Poisoned Love, NOAH

Poisoned Love, NOAH
45. Menerima tantangan dari Aki-Aki


__ADS_3

Keesokan harinya.


Semalam permasalahan ini sudah di bicarakan dengan matang-matang dan Naomi juga menyarankan untuk masuk ke usaha keluarga lagian tidak ada salahnya ikut terjun saat ini.


Perusahaan keluarga Derryl ada 2 dan satunya di pegang oleh Agam adik kandung Adam. Jadi bisa di pastikan tidak ada perebutan hak waris karena dua-duanya mendapat kan haknya masing-masing dan telah di bagi sesuai Agama Islam tentunya.


"Sayang, bagaimana tampilanku hari ini?" masih menatap dirinya di pantulan cermin.


Naomi sangat terpesona dengan penampilan sang suami dan baru kali ini ia melihat sang suami mengenakan jas lagi. Naomi mengacungkan 2 jempol pada Noah.


"Apa aku terlihat sangat tampan sayang dengan setelan jas ini."


"Iya, sudah lama aku tidak melihatmu mengenakannya mas," memasangkan dasi. "Nah begini baru lengkap dan pas."


"Cuup... aku mencintaimu sayang," Noah tertawa setelah mencium bibir Naomi dan berhasil membuat wajahnya mengeluarkan semburat merah di kedua pipinya.


"Benarkah, jangan berbohong mas nanti di kantor jika ada cewek yang menggoda kamu kamu tanggapi dan layani mas." Ledek Naomi sambil menyilangkan tangan nya.

__ADS_1


Naomi sengaja berucap demikian bukan nya tidak percaya pada sang suami tapi, sudah beberapa kali ia ceroboh dan mudah di tipu bujuk rayu wanita, entah sudah melakukan atau belum tapi untuk saat ini ia lebih memilih mengubur masa lalu dan membuka masa depan dari pada teringat dan itu sangat menyakitkan jika di kenang.


"Istriku cemburuan, tambah cantik. Buat apa aku tergoda sedangkan dirumah selalu menggoda," Noah mengedipkan matanya.


"Percaya." Naomi tersenyum lebar, "hati-hati di jalan ya mas." Mencium punggung tangan Noah.


Noah sangat senang pagi ini, serasa kehidupan nya lengkap sudah tidak butuh yang lain, tinggal memperbaiki ekonomi untuk persiapan masa depan keluarga kecilnya ini.


Perusahaan Bersih Minyak Kelapa Sawit.


"Selamat pagi mas Noah." Sapa salah satu orang yang berada di perusahaan ini.


Noah tersenyum saat di sapa staf di perusahaan ini, tidak seperti dulu yang hanya diam saja. Staf tersebut yang sapaannya di terima langsung kegirangan sendiri.


Ruangan CEO Adam Derryl.


Noah mengetuk pintu tersebut sebelum masuk. Adam yang sudah tau jika putranya yang datang langsung menyuruhnya masuk saja.

__ADS_1


"Pagi pa." Duduk di sofa.


"Bagaimana dengan tawaran papa waktu itu, sudah berubah pikiran anak nakal?" duduk sambil menyilangkan kakinya.


"Iiishh... jika bukan karena Naomi menyemangatiku saya juga tidak mau, lagian kasihan juga Aydin kalau papanya tidak berkerja," Noah masih saja gengsi.


Adam mengerutkan dahinya, segitu besarnya rasa gengsi. Tapi Adam sudah memikirkan seribu cara agar putra semata wayangnya ini mau meneruskan usaha turun temurun dari keluarga.


"Dasar anak nakal, jangan lupa nanti siang ada klien dari Singapura kamu tangani. Papa yakin kamu bisa kali ini lagian kamu juga pernah mengalami bertemu klien sewaktu perusahaan kertasmu masih jalan." Adam menyerahkan beberapa berkas kerja sama pada Noah.


"Sekalian aku ingin tau, di saat kamu terbang ke atas awan dengan sayapmu, apa kamu masih ingat dengan sarang kamu yang berada di pohon."


Adam tersenyum lalu kembali ke tempat duduk tersebut dan melanjutkan mengecek beberapa laporan, sementara Noah mempelajari beberapa berkas-berkas yang baru saja ia terima.


"Akan aku buktikan jika aku mampu melalui tantanganmu aki-aki, papa pikir aku tidak tau apa jika papa mau menguji cobaku. Aku yakin klien ini adalah orangnya. Dilihat dari foto menarik dan masih muda, tetapi bukan tipeku, aku lebih suka seperti Naomi polos dan baik. Meski aku selalu menyakitinya."


Noah berpikir jernih saat ini.

__ADS_1


__ADS_2