Poisoned Love, NOAH

Poisoned Love, NOAH
28. Bertemu Maxim


__ADS_3

Naomi yang tertidur di dalam taxi merasakan ada yang menyentuh pipinya, mulai membuka matanya dengan segera sang sopir yang menggunakan masker dan topi segera menjalan kan kemudinya ia tidak mau Naomi curiga dengan keberadaannya saat ini.


Naomi masih penasaran dan menerka-nerka siapa orang di balik kemudi yang mengenakan masker tersebut, dan akhirnya Naomi memberanikan diri bertanya sang sopir namun lagi-lagi bukan mendapat jawaban sang sopir hanya menganggukan kepalanya.


Naomi mencibir kenapa di tanya hanya mengaggukan kepala saja tanpa mau bicara lagi, padahal tadi berbicara singkat menanya kan mau kemana sekarang bungkam seribu bahasa dan membuat Naomi semakin kesal bahkan sekarang hanya di putar-putar kan ke kota ini saja bahkan ini sudah kali ke 3 ia melewati gedung dan toko yang sama.


"Permisi mas atau pak, saya turun di sini saja jika anda mempermain kan saya sedari tadi." Naomi memegang handel pintu taxi tersebut namun dengan segera di kunci oleh sang sopir.


Naomi membulatkan matanya, rasa nya tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan, pintu mobil sudah di kunci dan artinya ia tidak bisa keluar dari mobil ini.


"Kumohon jangan bunuh saya, saya sedang mengandung kamu boleh mengambil barang-barang saya tapi jangan anak saya." Naomi memegang perutnya yang sudah terlihat membuncit.


Mau tidak mau Maxim yang bersembunyi di balik masker dan topi membukanya agar Naomi tidak ketakutan dengannya, meski pun ini kali ketiganya ia bertemu dengan Naomi. Begitu pertemuannya tidak sengaja sewaktu di rumah Noah Derryl dan pusat pembelajaan waktu itu. Dan serta saat ini di taxi yang sengaja ia siapkan karena Noah tadi mencari Naomi.

__ADS_1


Maxim yang tiba-tiba hatinya tergerak mengikuti Noah saat Noah keluar dari club miliknya. Saat melihat Naomi keluar yang binggung mencari taxi ia mempunyai ide dan menjadi kan mobil pribadinya sebagai taxi dadakan.


"Kamu...," sambil menujuk wajah Maxim yang datar.


"Iya, mau saya hantar kemana. Seperti nya kamu patah hati lagi." Tebak Maxim tepat sasaran.


"Nih... orang setiap ketemu ngeselin baget dan apesnya selalu pas aku saat sekarang ini," guman dalam hati Naomi sambil menatap tajam Maxim.


"Kenapa tidak di jawab?" menatap Naomi dari kaca sepion.


"Ke pemakaman umum kalau begitu." Jawab Maxim ketus.


"Dasar tidak waras ya kamu," Naomi sangat kesal dengan ucapan Maxim yang seenal jidatnya, mentang-mentang pemilik mobil.

__ADS_1


Maxim tidak menanggapi hanya mengakat bahu nya sedikit, adai saat ini Naomi memiliki uang lebih ia juga tidak mau bertemu orang menyebal kan saat ini, apalagi ia sedang berbadan dua membuat mood buruk tiba-tiba.


Villa tepi pantai.


Sesampainya di area villa, Maxim menyuruh satpa yang berjaga untuk membukakan pintu gerbang. Dengan segera pintu terbuka lebar, Maxim menginjak pedalnya dan segera masuk ke area villa pribadinya. Naomi yang berada di dalam mobil ketakutan bagaimana jika ia di jadikan tawanan oleh Maxim yang nota benenya sahabat dari Noah Derryl.


"Apa saya kamu jadikan tawanan di sini?" menatap mata kelabu milik Maxim.


"Saya tidak sejahat itu," Maxim keluar begitu saja tanpa menyuruh Naomi masuk kedalam villanya.


Maxim mengisyarat kan salah satu penjaga rumahnya untuk menghantar Naomi ke kamarnya, degan segera sang penjaga wanita menyambut kehadiran Naomi yang ia sangka anak menjadi nona muda di villa ini.


"Selamat datang nona muda," menyambut dengan ceria tapi kemudian ia heran saat menatap perut buncit Naomi. "Wah... tuan muda ternyata bergerak cepat," sambil tersenyum menatap perut buncit Naomi.

__ADS_1


Naomi yang mendapat sambutan seperti itu ingin sekali tertawa, pasalnya sang pelayan villa ini menyangka jika diri nya mengandung anak dari Tuan mudanya tersebut. Naomi membiarkan saja biar Maxim sendiri yang nanti mengenalkannya.


__ADS_2