PLEASE BE MARRIED

PLEASE BE MARRIED
[EP.27] AKU TIDAK INGIN UANG MU


__ADS_3

Keesokan pagi nya Nana terlamun sambil melihat ke arah jendela, karena mengingat surat perjanjian perceraian tadi malam, Pikirannya berimajinasi melihat Panzi dan anaknya bersama wanita cantik yang kelak mungkin menjadi istrinya dan ibu baru dari bayinya nanti, melihat mereka bermain begitu bahagia tanpa kehadiran Nana. Ketika berimajinasi seperti itu hatinya merasa sesak, apakah Nana bisa menerima ketika anaknya lahir nanti akan ada seorang wanita yang menggantikan nya, anaknya kelak akan memanggil wanita itu ibu?. Nana membatin, tempat ini memang istana milik pangeran dan putri, aku hanya tak sengaja lewat saja. Batin Nana ia seolah membandingkan dirinya, dengan wanita cantik yang mungkin kelak menjadi istrinya Panzi nanti.


Hatinya masih merasa sedih, namun dengan bersedih pun tidak akan membuat nya keluar dari masalah. Akhirnya Nana memutuskan untuk meninggalkan tempat tidurnya, hendak Nana berjalan Nana melihat Panzi terbangun, melihat Panzi yang baru terbangun itu Nana menyapa Panzi dengan ucapan selamat pagi. Melihat Nana yang ada di hadapannya Panzi segera bangkit dari tidurnya membalas ucapan selamat pagi Nana. Saat itu segera Nana mengambil surat cerai itu, Nana meletakan kembali surat cerai itu di kasur yang di tempati Panzi tepat sekali di hadapannya saat itu Nana berkata "Sudah selesai di tandatangani." Ucap Nana terlihat raut sedih dan mencoba mengikhlaskan di wajahnya.


Panzi yang baru terbangun itu perasaan linglung menimpanya sekarang, namun Nana kembali melanjutkan "Aku menandatangani nya karna aku tahu, jika bayiku ikut bersamamu itu adalah pilihan yang terbaik," jelas Nana. Panzi yang mendengarnya ia menghembuskan nafas lega, lagi Nana kembali melanjutkan "Aku tidak ingin uang mu, karna aku tidak sedang menjual anak." Ucap Nana sebelumnya dengan membaca surat perceraian dan kontrak itu tertera jelas sebagai jaminan untuk Nana Panzi memberikan banyak uang dan jaminan lainya yang menyangkut materi untuk nana. Nana tahu niat baik Panzi dari jaminan nya namun setelah di pikir-pikir dengan semua jaminan yang di berikan Panzi sama saja dengan Nana menjual seorang anak pada Panzi, Nana tak bermaksud seperti itu dengan memberikan hak asuh pada Panzi Nana hanya saja merasa bayinya lebih baik bersama Panzi yang mempunyai segalanya, Panzi lebih pantas mendapatkan nya.

__ADS_1


Namun mendengar Nana mengatakan itu Panzi segera menyahut Nana "Tidak ada yang bilang kau sedang menjual anak." Bantah Panzi, Nana kembali menyahut


"Aku tahu. Tapi aku tetap tidak ingin uang mu! Aku akan bekerja lebih keras dari siapapun, aku akan kembali menjenguk anak ku secara terang terangan." Tegas Nana, perlahan Nana berjalan menjauhi Panzi. Panzi yang melihat Nana begitu bersikeras menolak jaminan yang ia berikan untuk Nana, sekarang ia hanya bisa terdiam membiarkan Nana namun melihat Nana pergi menjauh darinya Panzi segera memanggil Nana. Sedangkan Nana ketika Mendengar panggilan Panzi itu Nana berhenti dari jalannya, Nana juga tidak menoleh ke arah Panzi pandangan nya tetap lurus sambil menyahut Panzi menegaskan "Masalah ini tenang saja, nenek tidak akan tahu." Tegas Nana lalu pergi meninggalkan Panzi.


***NOTE DARI AUTHOR :

__ADS_1


TERIMAKASIH ATAS KESETIAAN KALIAN KARNA SUDAH SETIA MEMBACA NOVEL INI! KALAUPUN UP SERING TELAT POKOKNYA MAKASIH YA DAN JUGA,


MOHON TINGGALKAN KOMENTAR DAN LIKE YA✨ KALAU BISA KASIH MASUKAN BUAT AUTHOR ❣️


HAPPY READING😘***

__ADS_1


__ADS_2