PLEASE BE MARRIED

PLEASE BE MARRIED
[EP.46] IDE YANG BURUK


__ADS_3

Malam harinya, sepulang kerja panzi langsung menemui nana di kamarnya, di dalam sana terlihat nana yang sedang berbaring di atas kasur sambil memainkan handphone nya. Sedangkan di sisi lain nana menyadari kedatangan Panzi yang tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya nana menoleh ke arah panzi


''Kamu sudah pulang?'' tanya nana, panzi segera menyahut


''Iya, kamu udah minum herbal yang aku belikan kan?'' tanya panzi


Mendengar pertanyaan dari panzi nana segera terdiam, berfikir sejenak apa yang harus di jawabnya sedangkan nana tidak mau meminum obat yang di belikan panzi karna rasanya pasti akan pahit. Panzi menoleh ke arah secangkir minuman yang utuh di atas meja, panzi sudah bisa menebak kalau nana belum meminum obat itu sebelumnya panzi sudah menitipkan obat herbal itu pada ART untuk menyeduhkan nya setiap pagi dan malam untuk di berikan pada nana. Panzi menghela nafas dan kembali bertanya


''Kamu sengaja tidak meminumnya kan?'' tanya panzi sambil menatap nana

__ADS_1


''Emmm' aku....aku tidak berani meminumnya, lagian kamu bilang kamu bakal bantu aku buat minum obatnya biar gak terasa pahit jadi aku diemin dulu minumannya nunggu kamu pulang.'' Sahutnya nana.


''Aku tahu kamu tidak ingin meminumnya karna rasanya pahit, tadi itu yang aku bilang tadi sebenarnya buat ngeyakinin kamu aja biar ngizinin aku beliin obat lagi." ujar panzi


"Jadi kamu bohong?" tanya Nana terlihat ekspresi tak senang di wajahnya.


"Iya maaf'' Panzi merasa bersalah ia kembali meneruskan "Lagian itu aku lakuin buat kamu kok na, emm maksudnya biar bayinya gak ngerepotin kamu aku gamau aja sampe baby buat kamu sakit setiap pagi, Dengerin aku tubuhmu bukan milikmu sendiri jadi kamu harus meminum obat ini!'' Tegas panzi, akan tetapi nana tidak mau mendengarkan panzi, nana benar-benar tidak mau kalau harus meminum minuman pahit itu lagi apalagi setelah Nana tahu kenyataan kalau panzi sebelum nya berbohong, sahut nana dengan ketus.


"Gimana kalau gini, aku bener-bener punya cara agar obatnya tidak terasa pahit'' bujuk Panzi

__ADS_1


''Apa? kamu ga bohong kan?'' lagi tanya nana


''Minumlah sekali teguk, jangan biarkan obat menyentuh indra perasa, minum dengan cepat lalu makan permen kamu tidak akan merasakan pahit.'' jelas panzi


''Apa itu tidak masalah?'' tanya nana, ia merasa sedikit ragu dengan usulan panzi


''Apakah ideku tidak meyakinkan? kapan rencana ku gagal?'' timpal panzi dengan yakin. Melihat panzi begitu percaya akan idenya nana akhirnya menyetujui usulan panzi, Panzi segera mengambil cangkir di atas meja kemudian memberikannya pada nana, nana mencoba meminum obat itu meneguknyA dengan cepat. Sambil melihat nana menghabiskan minumannya itu panzi membuka permen nya lalu menempatkan permen yang sudah di bukanya dan mengigitnya, ketika nana selesai meminum obatnya nana segera menoleh ke arah panzi meminta permen yang sudah di janjikan nya. Saat itu panzi segera meraih wajah nana mentransfer permen lewat mulutnya, Nana merengkuh ia segera mendorong panzi


''Aku tahu ini adalah ide yang buruk'' ketus nana dengan malu-malu. Panzi tersenyum dan bertanya tanpa rasa bersalah

__ADS_1


''Apakah masih pahit?' tanya panzi sambil menyeka bibirnya bertanya dengan percaya diri kalau idenya berhasil


Mendapati pertanyaan itu nana segera mengalihkan pembicaraan nana segera beralasan kalau nana ingin pergi mengambil minum dengan ekpresi malu malu. Di belakang Panzi Nana menyentuh bibirnya ia tersenyum tersipu, sedangkan di sisi lain seperginya nana panzi tersenyum melihat tingkah malu malu nana yang membuatya berpikir nana begitu menggemaskan.


__ADS_2