Poisoned Love, NOAH

Poisoned Love, NOAH
23. Bertemu Naomi


__ADS_3

Kediaman Noah Derryl.


Noah yang baru sadar setelah demam, kini menengok kesana kemari berharap Naomi datang untuk merawatnya saat ini namun nihil, Naomi tidak ada di sini.


"Betapa bodo*nya kamu Noah, dulu Naomi sangat perhatian padamu, bahkan dengan luka sekecil apapun pada dirimu tapi kamu buta dan menyia-nyiakan itu semua." Noah merutuki kebodohannya tersebut.


Noah mengacak-acak rambutnya sambil meremasnya dengan kuat.


Trriing....


Noah melihat pesan yang masuk tersenyum saat melihat anak buahnya menemukan seseorang yang mirip dengan Naomi sang pujaan hati. Noah menatap potret tersebut sambil memperbesar apa benar dia Naomi wanita yang ia cari beberapa bulan ini.


Tanpa pikir panjang Noah langsung memesan tiket pesawat hari ini juga, untuk menemui sang pujaan hati.


Desa Bukit Alam.


Beberapa jam kemudian, Noah yang sudah sampai di tempat yang masih alami bahkan belum tersentuh infrastruktur dari pemerintah menyunging kan senyumnya, beberapa penduduk desa yang melihat tampilan Noah yang mengenakan pakaian casual penasaran karena wajah nya asing. Ya wajah sedikit bule Noah membuat beberapa gadis terhipnotis saat Noah menanyakan wanita yang ada di layar ponsel nya.

__ADS_1


Hingga Noah bertanya pada ibu-ibu yang tak lain adalah Dea, Dea terkejut ada orang yang mencari Naomi, Dea yakin jika orang tersebut adalah laki-laki yang melukai Naomi sampai sekarang.


"Bu apa anda mengenal wanita ini?" dengan tersenyum.


"Naomi,"


"Iya benar ini Naomi, apa ibu mengenalnya." Noah bertanya dengan gembira.


"Iya, ikuti saya," Dea berjalan lebih dulu, Noah mengikuti langkah Dea dari belakang.


Noah berjalan mendekat dan menyingkirkan daun-daun yang menghalagi jalannya menuju sang pujaan hati.


"Sayang," memeluk tubuh Naomi. Naomi terkejut dengan lingkaran tangan di perutnya dan suara yang teramat ia rindukan beberapa bulan ini.


Naomi mematung tidak percaya, seperti mimpi. Naomi menyentuh lengan Noah dan ternyata ini nyata, air mata Naomi lolos begitu saja. Noah yang melihat Naomi menangis langsung mengusap air matanya.


"Kenapa kamu menagis, kamu boleh benci marah padaku lampias kan semua tapi jangan menagis seperti ini." Noah membalik kan badan Naomi dan menatap wajah cantik Naomi.

__ADS_1


"Kenapa kamu mencariku, untuk apa. Apa kamu tidak puas menyakitiku mas, saya lelah dengan ini semua," Naomi melepas tangannya yang di genggam Noah. Naomi berjalan dan melajut kan memetik sayuran.


Noah yang sudah tau jika dirinya akan mendapat kan ini semua pasrah, bagaimana pun ia pantas mendapatkan ini. Karena ini semua hasil yang ia dapat.


Makan malam.


Noah yang belum berani mendekati Naomi hanya berdiam di luar rumah, sementara pak Alim dan bu Dea sudah berada di meja makan sederhana.


"Neng Naomi, tidak baik membiarkan orang seperti itu. Apalagi dia ayah dari anak kamu," ucap Alim sedikit keras.


Noah terkejut dengan apa yang barusan ia dengar, anak. Naomi sedang mengandung anaknya lagi, tanpa pikir panjang Noah langsung menghampiri Naomi yang duduk sambil mengusap perutnya.


"Benar kah Naomi." Sambil tersenyum bahagia pada Naomi. Naomi hanya diam.


"Nak Noah tidak tau jika neng Naomi mengandung anakmu?" Alim bertanya pada Noah, Noah hanya menggelengkan kepalanya.


Alim dan Dea yang melihat perang dingin anak muda di depannya, berusaha menetral kan suasana saat ini. Dengan menawari Noah makan bersama, sedari tadi Naomi hanya diam dan menikmati masakannya tersebut. Noah yang hafal dengan masakan Naomi segera menyantapnya dengan lahapnya.

__ADS_1


__ADS_2