
Beberapa hari kemudian.
Naomi telah kembali ke rumah setelah badannya benar-benar baik, sebenarnya Naomi sudah meminta pulang setelah ia ke guguran beberapa hari yang lalu. Tapi lagi-lagi Noah yang tidak mau Naomi kenapa-kenapa.
"Saya bukan wanita lemah, jadi tidak usah memperhatikan saya berlebihan seperti ini lagi mas. Dan satu lagi anak kita sudah tidak ada saya harap mas menjauh dari saya ini demi kebaikan kita dan saya tidak mau menjadi perusak hubungan mas dengan mbak Febby, saya mohon mas mengerti ya." Menjelaskan sambil tersenyum manis.
Seperti biasa jika Noah marah dengan ucapan Naomi yang mengusirnya, Noah langsung pergi tanpa pamit, itu kebiasaan buruk Noah.
Setelah kepergian Noah dari kediamannya Naomi mengemas pakaian dan memasukkannya dalam tas jinjing besarnya. Naomi yang memiliki motor pemberian Noah ia gunakan itu pun juga karena terpaksa menggunakannya jika tidak ia lebih baik menggunakan kendaraan yang lain.
Naomi mengendarai motornya mengarah ke kota besar tidak di kota ini lagi, lebih tepatnya luar kota. Sekitar 3 sampai 4 jam perjalanan menggunakan sepeda motor.
Sebelum pergi ia mengirim pesan pada Noah dan setelah pesan terkirim ia membuang sim card tersebut. Naomi sudah tidak mau lagi berhubungan dengan Noah Derryl lagi cukup sudah perjuangan cintannya.
Kediaman Derryl.
Noah yang mendapati pesan singkat uring-uringan tidak jelas bahkan ia melempar semua perabot yang ada di kediaman. Surat cerai di lemparkan ke wajah Febby dengan terpaksa Febby menadatanganinya dari pada perusahaan orang tuanya hancur saat ini.
"Cari Naomi sampai ketemu, saya tidak perduli dia tinggal di kota ini mau pun di luar kota. Jangan sampai saya tau Naomi lecet sedikit pun waktu kembali ke rumah ini."
Noah frustasi dengan ke pergian Naomi Emma sang pujaan hati. Hatinya menjadi galau dan terluka secara bersamaan, setelah kehilangan calon bayi kini orang yang di cintai pergi meninggalkannya.
"Kamu menghukum saya Naomi, apa kamu tidak puas melihat saya seperti ini." Menatap foto Naomi sebagai layar wallpaper.
Dua minggu kemudian.
Naomi tetap saja tidak di ketemukan keberadaanya mengingat kota ini juga sama besarnya dengan kota-kota yang lain. Bahkan plat nomor sepeda motor yang di kenakan Naomi tidak dapat di lacak, kemungkinan besar Naomi berada di daerah terpencil.
Ttringg..., suara pesan masuk ke dalam ponsel Noah. Bahwa bawahannya telah menemukan keberadaan sepeda motor milik Naomi Emma saat berada di pusat perbelanjaan. Noah segera membalas pesan untuk mengikuti dimana Naomi tinggal dan berkerja sebagai apa di tempat tinggalnya yang baru ini.
__ADS_1
Orang suruhan Noah mengikuti Naomi dari belakang tentunya dengan beberapa orang lainnya yang menyamar juga, agar Naomi tidak curiga dan sadar jika dirinya di ikuti orang-orang suruhan Noah Derryl.
Setelah mendapatkan alamat tempat tinggal Naomi, Noah segera menyusun ide untuk mendekati Naomi dengan sembunyi agar Naomi tidak lari lagi. Tak butuh waktu lama Noah memberi perintah kepada orang-orangnya untuk membeli perkebunan strawberry tempat Naomi berkerja saat ini.
"Naomi sini," panggil bos perkebunan strawberry tersebut.
"Iya ada apa pak." Naomi meletakkan kerjang yang ia gunakan untuk memetik strawberry yang sudah matang.
"Begini, besok pemilik resmi kebun ini akan datang berkunjung jadi saya harap kamu harus rajin dan cekatan ya, saya tau kamu pegawai baru di sini tapi saya harap kamu berkerja dengan baik. Sebenarnya pekerjaanmu sudah baik bahkan buah yang kamu petik bagus tapi satu lebih cepat ya, biar setoranmu bisa banyak ke saya." Bos sementara yang mengawasi kebun ini menyarankan Naomi.
"Baik pak saya akan berusaha semaksimal mungkin," Naomi tersenyum.
"Bagus, lanjutkan pekerjaanmu lagi."
Setelah mengumpulkan banyak buah Naomi merasa lelah karena hari ini masih hari kedua dia berkerja di perkebunan ini.
Keesokan harinya.
Semua para pekerja perkebunan melakukan tugasnya masing-masing begitu juga dengan Naomi. Tiba-tiba semua orang pada heboh dengan kedatangan pemilik kebun strawberry ini. Naomi membiarkan para pekerja perempuan berkumpul melihat siapa pemilik perkebunan yang baru ini.
"Wah... sangat tampan dan gagah, calon suami saya ini." Ucap Ima pada teman yang lainnya.
Namun Noah menatap satu pegawai yang menunduk sambil melajutkan pekerjaanya tanpa memperdulikan siapa yang datang, karena kemarin pak Tio menyuruhnya berkerja dengan rajin.
"Apa kamu tidak ingin melihat saya Naomi," ucap Noah tepat di telinga Naomi.
DDEGGHH, jantung Naomi seakan mau lepas saat mendengar suara seseorang yang ia kenal 5 tahun terakhir ini.
"Mas," Naomi menatap wajah Noah, kenapa Noah bisa menemukannya padahal di pedesaan ini sulit di temukan sinyal. Naomi teringat jika dirinya menggunakan sepeda motor pemberian Noah satu tahun yang lalu saat ulang tahun.
__ADS_1
Naomi segera pergi dari hadapan Noah agar teman satu profesinya tidak iri dan membicarakan yang bukan-bukan.
Noah yang melihat ekspresi Naomi yang mengundarinya membuat Noah ingin menerkamnya saat ini, apalagi cuaca pagi di perkebunan ini sangat dingin dan menusuk sampai tulang terdalam.
Siang hari.
Semua pekerja istirahat begitu juga dengan Naomi. Ia membuka bekal yang ia bawa dari rumah dan menikmati masakannya. Noah tiba-tiba datang dan mengejutkan Naomi yang tengah asik makan sendirian di bawah pohon.
"Eehemm, apa tidak ada niatan menawari saya untuk makan bersama seperti biasa." Noah duduk di dekat Naomi.
Beberapa rekan kerja Naomi membicarakan kedekatan Naomi dengan bos baru pemilik perkebunan starwberry ini. Naomi yang mendengar semua orang membicarakannya langsung menutup bekal yang ia bawa.
"Permisi, saya mau melajutkan pekerjaan saya." Naomi berlalu pergi dari samping Noah.
Noah menatap Naomi yang sudah jauh dengan tersenyum kecut.
Tak terasa hari menjelang sore, waktunya pengepakan buah-buah yang sebagian tidak di kirim ke kota, Naomi dengan telaten juga ikut terjun membatu pekerja yang bagian pengepakan. Noah yang melihat Naomi terus mencari kesibukan hanya tersenyum.
"Segitunya tidak ingin melihat saya, sampai terus-terusan mencari pekerjaan. Sudahlah dari pada binggung mau berbuat apa lebih baik saya ke rumah yang ia tempati saat ini." Noah mengambil kunci motor yang sudah di siapkan oleh body guardnya tadi siang.
Naomi yang melihat Noah beranjak pergi hanya diam, tadinya semangat berkerja kini tidak memiliki semangat lagi, Naomi memutuskan kembali ke rumah setelah mendapat upaj hariannya.
"Lebih baik segera pulang dan bersih-bersih badan, jam juga menujukkan waktu pulang." Naomi segera menuju tempat ia memarkirkan motor maticnya.
Saat sampai rumah Naomi segera membuka pintu rumahnya yang ternyata sudah ada yang masuk ke dalam lebih dulu. DDEGGHH...
***
Slow update
__ADS_1