PLEASE BE MARRIED

PLEASE BE MARRIED
[EP.24] KARENA NYA MERASA SEDIKIT LEBIH TENANG


__ADS_3

Sore harinya Nana memutuskan untuk berjalan-jalan di taman dekat rumah Panzi untuk sedikit menenangkan hati pikiran nya. Disana tak sengaja Nana melewati seseorang yang sedang membaca sebuah buku tak sengaja Nana mendengar perkataan orang itu bilang kalau "Ada apa dengan tokoh utama wanita ini kenapa begitu egois? mementingkan diri nya sendiri tanpa memikirkan anaknya yang begitu menginginkan sebuah keluarga yang lengkap, apa dia tidak tahu penderitaan yang di alami anaknya? Akupun bisa merasakan bagaimana jika hidup tanpa ayah dan keluarga yang lengkap pastinya tak ada kebahagiaan yang di alami nya. Huh anak yang malang." ucap orang itu yang sepertinya tengah geram dengan plot cerita yang ada di bukunya, sepertinya dia sedang membaca sebuah novel yang sama persis seperti masalah Nana yang di hadapinya sekarang. Mendengar itu pikiran Nana semakin berantakan, dia bingung, gusar, dan tak tahu apa yang harus di lakukanya? setelah keluar Pikirannya menjadi begitu berat bukanya semakin merasa tenang, Nana memutuskan untuk segera pulang dan meninggalkan tempat itu atau Nana takut Pikirannya semakin tidak karuan lagi jika terus berlama lama.


Malam harinya. Nana terbaring dengan hati dan pikiran yang terus mengganjal itu, saat ini Nana tidak bisa tenang bahkan mencoba memejamkan mata pun pemikiran nya selalu tertuju masalah itu, perlahan Nana segera berbalik ke arah Panzi dan mengamati nya mencoba memejamkan matanya agar bisa tertidur. Namun tetap saja tidak bisa, dia terus di hantui oleh pikiran itu yang membuatnya tidak tenang. Nana yang tidak bisa tenang itu terus berbalik ke arah Panzi sekejap membelakanginya dan terus seperti itu.


Panzi yang mendengar sedikit gerakan Nana itu ia segera membuka matanya dan melihat ke arah Nana dalam hatinya ia bergumam ada apa dengan wanita itu? Kenapa selarut ini masih belum tidur? Apa terjadi sesuatu? Panzi segera berdiri dari tidurnya ia segera menyalakan lampu kamarnya sambil melirik kearah Nana sehabis lampu dinyalakan Panzi bertanya


"Ada apa denganmu? Kenapa begitu berisik?" Ketus Panzi. Nana dengan berhati-hati menyahut

__ADS_1


"Maafkan aku, aku... tidak ada niat untuk mengganggu kenyamanan mu." Sahut Nana lagi ia meneruskan "Aku akan segera tidur, tidak akan membuat mu merasa berisik lagi." Ucapnya dengan tertunduk merasa bersalah. Panzi yang melihatnya ia hanya bisa menghela nafas dan segera meninggalkan tempat tidurnya. Nana pikir perginya Panzi mungkin pria itu marah lagi padanya, jika di pikir-pikir belum besok paginya Nana sering muntah-muntah karna keadaan nya yang sekarang mungkin itu akan mengganggu Panzi lagi, ia semakin merasa kedatangan nya begitu mengganggu ketenangan Panzi apa besok Nana perlu pergi dari rumah Panzi agar tidak mengganggunya lagi? Seperti nya Nana memang harus segera pergi dari rumah itu.


Tak lama kemudian siapa sangka pria yang begitu cuek padanya akan sedikit pengertian padanya. Panzi membawakan segelas Susu hangat untuk Nana, sambil menyodorkan segelas susu Panzi berkata "Mungkin dengan segelas susu bisa membuat mu agar tidak berisik lagi." Ucap Panzi kata-katanya sedikit pedas namun niat nya lumayan baik. Nana menerima segelas susu itu namun ia masih ragu untuk meminumnya, Nana dengan rasa ragunya itu ia terus melihat ke arah Panzi.


Panzi yang melihat Nana begitu ragu itu lagi ia segera berucap "Cepat minum tunggu apalagi? nunggu susu nya dingin baru minum?" ketus Panzi lagi ia meneruskan "Tenang kok gak ada racunnya, mana mungkin aku masukin racun kedalam minuman itu." Nana segera menggelengkan kepalanya menyangkal perkataan Panzi dan menyahut


Di sisi lain setelah mencicipi susu itu Panzi pikir rasanya tidak ada yang aneh bagian mana yang salahnya? Ucap Panzi pada Nana, Nana yang sedikit terlamun itu segera menyahut Panzi

__ADS_1


"Susunya terlalu kental, tidak seperti biasa aku seduh." Sahut Nana lagi Nana mencoba bertanya "Berapa takar yang kamu masukkan kedalam gelas?" Dengan santai Panzi menyahut


"Aku tidak tahu, aku asal memasukkan nya saja." Sahut Panzi. Mendengar perkataan Panzi, Nana sedikit kecewa namun Panzi lagi ia menyahut "Aku tidak terlalu mengerti soal ini. Sudahlah lain kali aku tidak ingin menyeduhkan kalian susu lagi. Lagian ini pertama kalinya aku membuatkan sesuatu yang bukan untuk ku sendiri. Lain kali seduh saja sendiri." Keluh Panzi. Mendengar itu Nana sedikit tersenyum senyum karna Panzi, lagian Nana pikir ia tak menyuruh Panzi untuk menyeduh kan susu untuknya Panzi sendiri kan yang berinisiatif menyeduh kan susu untuk Nana. Pikir Nana sambil tersenyum senyum kecil.


Panzi segera meletakan susu itu di atas meja dan pergi. Nana segera mengambil kembali susu itu ia segera meminum nya kembali dan menghabiskanya. Panzi sedikit terheran-heran tadi Nana bilang susu nya terlalu kental, tapi kenapa Nana masih mau meminumnya? Apa wanita itu dungu? Nana segera menyahut Panzi


"Sangat sayang jika tidak di habiskan, aku tidak terbiasa membuang buang makanan." Sahut Nana. Panzi yang mendengarnya mengalah saja dan segera mematikan lampu kamar. Sedangkan Nana setelah meneguk susu habis ia langsung kembali ke ranjangnya, berbaring dan menarik selimutnya. Kini hati Nana merasa sedikit lebih tenang dari pada sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2