Poisoned Love, NOAH

Poisoned Love, NOAH
42. Jalan-jalan romantis ala Noah


__ADS_3

Di dalam kamar.


Hanya ada keheningan saat ini rasanya canggung sekali.


"Kenapa jadi canggung banget, dulu sebelum sah aku main seruduk aja setelah sah malah kayak keong yang takut di sentuh."


Noah sebisa mungkin menetralkan dirinya yang mendadak gugup. Naomi juga tidak jauh dari keguguban.


"Mas, kalau tidak ada yang penting aku mau turun saja kasihan Aydin di bawah."


"Iya... iya... pergilah kasihan baby boy," melambaikan tangan.


"Tumben otaknya gak mesum saat ada kesempatan, wah... kecelakaan itu membawa berkah ternyata wkwkwk."


Naomi bergegas pergi dari pada nanti Noah berubah pikiran dan menerkamnya lagi. Shandra yang melihat cucu menantunya keluar dari kamar begitu cepat merasa aneh. Apa sekarang mainnya sistem kejar tayang.

__ADS_1


"Grandma, biar Naomi susui dulu ya Aydin." Mengambil bayinya yang ada di dalam ayunan bayi.


"Iya, susui dia yang banyak kemudian lanjutkan kegiatan kalian buat adik untuk Aydin," jawab vulgar Shandra.


Naomi hanya tersipu dengan ucapan sang nenek yang seperti ini.


"Andai keluagaku seperti ini betapa bahagianya aku." Sambil menyusui sang bayi.


Noah yang masih berada di dalam kamar hanya menggigit kuku jarinya. Ia memikirkan strategi apa untuk malam nya nanti sudah cukup ia berpuasa yang sudah satu tahun ini. Rencana nya malam ini ia ingin mengadakan kencan romantis ala anak muda dan sudah memikir kan nanti siapa yang akan menjaga putranya lagian selama ini sang putra tidak gampang rewel dan mudah di ajak oleh orang terdekat nya.


Jalan-jalan romantis ala Noah.


"Kenapa kamu mengajak ku kesini sih mas, kamu tau ngak aku sangat hawatir dengan Aydin di rumah." Keluh nya pada Noah.


"Kenapa kamu sangat hawatir sayang, kan dirumah ada grandma dan papa. Saya yakin mereka sudah ahli merawat Aydin lagian dirumah banya pembantu yang bisa merawat bayi juga, jadi apalagi yang kamu pikirkan. Hari ini segarkan pikiran sebentar sebelum kita olahraga nanti," menarik tangan Naomi agar lebih erat memeluk perutnya.

__ADS_1


"Dasar laki-laki ini, segitunya ingin kencan dan memperbaiki hubungan, aku senang mas kamu berubah jadi orang seperti sekarang aku harap ini bertahan selamanya."


Naomi sudah tidak sungkan lagi ia sandarkan kepalanya di punggung lebar Noah. Noah yang merasakan kepala Naomi menempel pada punggungnya merasa bahagia andai jika ini di rumah dan lebih tepatnya di dalam kamar pasti langsung terkam saja moment seperti ini.


Sesampainya di tempat tujuan Naomi terperanga dengan tempat tersebut, Danau buatan ini sangat bagus dan indah bahkan banyak pasangan muda mudi juga di tempat ini dan tidak lupa lampu-lampu yang menghiasi jalan setapak dan di batang-batang pohon.


Noah menggengam erat jemari Naomi dan enggan untuk melepaskannya. Naomi menatap tangannya yang di genggam hangat oleh Noah.


"Mas... kita mau kemana ini, di sini saja tempatnya sangat bagus."


"Ada satu tempat yang sudah mas pesan, cocok untuk orang seperti kita mengawali kencan pertama," Noah tersenyum.


Senyum Noah membuat siapa pun yang melihat pasti langsung jatuh hati, lesung pipit yang ada di pipi kirinya menambah pesona nya serta gigi taring bagian kanan membuat siapa pun terhipnotis dengan pahatan wajah dari ciptaan Yang Maha Kuasa.


"Sayang, mulai sekarang sebisa mungkin saya akan mencintaimu sepenuh hati, maaf kan saya yang selama ini menyakiti hati kamu terus menerus maaf... maaf... Naomi." Menggengam erat jemari Naomi.

__ADS_1


"Mas... aku tidak apa-apa sudah lama aku memaaf kan kamu mas, meski masih ada bekas di hatiku tetapi aku mencoba iklas mas, jadi aku mohon jangan seperti ini ya. Bukannya mas tadi mengajakku untuk kencan kenapa jadi seperti ini?" tersenyum manis.


Noah sangat beruntung bertemu dengan Naomi, apalagi cinta yang di berikan Naomi padanya tidak pernah padam sedikitpun.


__ADS_2