
Naomi segera pergi dari hadapan Noah untuk menetralkan kondisi jantungnya yang berdenyut sangat cepat, Noah yang melihat Naomi pergi meninggalkannya membuat senyum lebar terpancar di kedua sudut bibirnya.
"Semakin menggoda saja kamu Naomi," menyusul Naomi yang sudah masuk lebih dahulu di dalam rumah.
"Kenapa sih kamu mas mengekoriku sedari tadi?" tanya ketus Naomi.
"Karena saya belahan jiwamu, makannya aku mengikutimu terus!" sambil cengegesan.
"Terserah," Naomi melajutkan mencuci pakain lagi-lagi Noah menggodannya dengan tersenyum dan tanpa sungkan-sungkan Noah melayangkan ciuman di pipi kanan kiri Naomi.
Naomi yang kesal dengan tingkah Noah langsung menghentikan kegiatan mencucinya.
"Kamu mau apa sih mas?" tanya ketus Naomi sambil menatap tajam.
"Mau dirimu!" jawab santai Noah.
Naomi tidak menanggapi jawaban Noah kemudian Naomi melajutkan lagi aktivitasnya namun dengan sergap Noah sudah menggendongnya dan memasukkannya ke dalam kamar Naomi.
__ADS_1
"Aku merindukanmu, sangat-sangat merindukanmu. Temani saya tidur, oke." Noah yang berada di atas Naomi langsung merebahkan diri di samping Naomi.
Naomi yang tubuhnya bergetar hebat kini merasa lega, hampir saja ia pikir jika Noah menginginkan tubuhnya saat ini. Naomi pun perlahan-lahan memejamkan matannya yang sudah mulai berat, Noah sedikit memencingkan matanya untuk melihat apa Naomi sudah tertidur atau belum.
Tring....
Satu buah pesan masuk Noah membaca pesan singkat tersebut lantaran perusahaan butuh ke hadirannya dalam minggu ini. Noah menghela nafas beratnya, benar-benar tidak ada waktu untuknya berdiam dan beristirahat sebentar, perusahaan yang bergerak dalam bidang percetakan kertas ini butuh dirinnya.
"Haduh..., mau bersantai sedikit saja sulitnya minta ampun." Noah menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas kecil.
Noah duduk bersender dan mengamati wajah cantik Naomi Emma, rasa cinta yang semakin tumbuh membuat Noah enggan pergi. Naomi yang merasakan ada yang membelai pipinya langsung membuka mata dan melihat siapa yang menyentuhnya.
Noah segera beranjak dari ranjang tidur dan mengenakan jaket, Naomi yang melihat Noah bersiap-siap tidak menanyakan apa-apa mungkin perusahaanya membutuhkan Noah saat ini.
Noah mendekat, "saya pergi dulu, jaga diri baik-baik." Mengusap surai rambut Naomi dan mendaratkan bibirnya ke bibir mungil Naomi dan memberikan sentuhan yang luar biasa, bahkan Naomi mendengar deru nafas Noah yang memburu dan menginginkan lebih meski pun Naomi tidak membalas perbuatan Noah.
DDRRETT... DDREETT...., membuyarkan perbuatan Noah dengan segera Noah melepasnya dan mengangkat telpon. Naomi merasa lega dengan ke adaan saat ini, setidaknya Noah tidak akan melakukan perbuatan yang mengakibatkan ada ke hidupan lagi di perutnya.
__ADS_1
"Saya pergi dulu Naomi," mengusap pipi cantik Naomi. Naomi hanya menatap tanpa membalas ucapan Noah.
Ada sesuatu yang hilang setelah ke pergian Noah dari rumah tersebut, seperti seorang istri sungguhan yang di tinggal sang suami pergi merantau mencari nafkah.
"Apa-apaan ini, mengapa aku memikirkan dia terus. Sadar Naomi sadar kamu tidak tau siasat dan rencana apa yang ia persiapkan saat ini, bisa jadi ia merencanakan untuk menyakitimu lebih dalam lagi." Naomi menjadi gelisah karena memikirkan perbuatan Noah yang baik akhir-akhir ini.
Sore hari.
Naomi seperti biasa memasak makanan, rasanya hambar masakannya saat ini. Naomi menghela nafas untuk menetralkan perasaannya.
Di tempat lain.
Perusahaan milik Noah Derryl tengah mengadakan meeting dadakan karena ada beberapa klien pemegang saham merencanakan peluncuran produk baru untuk di pasarkan sesuai trend terbaru tahun ini mengukuti jaman modern yang semakin meningkat. Noah menyetujui hasil pemikiran terbaru para pemegang saham terbanyak di perusahaan ini.
Noah mengirim pesan pada Edwin Derryl sang adik untuk menjadi model buku sampulnya, selain model papan atas Edwin juga salah satu ahli waris selain Noah Derryl.
***
__ADS_1
Slow update