
Setelah pembicaraan yang cukup menegangkan dan menguras emosi, bagaimana tidak sang papa mertua sepertinya terobsesi memiliki perusahaan besar milik Coleen.
"Semoga mas Noah tidak bodo* dan tidak terkena bujuk rayu setan yang berkeliaran. Kalau di ingat-ingat mas Noah gampang sekali terhasut. Seperti nya aku harus bertindak lebih dulu, kelicikan harus di berantas aku tidak peduli sekali pun itu papa mertua aku sendiri, jika mas Noah lengah."
"Andai grandpa dan mama, mau menerima aku. Aku harus memikirkan cara untuk kembali ke keluarga Megantara bagaimana pun cara nya, untuk menyelamatkan semua ini, tapi jika gagal berarti memang aku tidak di takdirkan untuk bersama mas Noah," pikiran Naomi berkelana kemana-mana.
Naomi yang sudah lelah dengan pikiran beratnya hari ini berusaha memejamkan matanya. Malam ini Noah masih berbicara serius dengan papanya.
Ceklek...
Pintu terbuka, terlihat Naomi yang masih belum tidur dan menatap langit-langit kamar.
"Sayang, kenapa belum tidur atau jangan-jangan tidak bisa tidur jika tidak dalam pelukanku." Ucap Noah menggelikan di dengar.
"Pede banget, siapa juga yang tidak bisa tidur jika tidak di pelukan kamu mas, yang ada itu sesek kalau tidur kamu dekap erat," Naomi menghadap ke Noah.
Noah yang sudah berbaring di samping Naomi merasakan hal aneh dengan istrinya, seperti menyembunyikan sesuatu saja.
"Ada apa sih sayang, seperti nya menyembunyikan sesuatu dariku." Menopang lengannya untuk bersandar.
__ADS_1
"Iya, aku sedang menyembunyikan sesuatu yang penting, apa mas Noah mau tau?" menatap matanya.
"Apa, aku ingin dengar," jawab Noah yang sudah tidak sadar jika bahasa berbicaranya dengan Naomi sudah menggunakan aku.
Naomi tersenyum.
"Maukah mas berjuang demi cinta kita? dan tidak terhasut lagi? aku sebagai wanita berharap mas mau berjuang cinta denganku, tetapi jika mas tidak bisa, lebih baik mas bicarakan baik-baik denganku saat ini juga biar aku tidak berharap banyak mas denganmu."
Noah mengerutkan dahi nya. "Jadi ini permasalahan yang membuat kamu galau beberapa waktu ini, kamu tenang sayang yakinlah padaku aku akan memperjuangkan cinta kita meski nanti kita akan hidup serba kekurangan," mencium bibir Naomi.
Noah berusaha keras berjuang. Naomi yang melihat ada kegigihan dari sang suami rasanya sangat bahagia.
Naomi memeluk erat tubuh suami nya dan menengelamkan wajahnya di lengan Noah. Noah yang notabenenya nafsuan pada Naomi membuat ia tidak bisa tenang ketika Naomi seperti ini.
"Please Naomi sayang, jangan bergerak lagi sesuatu meronta jika kamu bergerak terus." Noah mengambil nafas dan menghembuskannya berkali-kali.
Naomi hanya tersenyum-senyum melihat sang suami seperti itu, jika ia layani saat ini sampai tengah malam pun Noah tidak akan berhenti.
"Selamat malam mas Noah." Naomi memejamkan matanya.
__ADS_1
Malam ini Aydin tidur dengan Shandra di kamarnya, karena Shandra ingin segera Naomi memiliki bayi lagi dengan alasan agar rumah semakin ramai.
Semenjak Noah dan Edwin tumbuh besar dan sekarang dewasa dengan kesibukannya masing-masing membuat rumah ini sepi tidak ada canda tawa lagi.
Sementara Adam yang berada di dalam kamar nya binggung memikirkan cara untuk menghancurkan Coleen, karena ada dendam tersendiri dengan papa nya Coleen dulu. Dan hanya Adam yang tau dendam apa yang tersembunyi sampai saat ini.
Pagi hari.
Jadwal yang sangat padat untuk Noah.
"Kenapa pagi ini ada meeting dadakan lagi sih, menggangu orang lagi mesra dengan istri." Noah yang baru keluar dari kamar mandi langsung berpakaian dengan menggerutu.
Naomi cekikikan melihat wajah kesal Noah pagi ini.
"Semangat dong mas, ini masih pagi kenapa wajahmu masam sekali di lihat." Naomi meledek.
"Tidak usah meledek sayang, aku berangkat dulu ya. Hati-hati di rumah jangan kemana-mana tanpa izin dariku. Coleen lumayan berbahaya sayang," mencium kening Naomi.
Naomi mengangguk paham dengan maksud yang Noah berikan dan peringatkan saat ini, mungkin menututi kata-kata suami saja lebih baik inikan juga demi kebaikan semua.
__ADS_1