Poisoned Love, NOAH

Poisoned Love, NOAH
15. Salah apa Aku


__ADS_3

Kediaman Adam Derryl.


Naomi yang sudah siap dengan pakaian sangat cantik menuruni anak tangga dan menuju ruang makan, namun belum sempat kakinya mengijakkan diruang makan Naomi sudah di cegat grandma di depan pintu.


"Di dalam ada anak nakal cepat kembali, hukuman dia belum selesai sampai dua bulan," ucap Shandra seraya tersenyum.


Mau tidak mau Naomi menurut saja dari pada berurusan dengan salah satu orang berkuasa di kediaman Derryl ini. Naomi yang berada di dalam kamar hanya menghela nafas, saat ini yang ia rasakan yang di hukum bukan Noah melainkan dirinya.


"Benar-benar di tahan seperti narapidana saja," Naomi keluar dan menuju balkon sesekali Naomi tersenyum melihat para pekerja yang sedang melakukan tugasnya masing-masing.


Gerbang besar tiba-tiba terbuka lebar, ada sebuah mobil mewah yang masuk ke dalam. Naomi yang mengamati dari atas balkon hanya diam sambil menatap siapa yang masuk, Naomi terkejut model papan atas sedang mengujungi kediaman Derryl dan tamu tersebut mengenakan pakaian yang sewajarnya seorang model serta mewah. Naomi hanya terkagum-kagum betapa hebatnya keluarga ini.


"Semakin tidak pantas saja aku berada disini, apalagi aku terlahir dari luar pernikahan. Mana bisa di sandingkan dengan keluarga Derryl yang setara dengan orang-orang terpandang," menghela nafas panjang.


TTTOOKK...


TTTOOKK....

__ADS_1


Suara pintu di ketuk. Naomi segera menyudahi lamunannya dan membukakan pintu.


"Naomi ayo turun," ajak Shandra pada Naomi.


"Iya grandma," dengan tersenyum Naomi keluar dari kamar. Naomi yang berjalan beriringan dengan Shandra hanya tersenyum sepanjang perjalananya menuruni anak tangga.


Semua orang yang berada di kediaman Adam berkumpul di ruang tamu, Naomi yang menatap semua orang kepadanya seperti tatapan membunuh. Dengan hormat Naomi menunduk kan kepalanya untuk memberi salam.


"Ini yang namanya Naomi, biasa saja kenapa Noah mau dengannya dan menolak saya untuk menikah." Ucap ketus Sandy Lee.


"Eeheemm itu hak saya untuk menolak," tiba-tiba Noah datang untuk membantu Naomi.


"Tidak dan lepaskan tanganmu itu," menatap tajam Sandy. Sandy yang di beri tatapan seperti itu langsung melepas lingkaran tangannya.


"Maaf," Sandy segera duduk.


Noah meraih tangan Naomi dan menggengam nya dengan erat, sambil tersenyum manis. Shandra yang melihat cucu nakalnya yang seperti ini membiarkannya selama ada Sandy disini.

__ADS_1


Sore hari.


Naomi yang menikmati sejuk nya angun kini memejam kan matanya, perkataan Sandy sebelum pulang menghantui pikiran nya. Benar kah yang di katakan Sandy bahwa Noah pernah menidurinya sebanyak dua kali.


"Apa benar mas Noah pernah melakukan nya dengan wanita lain tidak cuma denganku saja, apa yang kamu pikir kan Naomi dia laki-laki wajar jika pernah tidur dengan banyak wanita. Apalagi seorang Noah tinggal tunjuk saja langsung dapat," Naomi berpikir dengan gelisah.


TTRRINGG...


TTRRINGG....


Naomi menatap pesan yang baru saja masuk, dari sesorang yang tidak ia kenal. Ada sebuah gambar yang tertera di layar, Naomi hanya menghela nafas panjang. Rasa tak terima merasuki pikiran dan hati nya, bagaimana tidak laki-laki yang ia cintai ternyata hanya main-main saja sampai saat ini. Dalam potret tersebut tertera tanggal dan hari serta bulan tahun.


"Masih baru, dua mingguan yang lalu berarti sewaktu ia pamit katanya mengurus perusahaan, ternyata mengurus soal ranjang." Naomi yang tidak sanggup melihat gambar tersebut mematikan ponselnya.


Naomi tubuh nya merosot dan menangis sesenggukan di dalam kamar mandi dan menyalakan sower dengan suhu paling dingin untuk meredam pikirannya yang panas seperti terbakar api menganga.


"Apa salahku mas kamu berbuat seperti ini lagi ke aku, jika kamu tidak mencintaiku jangan memberi harapan semu untukku mas," Naomi keluar dengan balutan jubah handuk.

__ADS_1


Naomi yang sedari tadi menagis kini merebah kan badannya di ranjang untuk mengistirahatkan tubuhnya.


__ADS_2