
Hallo teman-teman bagaimana kabarnya sehat. Semoga sehat selalu dan dalam lindungan Allah SWT.
Sebenarnya aku juga binggung mau kasih visual seperti apa, tapi kalau tidak di kasih binggung harus memeragakan karekternya seperti apa.
Visual versi author ya, jika kurang mantep bisa sesuai idola yang di sukai teman-teman pembaca.
Noah Derryl.
Naomi Emma.
Feby, Shandra, Coleen. Anggap saja ini ya teman-teman karena aku juga binggung mau cari sosoknya seperti apa. Jadi seperti ini saja ya.
Maxim Permadani.
__ADS_1
Edwin Derryl.
***
Di perusahaan Bersih Minyak Kelapa Sawit (BMKS).
Staf yang berkerja di perusahaan ini, sangat rajin dan profesional. Mereka tidak akan mencampurkan urusan pribadi dan pekerjaan jika ada hari itu juga langsung di pecat tanpa jika menemukan hal dan bukti yang kuat.
Taak...
Taak....
Noah yang sedang sibuk dengan berkas-berkas yang banyak ia pelajari tidak menghiraukan apa pun kecuali jika ada yang penting.
"Permisi tuan Noah, apa saya boleh masuk dan duduk." Coleen sudah membuka pintu ruangan Noah dan berbicara nada manja.
"Ada apa lagi, bukan nya kerja sama perusahaan tidak seharusnya kamu datang setiap hari," sindir tajam Noah.
"Kenapa kamu seperti ini, apa aku tidak menarik." Duduk di meja kerja Noah dan menyilangkan duduk nya dan memperlihatkan paha mulusnya.
"Haduh... wanita ini, memang menggoda tapi biasa saja. Tidak istimewa jika sudah pernah di jamah pria hidung belang."
__ADS_1
Noah bersikap biasa saja. Andai jika Naomi yang seperti ini, tidak peduli di tempat manapun akan langsung di terkam tanpa ragu.
"Maaf, jika tidak ada keperluan harap anda bersikap sopan di perusahaan ini. Tidak baik seorang yang terkenal lugu dan polos di luaran sana ternyata murah meriah di dalam."
Coleen yang mendapatkan sikap seperti itu dari Noah, langsung tidak tinggal diam dan mencium kasar Noah sampai meninggalkan bekas di ujung bibir depannya.
"Sial... menjijik kan, awas saya tidak akan melepas perusahaanmu dan akan aku hancurkan perlahan." Ancam Noah sambil menujuk-nujuk wajah Coleen.
Coleen tersenyum tipis.
"Saya tunggu, seperti nya yang akan hancur duluan itu kamu. Apalagi kalau sampai istrimu tau suaminya saya cium, apa dia masih mau kamu ajak bercinta," Coleen melambaikan tangan nya.
Bagai tersambar petir di pagi hari.
Noah mematung sejenak memikirkan nasibnya nanti, Noah memikirkan cara dan menjelaskan segalanya nanti saat ia pulang ke rumah, semoga penjelasannya dapat di terima oleh Naomi.
Coleen yang sudah menyuruh seseorang untuk merekam kejadian ini. Dan akan di tujukkan jika waktunya tepat tapi tidak untuk sekarang.
"Aku harus hati-hati, cara yang sangat basi ingin merebut suami orang dengan cara seperti ini, dasar bodo* apa dengan begini Naomi bakalan percaya yang ada tidak. Karena setauku Naomi lebih suka persaingan dengan sehat tidak murahan seperti ini."
Noah mengirim beberapa pesan singkat pada Naomi, semuanya tanpa ada yang terlewatkan satu pun. Naomi yang sudah membaca pesan tersebut hatinya berdenyut ngilu, hati siapa yang tidak sakit suami yang paling ia cintai di cium wanita lain.
***
__ADS_1
Baik nya jika ada masalah harus segera di selesaikan dengan baik-baik dan kepala dingin agar tidak terjadi sesuatu yang akan di sesali nantinya.