buyut. Sebelum tiada, Nenek ingin memangku Cucu dari mu dulu." Ucap Nenek


***

__ADS_1


Hasil tes sudah membuktikan kalau Nana benar benar hamil. Karna itu membuat Nana tidak bisa berkata apa apa. Sekarang Nana benar benar hamil, Apa yang harus di lakukan Nana? Apa Nana harus menggurkan kandungan nya? Tapi bagaimana mungkin Nana tega membunuh Anak yang belum lahir itu. Tetapi Nana juga tidak bisa jika harus membesarkan Anak itu. Bagaimana jika pria itu Tahu soal Anak itu? Nana takut Pria itu akan melakukan Sesuatu pada Nana dan Anaknya. Nana terus berjalan keluar dari rumah sakit itu dengan pemikiran Linglungnya, intinya Nana belum mengerti kejadian yang di timpanya sekarang**.


__ADS_2