
Noah tidak ada henti-hentinya menyapi cilok ke mulut Naomi, untung ciloknya enak pakai saus kacang.
"Ini enak, tapi kenapa kamu terus menyuapiku mas. Apa kamu mau aku gendut seperti bola kemudian nanti jalan nya menggelinding?" protes Naomi sambil mengunyah.
"Eeihh... jangan salah sangka dulu, saya menyuapimu biar Aydin kenyang dan merasakan apa yang saya suapkan ke ibunya, bukan nya kata orang jika ibunya kenyang bayinya tenang sayang," terus menyuapi.
"Dasar modus, aku tau jika kamu lagi tidak bisa memendam nafsumu lama-lama,"
Naomi hanya membuka mulut, mengunyah dan menelan cilok tersebut dan di temani es teh juga. Noah tersenyum-senyum membayang kan apa yang akan terjadi malam nanti, ia benar-benar sangat rindu tubuh Naomi yang satu tahun ini tidak ia jamah.
Kediaman Adam Derryl.
Sekitar pukul 8 malam, Naomi dan Noah kembali ke kediaman ini. Aydin sama sekali tidak rewel karena Naomi sudah menyetok ASI nya di dalam pendingin jadi jika sewaktu-waktu ada apa-apa tidak perlu repot-repot membuka sesuatu di depan umum lagi.
"Sayangku." Naomi membersihkan diri nya kemudian mengendong sang bayi.
Noah hanya tersenyum melihat istrinya sangat-sangat cantik saat menimang-nimang sang putra.
"Semoga aku bisa membuat kamu bahagia selalu Naomi, sampai akhir hayatku."
Naomi yang sedari tadi di tatap Noah curiga, dengan segera Naomi pergi dari hadapan Noah dan meletak kan sang bayi di ranjang boxnya. Noah ternyata sudah berada di belakang tubuh Naomi.
__ADS_1
"Apa dia sudah tidur." Menatap sang putra yang sudah nyenyak dalam mimpinya. "Sayang ayo," menarik tangan Naomi dengan lembut.
Suara deru jantung Naomi seakan mau lompat dari tempat singgahnya selama ini.
DAG...
DIG...
DUG....
Berdetak lebih cepat dan keras.
"Mas... emm...," Noah sudah mencuri dan mengunci bibir dengan rapat dan intens. Naomi yang masih terkejut hanya membelalakkan mata sambil menatap wajah Noah yang lihai memutar permainan mengunci bibir ke kanan dan ke kiri.
Tangan Naomi secara sadar mengalungkan ke leher Noah. Noah yang mendapat sambutan seperti ini langsung menyerang pada tujuan nya. Untungnya Noah sudah memberikan fore play terlebih dahulu pada Naomi.
"Mas pelan-pelan takut baby bangun." Naomi mencari alasan.
"Tidak, aku sudah satu tahun menahannya, kali ini tidak akan pelan-pelan lagi bahkan aku sudah tidak sungkan lagi sekarang, ayo kita buatkan adik untuk Aydin, sayang," jawab Noah dengan nada seksi.
"Tapi Aydin masih kecil mas."
__ADS_1
"Gak apa-apa mumpung masih kecil, kita tidak perlu binggung nanti saat ia besar," melanjutkan kegiatan nya dan tangan Noah sudah berada di dalam rumah hangatnya.
"Tuhkan ganas lagi, menyesal aku memuji-muji dia selama ini. Ternyata kembali ke asal nya ganas dan terburu-buru,"
Noah yang sudah terhasut nafsu luar biasa seperti ini segera melepas semua pakaian nya begitu juga dengan pakaian Naomi. Terlihat tubuh Naomi yang berisi pasca melahirkan dan benda kesukannya juga membesar.
"Pantas saya baby boy suka, aku pun juga suka." Tersenyum licik dan langsung melahap dan memberikan tanda di kedua benda tersebut.
Naomi hanya memekik kesakitan karena rangsangan Noah membuat air susunya terasa penuh dan sakit, di tambah lagi kelakuan nakal Noah yang sudah bermain dengan benda ajaibnya di bawah. Naomi menarik rambut Noah dan menggelengkan kepalanya. Noah langsung paham dan menghentikan kegiatan gilanya malam ini.
Naomi bernafas lega saat Noah sudah selesai menyalurkan hasrat masing-masing. Noah masih dengan pissessiv memeluk dan mencium punggung Naomi yang berada di pelukannya.
"Mas sudah, aku capek."
"Diamlah dan nikmati saja, aku tidak akan melakukan apa-apa," mulai memejamkan matanya.
CCIT...
CCIT...
Tak terasa suara kicauan burung terdengar sangat berisik di luar jendela, dengan segera Naomi menyambar kemeja Noah untuk membuka gorden yang ada di pintu kaca tersebut. Aydin yang sudah bangun hanya diam sambil memainkan jempolan kakinya dan berusaha menghisapnya.
__ADS_1
Naomi yang tau langsung mengendong Aydin dan duduk di sofa untuk menyusuinya pagi ini, Naomi merasa bersalah pagi ini karena membuat sang putra menghisap jempol kakinya.