
Naomi yang merasa kedinginan kini tidak lagi karena Noah sudah menyelimutinya bahkan memberi kan kecupan cinta.
Pagi hari.
Noah yang sedang berada di kebun dengan bu Dea dan pak Alim saling melempar candaan satu sama lain, Noah yang orang nya mudah bergaul asal kan bisa di ajak berbicara kini terus saja mendengar dan menjawab pertanyaan Alim dan Dea secara bergantian.
Naomi yang baru bangun kini, melonggar kan tubuh nya yang pegal. "Semalam sepertinya ada yang menyelimutiku dan mencium dahiku," menyentuh dahinya.
"Tidak mungkin jika mas Noah, jika ia. Apa pakaianku masih utuh." Langsung menatap dirinya sendiri dan ternyata pakaian lengkap.
Naomi yang mendengar suara tawa Noah dan pak Alim serta bu Dea langsung membuka jendela kamar nya yang kebetulan tepat mengarah ke perkebunan bawah rumah ini. Dan Noah tanpa sengaja melihat Naomi membuka jendela langsung tersenyum, pak Alim yang melihat nya langsung tersenyum ke arah sang istri.
"Bu sepertinya semalam ada yang bahagia, sampai-sampai bangun kesiangan pagi ini." Ledek Alim pada Naomi dengan bicara cukup keras dan di dengar oleh Naomi.
Naomi yang mendapa candaan Alim langsung mengalihkan pandangannya, betapa malunya saat ini. Baru kali ini ia bangun kesiangan selain rumah nya dulu sewaktu di usir dari kediaman Megantara.
Noah tertawa melihat Naomi yang salah tingkah tersebut, Noah segera berpamitan untuk menemui sang bidadari.
__ADS_1
"Hai cantik," menatap Naomi yang mengambil pakaian di dalam almari.
Naomi terkejut dengan sapaan Noah dan membuat pakaian yang baru ia ambil jatuh di lantai.
"Bisa ngak sih mas datang tidak tiba-tiba, ngagetin orang saja untung saya tidak punya riwayat jantung bawaan." Naomi memunguti pakaian nya lagi.
Noah yang menunggu Naomi mandi pikiran nakal Noah terbang kemana-mana, bahkan si kecil sudah mulai mendobrak sesak di bawah sana.
"Ah... sial kenapa bangun sih," Noah dengan mati-matian menahannya lagi.
Naomi yang baru selesai mandi menatap aneh tingkah Noah yang ada di samping pintu keluar kamar mandi. Dengan segera Naomi melewatinya saja tanpa banyak tanya, Noah yang melihat kepergian Naomi langsung masuk kedalam untuk menuntaskan sesuatu yang sesak.
Naomi yang hanya memakai bedak tipis seperti biasanya, namun kali ini mungkin karena suasana hati nya yang baik membuat aura kecantikannya terpancar alami. Naomi keluar dari kamar menuju dapur, bahkan makanan untuk pagi sudah siap tinggal menikmatinya saja.
Noah yang baru selesai mandi lagi langsung menghampiri Naomi yang baru saja mengambil piring untuk sarapan paginya.
"Makan yang banyak, ibu hamil perlu nutrisi yang banyak biar babynya kenyang juga." Mendekati Naomi dan menyentuh perut Naomi.
__ADS_1
"Sudah tau," jawab ketus Naomi.
Noah yang melihat calon istrinya yang ketus seperti ini ingin sekali melahap bibir nya apalagi ekspresi menggemaskan Naomi. Siapa pun yang melihat pasti ingin melahapnya hingga habis, namun karena Noah ingin menggambil hati nya lagi ia berusaha keras menahan hal-hal yang akan membuat sang pujaan hati pergi lagi.
Naomi yang selesai sarapan langsung pergi tanpa menawari sarapan pada Noah yang sedari tadi mengharap kan tawaran dari Naomi.
"Saya tidak di tawari sarapan Naomi?" menatap punggung Naomi yang sudah menjauh.
Naomi menoleh, "ambil sendirikan bisa!" Naomi melajut kan langkahnya menuju tempat pencucian piring.
Alim dan Dea yang masih berada di kebun heran melihat sepasang anak muda yang isi nya hanya berdebat ini itu.
"Mereka romantis ya bu." Ucap Alim menggeleng-gelengkan kepala nya.
"Betul pak, serasi. Malah bagus jika seperti ini tambah mempererat hubungan," Dea memetik sayur yang daunnya mulai membusuk dan membuangnya.
***
__ADS_1
Harap maklum jika cerita monoton tidak ada konflik, bantu dukungan ya teman-teman like dan rate jangan lupa😊😊