
Kediaman Noah Derryl.
Hari ini Adam dan Shandra mengunjungi Noah, kata salah satu orang kepercayaan Noah, saat ini Noah sedang tidak baik-baik saja kesehatan nya. Shandra segera masuk ke dalam kamar dan mencium aroma minuman beralkohol yang menusuk hidung.
"Anak nakal ini, tidak berhenti malah lebih parah saja kelakuannya. Apa dia ingin mati dengan cepat gara-gara minuman itu," Shandra melangkah mendekati Noah dan menyentuh dahi Noah yang suhu badanya sangat panas.
Shandra yang tau jika cucunya sakit seperti ini ada rasa tidak tega pada nya, namu jika ia menuruti anak nakal ini pasti Naomi terluka kembali hati dan tubuhnya. Shandra segera mengambil kotak obat dan mengambil kompres buatan kemudian menempelkannya ke dahi Noah.
"Belum saat nya kamu tau Naomi di mana Noah, aku ingin menghukum kamu dan membuat kamu sadar akan kesalahan kamu selama ini." Bergegas keluar dari kamar Noah.
Adam yang melihat sang ibu keluar dari kamar Noah menggu ibunya turun ke lantai satu, Adam segera memberikan duduk pada Shandra.
__ADS_1
"Bagaimana bu keadaannya." Adam merasa was-was melihat sang ibu yang memancarkan wajah berbeda setelah keluar dari kamar Noah.
"Dia bertambah parah saja kelakuannya, ia minum-minum di kamar nya sampai deman. Sebenar nya ibu merasa hawatir dengan si anak nakal itu tapi jika ibu memberi tau di mana Naomi pasti ia akan melukai Naomi lebih parah lagi, aku sangat kasihan dengan Naomi yang di perlaku kan Noah seperti itu. Biar kan dia berpikir jernih dahulu sebelum ia menemui Naomi." Shandra berusaha tegar.
Adam yang mendengar penuturan sang ibu mengiyakan saja, dalam hati Adam kecewa dengan Noah sang putra semata wayang nya tersebut ia merasa gagal mendidik nya.
"Maafkan saya Aggis, saya tidak bisa merawat dan mendidik putra kita dengan benar pasti kamu kecewakan denganku." Adam bersedih.
"Adam ayo kita pulang, di sini sudah ada banyak orang, ibu masih kesal dengannya bagaimana cara mengatasi ketidak dewasaan Noah. Padahal umurnya sudah 26 tahun seharusnya ia juga berpikir dewasa dan tidak melampiaskan dengan minuman seperti itu. Masih muda tidak merasakannya tapi jika tua nanti bagaimana." Shandra segera mengenakan syalnya.
Tidak banyak bicara saat Adam dan Shandra di dalam mobil.
__ADS_1
"Ibu ingin mengujungi makam Aggis, Adam. Ibu merasa gagal merawat dan membesar kan Noah," Shandra menahan air mata yang hampir keluar dari pelupuk matanya.
Adam segera menturuh sang sopir untuk mengantar ke pemakam keluarga Derryl. Sesampainya di pemakaman Shandra meletakkan buket bunga di atas makam menatu kesayangannya.
"Maaf kan ibu Aggis, ibu gagal merawat dan mendidik putramu saat kamu tinggal Aggis," Shandra menyentuh nisan Aggis.
Adam juga berucap hal yang sama, sebelum meniggalkan pemakaman. Shandra dan Adam mengunjungi makam Derryl sang ayah. Shandra merasa bebannya sangat berat saat ini apalagi Derryl meninggalkan banyak wasiat ini dan itu.
"Mas Derryl, saya ingin menyusul mu." Shandra menangis di atas makam suami nya.
Adam berusaha menguat kan sang ibu, Adam masih ingat momen bersama sang ayah 30 tahun yang lalu saat ia dan Aggis masih berpacaran dulu. Sang ayah selalu mengingatkan untuk menyangi orang yang kita cintai dan menjaganya.
__ADS_1
Dan benar saja Adam melaksanakan nya namun kebahagiannya tidak bertahan lama setelah melahir kan Noah kecil, Aggis meninggal dunia karena pendarahan hebat. Kematian Aggis membuat hidup Adam hancur dan gelap namun ia berusaha bangkit karena ada buah cintanya, tetapi saat ini apa yang di alami Adam bagai mengulang kejadian 26 tahun yang lalu.
"Ayah maaf kan Adam," Adam hanya berucap dalam hati.