
Naomi duduk di samping Noah yang sudah lebih dulu duduk di kursi taman sambil mengajak sang putra bermain sebentar.
"Ccilukk... baaa...." Noah asik dengan kegiatannya mengajak bercanda sang putra yang semakin menggemaskan saja dari hari ke hari.
2 bulan kemudian.
Semua bukti-bukti jika Coleen bertindak curang bahkan pengedar barang haram sudah ada bukti jelas, bahkan polisi sudah langsung menyita semua barang bukti yang menuju pada Coleen, sekarang ia mendekam di penjara setelah sidang panjang di pengadilan beberapa kali.
Noah dan Naomi tersenyum lega, akhirnya masalah sudah selesai dengan baik.
Naomi tiba-tiba merasakan tubuhnya tidak nyaman dan ingin segera pergi ke toilet untuk memuntahkan semua isi yang ada di dalam perutnya tersebut.
"Sayang kamu kenapa." Noah sangat hawatir dan pintu kamar mandi masih di kunci Naomi dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
Setelah memuntahkan semua isi perutnya, Naomi merasakan pusing di kepalannya. Ia hanya menebak jika dirinya sedang berbadan dua lagi, mengingat hampir setiap malam Noah sang suami meminta jatah dan selama ini ia tidak mengunakan pil penunda kehamilan ataupun alat yang lain untuk mencegah kehamilan.
"Aku telat 3 minggu mas, sepertinya kamu akan menjadi papa 2 anak sekarang." Naomi tersenyum lebah.
Noah masih tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar, ini bukan mimpikan. Pertanyaan muncul di benak Noah, baru kali ini ia mendampingi ibu hamil di usia sangat muda kandungannya.
"Benarkah, ayo kita ke rumah sakit sayang." Langsung menggenggam erat tangan Naomi dan membukakan pintu mobil.
Naomi yang mendapatkan perilaku seperti ini sangat bahagia, inilah buah hasil kesabarannya selama ini.
Saat berada di Rumah Sakit. Noah menunggu dengan cemas karena banyaknya antrian yang ingin memeriksakan kandungannya.
Setelah di periksa ternyata benar Naomi tengah mengandung usiannya sekitar 5 mingguan. Dokter menyarankan untuk menjaga kandungannya yang masih rentan tersebut dan mengkonsumsi makanan-makanan sehat setiap harinya, setelah menuliskan resep obat di buku Dokter langsung memberikan buku berwarna merah jambu tersebut pada Naomi.
__ADS_1
"Terimakasih banyak Dok." Ucap Noah dengan sumringah.
Pasangan suami istri ini berbahagia dan segera kembali ke kediaman Adam Derryl dan memberi tau perihal kabar bahagia ini. Sesampainya di kediaman Derryl dengan wajah sedih terpampang untuk mengelabui semua orang yang tengah berkumpul di kediaman ini. Bahkan sang paman Agam Derryl dan istrinya juga ada serta Edwin juga. Selain sang paman ternyata orang tua Maxim juga ada disini.
Shandra langsung menghampiri Noah dan Naomi dengan cemas dan was-was.
"Ada apa, kenapa wajah kalian sangat suram ada kabar buruk?" Shandra sangat hawatir sambil memegang tangan Naomi dengan erat.
"Iya," jawab Noah juga pura-pura bersedih. "Kalian semua akan bersedih menghadapi anak-anakku yang akan datang 8 bulan lagi." Ucap Noah dengan gembira.
Wahh....
Semua orang langsung berpelukan dan bersyukur dengan berita bahagia ini. Karena mereka semua adalah saksi cinta Naomi yang tulus pada Noah begitu juga sebaliknya dan berakhir bahagia setelah lika liku perjalanan cinta yang hampir hancur namun berhasil menyatu setelah cinta tidak dapat di pisahkan satu sama lain.
__ADS_1
Semua orang mengucapkan selamat atas kehamilan Naomi saat ini. Dan mendoakan agar lancar sampai lahiran.
BERSAMBUNG.